Jodoh Untuk Gus Ilham

Jodoh Untuk Gus Ilham
Bab.26


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


...*Happy Reading*...


*


"Kamu tahu? Betapa tersiksanya aku karena ulahku sendiri, yang mendorong mu untuk pergi menjauh. Rasanya dunia aku runtuh saat menyadari jika kamu sudah tidak ada lagi di pondok. Kamu berhasil Sha, kamu berhasil membuatku jatuh sejatuh jatuhnya saat kamu benar benar pergi dari hidup aku. Aku pernah berdoa di dalam sujud malam ku, jika kelak Allah memberikan aku kesempatan satu kali saja untuk kembali di pertemukan denganmu. Maka, aku tidak akan pernah membiarkan mu mengejar ku. Melainkan, akulah yang akan berlari ke arah mu dan akan menggenggam erat tangan mu agar kita tidak bisa terpisah untuk kedua kalinya lagi. Dan kini, Allah memberikan kesempatan itu dan aku tidak akan menyia nyiakan nya. Myesha Safeera Kusuma Wijaya, maukah kamu menikah denganku? Menghabiskan sisa waktu usia kita bersama denganku dan menjadi ibu untuk anak anakku?"


Tes


Mendengar penuturan dari Ilham, Myesha pun tak kuasa lagi menahan air matanya. Wajah cantik itu pun kini telah basah oleh air mata.


"Jangan menangis, aku belum bisa menghapus air mata mu, kita masih belum halal untuk saling bersentuhan." ucap Ilham saat Myesha menjatuhkan air mata nya di wajah cantiknya itu.


"Apa aku menyakitimu?" tanya Ilham lagi yang terlihat panik saat melihat Myesha menangis.


Myesha menggelengkan kepalanya, namun tak jua menghentikan tangis nya. Hingga membuat seorang Ilham Abdulrahman kelimpungan.


"Apa aku mengatakan hal yang salah dan melukai hatimu?" tanya Ilham lagi yang kembali di jawab sebuah gelengan kepala.


"Lalu, kenapa menangis? Ayo jawab Mas Dek, kenapa kamu menangis?"


Myesha tidak langsung menjawab, gadis itu terlihat melepaskan genggaman tangan Ilham dari tangan nya yang tertutup blazer milik Ilham untuk menghapus air matanya sendiri.


Lalu memberanikan diri menatap wajah Ilham yang ada tepat di depan wajahnya, karena Ilham duduk berjongkok.


"Terima kasih, terima kasih karena sudah memilihku untuk jadi pendampingmu, Mas." jawab Myesha dengan nada yang bergetar karena menahan tangis nya lagi.


“Lalu, apa ini artinya kamu menerima lamaran ku Dek?” tanya Ilham lagi dengan wajah yang penasaran.


“Insya Allah, jika Ayah dan Bunda merestui. Maka, tidak ada alasan bagiku untuk menolak nya,” jawab Myesha membuat hati Ilham melambung tinggi.


Ingin sekali rasanya membawa tubuh gadis itu masuk kedalam pelukan nya. Namun sayang, label halal belum Ilham dapat kan. Hingga yang mampu dia lakukan hanya berucap syukur karena akhirnya, dia bisa bersama dengan wanita yang sudah berhasil mencuri hatinya.

__ADS_1


“Alhamdulillah, terima kasih Dek. Terima kasih, ayo lebih baik kita kembali ke dalam. Kita beritahukan semua nya jika lamaran ini berhasil diterima,” lanjut ILham yang di angguki oleh Myesha.


“Tidak perlu ke dalam, kami sudah mendengar semuanya. Selamat ya, akhirnya kalian akan bersatu juga,”


Deg


Kedua sejoli yang masih saling menatap itu pun dibuat terkejut dengan suara bariton dari seseorang.


Dan, betapa terkejutnya kedua nya saat menoleh ke arah sumber suara. Kedua pasang orang tuanya sudah berdiri di ambang pintu penghubung antara rumah dan halaman belakang.


“Ayah, Bunda,”


“Umma, Abi,”


Ucap Myesha dan juga ILham secara bersamaan. Hingga membuat kedua sejoli itu merona dan salah tingkah karena kepergok oleh kedua orang tuanya masing masing.


Kedua ibu dari pasangan baru itu pun menghampiri putra dan putri mereka seraya mengucapkan selamat untuk kedua nya.


Dan hal itu mempu membuat wajah Myesha kembali merona karena malu. Karena perbuatan nya di masa lalu akhirnya ketahuan juga.


Begitu pun dengan Umma Mayra, yang tidak menyangka jika salah satu anak didiknya rupanya memiliki ketertarikan pada putra sulung nya itu.


“Umma juga baru tahu, kenapa dulu waktu di pondok tidak cerita Nak? tahu sudah ada calon, Umma sama Abi tidak akan menjodohkan mu,” sambung Umma Mayra yang kini berhasil membuat Ilham salah tingkah.


“Mungkin ini sudah jalan nya seperti ini Umma, semua yang terjadi sudah digariskan oleh sang pemilik kehidupan. Kita syukuri saja, toh kini mereka telah bersama dan siap menuju halal.” lanjut Abi Ilyas yang akhirnya ikut bahagia karena putranya telah menemukan calon pendamping nya.


“Iya, benar kata Pak calon besan, apa yang kita alami memang sudah di gariskan oleh sang maha pencipta kita. Ayo, lebih baik kita lanjutkan saja pembicaraan nya di dalam. Disini terlalu dingin dan angin malam tidak baik untuk kita yang sudah menua.” sambung Ayah Ardi yang disepakati oleh semua nya.


Semua nya pun kini kembali masuk kedalam untuk membicarakan rencana selanjutnya. Dan setelah berembuk, akhirnya diputuskan jika Ilham dan Myesha akan bertunangan lebih dulu di 3 hari ke depan.


Karena ini adalah kunjungan pertama yang niat nya hanya menyampaikan niat meng khitbah Myesha. Dan setelah di terima, Ilham pun ingin melamar Myesha secara resmi dengan saling bertukar cincin pertunangan sebagai tanda jika kedua nya sudah ada yang menandai dan siap menghalalkan dan siap di halalkan.


*

__ADS_1


*


“Mas pulang dulu ya, sampai ketemu di tiga hari ke depan,” ucap Ilham saat berpamitan dengan Myesha.


“Iya Gus, hati hati di jalan,” jawab Myesha masih terasa begitu canggung dan kaku.


“Kok, masih panggil Gus sih? kan sebentar lagi mau nikah, tigaa hari lagi tunangan juga, masa masih panggil Gus?” ucap ILham kembali protes mengenai panggilan yang disematkan oleh Myesha untuk nya.


"Maaf, masih belum terbiasa,"


"Makanya, biasakan dari sekarang. Biar nanti pas nikah tidak canggung lagi,"


"Iya, baiklah. Akan aku usahakan,"


"Ya sudah, kalau begitu Mas pulang dulu ya. Nanti Mas kabari jika sudah sampai di rumah,"


"I_iya Mas, hati hati." jawab Myesha masih terlihat kaku saat memanggil Ilham dengan sebutan Mas.


"Siap sayang, Mas pamit ya. Assalamu'alaikum,"


"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarrakatuh,"


Myesha pun melepas kepulangan Ilham beserta keluarga nya dengan perasaan yang berkecamuk di dalam dadanya.


Senang, sedih, terharu dan juga masih belum bisa percaya. Semua menjadi satu bercampur aduk di dalam dadanya.


Myesha tidak menyangka, jika saat ini dia dan Ilham akan segera memiliki hubungan yang halal. Skenario Tuhan memang tidak akan ada yang tahu.


Bahkan mungkin jauh dari bayangan kita sebelum nya. Contohnya saja Myesha, disaat dia begitu gencar mengejar Ilham. Tuhan malah menjauhkan mereka sejauh jauh nya.


Dan di saat Myesha berhenti mengejar dan bahkan berniat untuk melupakan. Tuhan malah menyatukan mereka secara tiba tiba.


Bahkan kini, dalam hitungan jari status Myesha akan segera berubah menjadi calon istri dari seorang Gus Ilham.

__ADS_1


__ADS_2