
...🌸🌸🌸...
...~Happy Reading~...
*
Entah sudah berapa kali Ilham melirik ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat itu. Dan pintu itu masih saja belum terbuka, padahal seseorang yang ada di dalam sana sudah dari 30 menit yang lalu masuk ke dalam sana dan belum juga keluar.
Hingga membuat Ilham merasa khawatir dan akhirnya memutuskan untuk mengetuk pintu nya dan menanyakan keadaan sang istri yang masih ada di dalam sana.
Tok
Tok
"Sayang? Kamu baik baik saja kan? Kenapa lama? Ayo keluar, nanti masuk angin," seru Ilham dari balik pintu hingga membuat Myesha tersadar dari lamunan nya.
"Iya Mas, sebentar." jawab Myesha dengan sedikit berteriak.
Ceklek
"Kamu kenapa? Apa terjadi sesuatu? Kenapa lama sekali?" tanya Ilham saat Myesha keluar dari dalam kamar mandi.
"Tidak apa apa, Mas," jawab Myesha menahan rasa malu dan juga gugup nya.
Meski ini bukan pertama kalinya mereka tidur bersama. Namun, ini adalah malam Dimana Myesha sudah bersuci dan kembali menjalankan ibadahnya.
Dan tentu saja, sebagai seorang wanita dewasa Myesha paham betul apa yang harus dia lakukan dan dia berikan pada pria yang sudah menikahi nya.
"Lalu, kenapa lama sekali?" tanya Ilham lagi.
"Ti_tidak apa apa. Apa Mas sudah makan? Sudah sholat?" tanya Myesha mengalihkan pembicaraan demi mengurangi perasaan tegang dan juga gugup nya.
"Kan Sebelum kesini kita makan dulu. Dan Mas masih cukup kenyang. Kalau untuk sholat wajib juga sudah, memangnya kenapa?"
"Nggak, nggak apa apa. Ya sudah kalau begitu, aku sholat dulu ya." lanjut Myesha yang akhirnya memberitahukan secara tidak langsung pada Ilham jika dia sudah bersuci.
Toh tidak mungkin juga Myesha terus menutupi jika dia sudah bisa kembali menjalankan ibadahnya. Karena lambat laun Ilham akan tahu juga.
"Baiklah, Mas tunggu di sana ya," jawab Ilham yang belum menyadari sesuatu.
__ADS_1
Keduanya pun kembali memisahkan diri, beruntung tadi Ilham belum sempat menyentuhnya jadi Myesha tidak harus berwudhu kembali.
Myesha pun mulai menjalankan ibadah wajib yang sedikit tertinggal itu. Dan saat itulah, Ilham baru menyadari sesuatu yang membuat pria itu senyum senyum sendiri.
"Kenapa aku tidak menyadari jika istriku sudah mulai sholat ya?" gumam Ilham menatap Myesha yang tengah melakukan ibadahnya.
Saat melihat istrinya selesai beribadah, Ilham pun segera mendekati sang istri dengan senyuman yang penuh dengan arti.
"Sudah selesai?" tanya Ilham yang di angguki oleh Myesha.
"Iya, memangnya kenapa Mas?"
"Jangan dulu dibuka mukena nya. Kita lanjut sholat sunnah ya?"
Deg
Jantung Myesha berdetak lebih cepat saat Ilham mengajaknya untuk sholat sunnah. Myesha bukan wanita polos yang tidak tahu kemana arah tujuan Ilham mengajaknya melakukan dua rakaat sunnah itu.
"I_iya Mas," jawab Myesha menekan rasa gugup nya.
Setelah mendapatkan jawaban dari istrinya. Ilham pun bergegas pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Ilham pun langsung bersiap untuk menjadi imam untuk Myesha malam ini. Sholat sunnah pertama yang mereka lakukan setelah menikah satu minggu yang lalu.
Keduanya pun melakukan ibadah sunnah mereka dengan khusyuk. Sebaris doa kebaikan dipanjatkan oleh Ilham demi kelangsungan rumah tangganya dengan Myesha.
Sementara Myesha sendiri mengaminkan setiap doa yang diucapkan oleh Ilham. Termasuk doa diberi keturunan yang shalih dan shalihah.
Usai menutup doa nya, Ilham pun berbalik ke arah belakang untuk berhadapan dengan istrinya. Ilham mengulurkan tangan nya untuk disalami oleh istrinya.
Myesha pun meraih tangan sang suami lalu mencium punggung tangan pria itu penuh dengan ketulusan. Bagi Myesha, setiap kegiatan yang dilakukan nya bersama dengan Ilham, masih terasa seperti mimpi saja.
Seperti saat ini, dimana mereka beribadah berdua dengan Ilham yang menjadi imam untuknya. Bahagia sekali rasanya, kini Myesha bisa merasakan sendiri bagaimana indahnya karunia yang Allah berikan jika sudah menemui waktunya.
"Assalamualaikum, ya Zaujati," bisik Ilham setelah mencium kening Myesha.
"Wa_wa'alaikum salam, ya_ya Habibi," jawab Myesha terbata saking gugupnya.
"Bolehkah, jika malam ini aku meminta hakku sebagai seorang suami?" Bisik Ilham lagi yang berhasil membuat rona merah di wajah cantik Myesha.
__ADS_1
Myesha tak sanggup lagi berkata, namun anggukan kepala sudah menjawab pertanyaan dan permintaan dari Ilham.
Mendapat lampu hijau dari sang istri, Ilham pun langsung saja membantu Myesha melepaskan mukena yang saat ini tengah di pakainya.
Sreettt
Deg
Ilham tersentak kaget saat melihat penampilan Myesha di balik mukena yang dia kenakan saat ini. Sebuah dress tidur yang cukup menggoda iman tengah dipakainya.
Ilham tersenyum senang karena Myesha sudah mempersiapkan diri untuk malam pertama mereka malam ini.
"Cantik," bisik Ilham lagi saat melihat Myesha dalam balutan dress tidur yang tipis dan sedikit menerawang di beberapa bagian.
Tanpa banyak kata lagi, Ilham pun langsung membawa Myesha menuju ke arah ranjang dalam gendongan nya.
Sementara Myesha, kini hanya bisa pasrah pada apa yang akan di lakukan oleh Ilham pada dirinya. Toh mau tidak mau, hal ini suatu saat akan terjadi juga dan akan di alami oleh Myesha.
"Apa kamu yakin jika akan memberikan hak ku malam ini?" tanya Ilham lagi setelah membaringkan tubuh sang istri di atas ranjang.
"Aku milikmu Mas, lakukan lah, karena itu sudah menjadi hakmu yang harus aku berikan,"
"Apa kamu ikhlas memberikan nya malam ini?"
"Insya Allah Myesha ikhlas, Mas. Jadikan aku milikmu seutuhnya,"
Setelah mendengar jawaban dari Myesha, Ilham pun langsung menggumam kan doa sebelum berjimak di ubun ubun sang istri. Lalu mulai mencium kening Myesha cukup dalam dan lama.
Lalu setelah nya turun ke kedua mata Myesha, kedua pipi, hidung dan terakhir berakhir di bibir ranum milik sang istri.
Ilham mencium bibir Myesha dengan masih sangat kaku. Meski begitu, tak menyurutkan hasrat Ilham untuk memiliki Myesha seutuhnya malam ini.
Dengan mengandalkan insting seorang pria dewasa. Ilham pun akhirnya mampu mengeskplor seluruh bagian tubuh milik Myesha, hingga menimbulkan suara ******* dan lenguhan yang sangat seksi terdengar di telinga Ilham.
Dan hal itu, tentu saja semakin membangkitkan hasrat di dalam Ilham untuk segera menjadikan Myesha miliknya seutuhnya.
Ilham pun terus berusaha membangkitkan hasrat yang ada di dalam diri sang istri agar sang istri bisa mengimbangi permainan nya malam ini.
Sampai pada akhirnya, sebuah rintihan kesakitan pun keluar dari mulut Myesha. Bukan hanya rintihan saja. Namun bersamaan dengan suara rintihan itu, sebuah cakaran dari tangan lentik Myesha pun mendarat di bahu Ilham, menimbulkan rasa sakit dan juga perih karena goresan yang hasilkan oleh kuku cantik Myesha.
__ADS_1