
...🌸🌸🌸...
...~Happy Reading~...
*
“Bagaimana? kamu suka?” tanya Ilham memeluk erat tubuh Myesha dari arah belakang setelah keduanya tiba di kamar utama.
Myesha sendiri hanya mengangguk, karena suara nya tercekat oleh tangis haru yang tertahan. Menyadari ada yang aneh pada istrinya, Ilham pun langsung membalik tubuh sang istri dan alangkah terkejutnya Ilham saat melihat wajah Myesha yang sudah basah oleh air mata.
“Loh sayang, kamu kenapa?” tanya Ilham bingung saat melihat Myesha menangis dalam diam.
“Apa ada yang salah? Apa aku menyakitimu?” tanya Ilham lagi saat Myesha malah semakin terisak saat Ilham bertanya padanya, namun dijawab sebuah gelengan kepala.
“Lalu, kenapa kamu menangis?” tanya Ilham lagi saat Myesha menggelengkan kepalanya.
“Aku hanya sangat bahagia Mas. Dulu, bermimpi untuk menikah dengan kamu saja aku tidak berani, apalagi setelah mendapatkan penolakan yang kamu lakukan. Belum lagi, dengan kehadiran seorang wanita yang teramat sangat sempurna hingga aku menjadi sadar diri. Siapalah aku, mana berhak aku bermimpi menjadi seseorang yang berdiri di samping pria hebat sepertimu. Tapi kini, semua yang terasa mustahil untukku kini menjadi milikku dan berada dalam pelukkan ku,” jawan Myesha dengan di iringi isak tangis bahagia nya.
Myesha kembali merangsek masuk kedalam pelukan Ilham. Dan setelah mendengarkan penjelasan dari Myesha. Bukan cuma Myesha yang menitikkan air mata bahagia, namun Ilham juga.
Pria itu tidak menyangka jika ketulusan Myesha saat mencintainya mampu membawa pria itu masuk ke dalam jeratan cinta wanita itu.
“Terima kasih Mas, terima kasih karena sudah mewujudkan mimpi yang selama ini aku impikan. Mimpi yang hampir saja aku kubur dalam dalam setelah mendengar kabar pernikahanmu dengan nya,” lanjut Myesha yang berbicara di dalam dekapan hangat suaminya.
“Semua ini terjadi karena kuasa Tuhan dan kuatnya doa kita sayang. Maka, berterima kasihlah pada Tuhan karena telah mendengar doa kita yang kita langitkan di setiap sujud kita,” jawab Ilham.
“Maksud Mas?” tanya Myesha sambil mengurai pelukkan nya di tubuh Ilham, lalu menatap penuh tanya ke arah wajah sang suami.
__ADS_1
“Kamu tahu, saat Abah mengumumkan kabar pernikahan ku dengan Fathia, entah kenapa hati aku malah merasa begitu sakit dan hancur. Apalagi saat aku melihat wajahmu yang terlihat begitu sedih dan juga kecewa, membuat perasaan aku tidak karuan. Aku bahkan nekad mencari mu ke asrama putri untuk memastikan perasaan apa yang tengah aku rasakan saat itu.” jelas Ilham yang tentu saja hal itu membuat Myesha tercengang.
“Ba_bagaimana mungkin? Bukan nya dulu Mas sangat membenciku?” tanya Myesha tak percaya dengan kenyataan yang baru saja di katakan oleh Ilham.
“Itulah kuasa Tuhan yang maha membolak balikkan hati umatnya. Sejak saat itu, ingin rasanya aku membatalkan pernikahan itu dan pergi mencarimu. Namun aku tidak mampu melakukan nya saat ada nama Abah dan juga Abi yang di pertaruhkan. Akhirnya, aku pun hanya bisa pasrah dengan jalan takdir, namun tetap berdoa. Semoga kelak, kita dipertemukan dengan jalan takdir yang berbeda. Dan iya, kuasa Tuhan memang tidak akan pernah ada yang tahu, hingga akhirnya kita berada di sini dan bisa saling memeluk dengan begitu bebasnya.” jelas Ilham lagi yang dibenarkan oleh Myesha.
Memang benar, semua yang terjadi pada manusia tidak lepas dari skenario yang sudah di gariskan untuk mereka. Begitu pun dengan kisah cinta Myesha dan juga Ilham.
TIdak ada yang pernah menyangka jika pria yang dulu nya begitu membenci Myesha kini berbalik menjadi bucin akut pada wanita itu. Hingga akan terus menempel di setiap saat dan kesempatan yang ada.
“Tapi, aku masih penasaran loh Mas,” lanjut Myesha tiba tiba hingga membuat sebuah kerutan tipis di dahi Ilham.
“Penasaran? Penasaran tentang apa?” tanya Ilham bingung.
“Kenapa pernikahan Mas waktu itu bisa batal di detik detik ijab kabul akan berlangsung?” tanya Myesha masih kepo akut pada alasan kenapa pernikahan Ilham dan Fathia bisa batal dilaksanakan.
“Kegiatan yang berpahala? Apa itu Mas?”
“Kegiatan bikin calon anak kita, biar segera tumbuh untuk melengkapi pernikahan kita,” bisik Ilham tepat di depan wajah Myesha, hingga membuat mata Myesha membulat sempurna.
“Eh, kok?” ucap Myesha yang tidak bisa di lanjutkan karena Ilham langsung membungkam mulut Myesha dengan mulutnya.
Ilham pun kembali membawa sang istri terbang ke alam nirwana yang indah dan penuh dengan kenikmatan dunia namun penuh dengan pahala jika dilakukan dengan pasangan halal.
*(Kalau yang belum halal, halalkan dulu ya biar nggak menumpuk dosa. hihihi,)
"Terima kasih sayang, aku mencintaimu. Cup." Ucap Ilham setelah melakukan pelepasan dan menyemburkan bibit bibit kecebong miliknya di rahim sang istri.
__ADS_1
Myesha sendiri hanya menganggukkan kepalanya karena masih mengatur nafas yang masih terengah engah akibat ulah sang suami. Yang kembali mengajaknya bergulat siang siang di rumah dan dikamar baru mereka.
Usai melakukan aktifitas panas di ranjang, kedua pasutri itu pun akhirnya tertidur lelap dengan saling memeluk dengan keadaan tubuh yang masih sama sama polos. Ilham mendekap erat tubuh Myesha, seakan akan takut kehilangan wanita itu untuk kedua kalinya.
*
*
Menjelang siang, Myesha terbangun lebih dulu saat sayup sayup terdengar suara adzan berkumandang. Dengan mata yang masih mengantuk, Myesha pun memaksakan diri untuk bangun dan bergegas membersihkan diri untuk menjalankan ibadah empat rakaatnya.
Masih dengan menggunakan jubah mandi, Myesha pun membangunkan suaminya yang masih terlelap damai dalam tidurnya.
"Mas, bangun sudah waktunya sholat. Ayo bangun," ucap Myesha sedikit mengguncangkan bahu Ilham agar pria itu membuka matanya.
"Loh, kamu sudah mandi sayang?" Tanya Ilham sembari bangkit dari tidurnya dan mengambil posisi duduk.
"Iya, ayo cepat mandi. Kita sholat berjamaah,"
"Baiklah, tunggu sebentar ya. Mas mandi dulu,"
Ilham pun langsung bangkit dari duduknya lalu bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Atau lebih tepatnya untuk bersuci agar bisa menjalankan ibadah empat rakaatnya bersama sang istri.
Sementara Myesha sendiri tampak membuka sebuah koper yang berisikan pakaian yang dia bawa dari rumah kedua orang tuanya karena mulai hari ini, dia dan sang suami akan mulai tinggal di rumah baru mereka.
Setelah selesai membersihkan diri, Ilham dan Myesha pun mulai melaksanakan ibadah pertama mereka yang mereka lakukan di rumah baru itu.
"Nanti ada yang akan datang, orang yang akan membantu bersih bersih rumah dan masak saat kamu sibuk atau tidak sempat untuk memasak," ucap Ilham setelah keduanya selesai beribadah.
__ADS_1
"Siapa Mas?"