
"Dokter, bagaimana keadaan istri saya? Apa dia baik baik saja?" tanya Ilham saat dokter keluar dari ruangan pemeriksaan.
"Mari Pak, ikut saya kedalam biar saya jelaskan di dalam saja," jawab sang dokter mempersilahkan Ilham untuk masuk.
Saat Ilham masuk, Myesha sudah terlihat duduk di salah satu kursi yang ada di depan meja kerja dokter yang memeriksa keadaan Myesha yang di bawa kesana dalam keadaan pingsan.
"Sayang, bagaimana keadaanmu?" tanya Ilham yang langsung menghampiri istri yang sudah duduk di kursi.
"Sudah jauh lebih baik Mas, jangan khawatir. Aku baik baik saja," jawab Myesha tersenyum hangat pada sang suami yang terlihat begitu mencemaskan nya.
"Lalu, apa yang terjadi pada Istriku Dokter? Kenapa dia tiba tiba pingsan?" lanjut Ilham yang kini bertanya pada dokternya.
"Istri anda baik baik saja tuan Ilham, hal ini sudah biasa terjadi pada ibu hamil di trimester pertama. Perubahan hormon pada wanita hamil kadang membuat tubuh sering merasa kelelahan dan tidak jarang hal itu juga membuat kondisi tubuh drop dan jatuh pingsan. Namun semua akan baik baik saja karena itu adalah hal yang biasa, meski begitu. Ibu dan Bapak juga harus tetap berhati hati karena trimester pertama masih masa masa yang rawan. Hindari bekerja terlalu berat hingga menimbulkan rasa lelah yang berlebih dan hindari juga stress pada Ibu hamil. Usahakan supaya ibu hamil tetap dalam keadaan sehat dan bahagia," jelas dokter yang membuat Myesha dan Ilham tersenyum bahagia penuh rasa syukur.
"Baik Dokter kami akan mengingat pesan dari Dokter, terima kasih." jawab Ilham penuh dengan rasa syukur.
"Ini resep vitamin dan juga penambah darah yang harus di konsumsi oleh Ibu Myesha. Semoga sehat selalu ya Bu, sampai hari lahiran tiba,"
__ADS_1
"Iya Dokter, terima kasih. Kalau begitu kami permisi,"
"Iya Pak, Bu silahkan,"
Ilham dan Myesha pun segera pergi ke bagian obat untuk menebus resep yang tadi di berikan oleh dokternya.
Selagi menunggu, Ilham membawa Myesha untuk duduk di kursi tunggu karena antrian di sana ternyata cukup panjang.
Saat sedang menunggu, tiba tiba saja ada yang menyapa Ilham. Seorang wanita yang tengah hamil besar dengan seorang pria yang sedang membawa balita laki laki dalam gendongannya.
Wanita dengan wajah yang tidak asing lagi untuk Ilham, datang menyapa Ilham dan Myesha yang tengah menunggu obat Myesha.
"Fathia? Kamu di sini juga?" jawab Ilham menyambut hangat sapaan dari Fathia.
"Iya, habis cek kandungan. Ini istri Mas Ilham?" jawab Fathia sembari menanyakan perihal keberadaan wanita yang ada di samping Ilham.
"Iya, namanya Myesha. Sayang, kamu masih ingat kan sama Fathia?" jawab Ilham.
__ADS_1
"Iya Mas, masih. Selamat siang Mbak, calon anak kedua ya?" tanya Myesha berbasa basi di tengah kecanggungannya saat bertemu dengan mantan calon istri Ilham dulu.
"Alhamdulillah iya, Mbak Myesha juga sedang isi Kah?"
"Iya Mbak, insya Allah sudah jalan 3 bulan."
"Alhamdulillah, kalau begitu kami duluan ya Mas, Mbak. Si sulung sudah rewel," lanjut Fathia menunjuk putranya yang tampak merengek dalam gendongan ayahnya.
"Iya baik Mbak, silahkan."
Fathia dan suaminya pun akhirnya pergi meninggalkan Ilham dan Myesha untuk kembali ke rumah nya demi menenangkan putranya.
"Sekarang, sudah terjawab kan pertanyaan kamu yang menanyakan kenapa waktu itu Mas gagal menikah dengan Fathia," celetuk Ilham membuat Myesha menoleh ke arah suaminya.
"Jadi, waktu itu Mbak Fathia___,"
"Ssttt, cukup tahu saja. Jangan di jabarkan, tidak baik karena itu aib orang lain. Yang penting kamu sudah tahu kan alasan nya kenapa Mas tidak jadi menikah dengan nya," potong Ilham menyimpan jari telunjuknya di bibir Myesha.
__ADS_1