Jodoh Untuk Gus Ilham

Jodoh Untuk Gus Ilham
Bab.31


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


...*Happy Reading*...


*


Mendengar pertanyaan dari mertuanya, Ilham hanya bisa tersenyum kecut sembari menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


"Ayo cepat ke masjid, nanti malah telat sholat berjamaah nya. Jangan godain mantu mulu," sela Bunda Realyn yang tahu jika putri dan menantunya itu belum bisa melakukan malam pertama mereka.


"Baiklah, ayo Ham kita pergi sekarang. Sekalian berkenalan sama warga sekitar biar tidak menimbulkan fitnah saat melihat mu yang mulai sekarang akan sering menginap di sini," ajak ayah Ardi pada menantunya itu.


"Baik Ayah, ayo." jawab Ilham langsung mengikuti langkah sang mertua menuju ke masjid komplek perumahan.


Setiba nya di masjid, ayah Ardi dan juga Ilham di sambut hangat oleh para warga sekitar yang biasa sholat berjamaah di masjid itu.


"Selamat pagi pak Ardi, bawa siapa nih? Sepertinya warga baru." sapa salah satu warga yang datang ke masjid bersamaan dengan ayah Ardi dan juga Ilham.


"Selamat pagi juga Pak Anwar. Perkenalkan ini mantu saya Pak, suaminya Shasa." jawab ayah Ardi memperkenalkan Ilham sebagai menantunya.


"Loh, memang nya neng Shasa sudah menikah? Bukan nya dia di Kairo ya?" jawab Pria paruh baya yang bernama Pak Anwar itu.


"Sudah Pak, memang baru kemarin sih. Acaranya sengaja di adakan di rumah dan baru pihak keluarga saja yang tahu. Tapi nanti kami akan mengadakan acara resepsi dan akan mengundang semua warga untuk merayakan sekaligus memperkenalkan menantu saya secara resmi,"


"Baiklah, kalau begitu mari kita masuk. Sholat nya sudah mau di mulai," ajak nya yang di iyakan oleh ayah Ardi dan juga Ilham.


Sementara itu, Myesha yang awalnya akan kembali tertidur setelah suaminya pergi ke masjid, urung dia lakukan. Dan memilih untuk turun ke lantai bawah dan membantu sang Bunda menyiapkan sarapan untuk pagi ini.


"Pagi Bun," sapa Myesha pada sang Bunda yang tengah sibuk berkutat di depan kompor.


"Pagi juga sayang,"


"Bunda lagi bikin apa?"


"Ini, Bunda lagi nasi goreng seafood pesanan Ayahmu."

__ADS_1


"Oh, ada yang bisa aku bantu nggak?"


"Buatkan untuk suamimu saja. Siapa tahu dia tidak cocok makan makanan yang Bunda buat,"


"Nggak kok, Mas Ilham makan semua makanan. Tapi aku akan buatkan telor dadar isi, biasanya Umma Mayra atau Yangti Aida buatkan itu untuk sarapan Mas Ilham,"


"Wah, rupanya putri Bunda sudah benar benar jatuh cinta. Sampai tahu sedetail itu," goda Bunda Realyn yang membuat wajah Myesha merona.


Myesha hanya tersenyum mendengar godaan dari bunda nya itu. Lalu bergegas mengambil beberapa butir telor dari dalam lemari pendingin dan jiga sosis serta kornet.


Tidak lupa juga Myesha mengambil daun bawang sebagai pelengkap untuk telur dadar isi yang akan dia buat khusus untuk suaminya itu.


Setelah menghabiskan waktu hampir 15 menit, akhirnya Myesha pun telah menyelesaikan membuat telor dadar itu. Lalu menghidangkan nya di meja makan.


Dan saat itu, bertepatan dengan kedatangan ayah Ardi dan juga Ilham yang baru saja pulang dari masjid.


"Assalamu'alaikum. Wah, harum banget nih. Bikin perut lapar saja," ucap ayah Ardi setelah mengucapkan salam.


"Wa'alaikum salam, eh Ayah. Sudah pulang," jawab Bunda Realyn yang langsung menghampiri suaminya lalu menyalami dengan takzim.


"Jadi dong, ayo mau langsung makan sekarang?"


"Boleh," kedua paruh baya itu pun berjalan berdampingan menuju ke arah meja makan dan di ikuti oleh Myesha dan juga Ilham.


"Mas juga mau makan sekarang? Aku buatkan telur dadar isi, mumpung masih hangat,"


"Boleh, ayo."


Akhirnya satu keluarga itu pun makan bersama dengan format lengkap. Si bungsu Majesa pun kini sudah turun dan ikut bergabung di meja makan.


Mahesa memang tidak serajin sang ayah yang tidak pernah melewatkan sholat subuh berjamaah di masjid.


Pemuda yang sebentar lagi akan melepas masa lajangnya itu lebih memilih sholat di rumah katena selalu merasa risih dengan warga yang kerap ingin menjodohkan nya dengan anak anak gadis mereka.


Maka, sejak saat itu Mahesa pun berhenti sholat ke masjid dan lebih memilih beribadah di dalam rumah.

__ADS_1


Wajah tampan, serta kondisi ekonomi yang sudah mapan, tentu saja adalah point utama setiap orang tua yang memiliki anak gadis menjadikan Mahesa target untuk di jadikan menantu kesayangan.


Namun sayang, pemuda itu selalu terlihat dingin dan acuh. Hingga para gadis di komplek perumahan itu tidak ada yang berani mendekat meski dapat dukungan dari orang tuan.


Hingga akhirnya, semua hati para gadis di sana terpatahkan oleh kabar pertunangan Mahesa dengan seorang gadis lain yang ternyata jauh lebih cantik, anggun dan seorang muslimah yang baik.


Pantas saja jika Mahesa menolak semua gadis di kompleknya. Toh selera pria itu adalah wanita yang bisa menghargai dirinya sendiri dengan menjaga marwahnya dengan baik.


Bahkan sampai saat ini, baik Mahesa maupun Asifa sama sama tidak pernah saling bersentuhan bahkan memandang antara satu sama lain.


Karena mereka sama sama sadar, belum ada label halal di antara keduanya. Dan itu, semakin membuat Mahesa menginginkan seorang Asifa Maharani.


*


*


"Untuk sementara lebih kalian tinggallah di sini. Setidaknya sampai acara resepsi kalian di gelar. Bagaimana?" tanya Ayah Ardi saat mereka berkumpul di ruang keluarga.


"Kenapa tidak dibarengkan saja Ayah. Lagi pula masih ada waktu untuk mengubah konsep atau menambahkan yang kurang," usul Mahesa yang hari ini memang tengah mengambil libur dari kantor dan ikut bergabung disana.


"Kamu yakin? Apa tidak masalah jika di barengi seperti itu?"


"Kenapa harus keberatan Ayah. Lagi pula menyiapkan pesta pernikahan itu melelahkan. Akan lebih hemat tenaga jika di satukan saja,"


"Bagaimana menurut kalian Sha, Ham? Apa kalian keberatan jika acara resepsi pernikahan kalian di satukan dengan Mahesa?" tanya ayah Ardi pada putri sulung dan menantunya itu.


"Jika itu yang terbaik kami ikut saja Ayah." jawab Ilham yang di setujui oleh istrinya.


"Baiklah. Jika.kaliqn tidak keberatan maka kita satukan saja acara resepsinya. Dan kalian juga persiapkan tenaga serta mental kalian. Setelah ini pasti banyak yang harus di kerjakan karena pernikahan Mahesa juga tinggal menghitung hari saja."


"Baik Ayah, semoga kita semua diberi kesehatan hingga bisa mengurus semuanya dengan lancar tanpa kendala kesehatan, aamiin."


"Aamiin."


Akhirnya, keputusan pun telah di ambil dengan menyatukan acara resepsi pernikahan Myesha - Ilham dan Mahesa - Asifa menjadi satu dan di hari yang sama.

__ADS_1


Myesha dan Ilham pun akan sedikit dibuat repot. Selain harus mempersiapkan acara resepsi. Mereka juga harus mengurus berkas pernikahan ke kantor urusan agama untuk meresmikan pernikahan mereka hingga sah di mata hukum dan agama.


__ADS_2