Jodoh Untuk Gus Ilham

Jodoh Untuk Gus Ilham
Bab.16


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


*


"Bareng saja, saya juga kebetulan akan pulang sekarang," jawab Ilham mengikuti langkah Myesha yang berjalan di depan nya.


Rasanya ingin sekali protes pada pria itu, tidak tahu apa jika selama pria itu ada di dekatnya. Myesha mencoba mati matian untuk menyembunyikan perasaan nya dan bersikap biasa biasa saja.


Namun, Ilham tampaknya tidak mengerti akan hal itu. Pria itu terus saja mengekori Myesha kemana pun gadis itu pergi. Dan jujur itu membuat Myesha kurang nyaman.


"Bun, kita pulang sekarang Yukkk. Aku lelah dan mau segera istirahat." bisik Myesha pada sang Ibu.


"Baiklah, ayo kita pamitan dulu sama tuan rumah nya." jawab Bunda Realyn yang langsung bangun dari duduknya lalu bergegas menghampiri sang suami untuk mengajaknya pulang.


"Baiklah, ayo. Kita pamitan dulu." lanjut Ayah Ardi saat di beri tahu jika putrinya sudah kelelahan.


Satu keluarga itu pun akhirnya berpamitan dengan keluarga calon mempelai wanita. Dan mereka akan kembali bertemu saat mempersiapkan pernikahan kedua anak nya yang rencananya akan di gelar 2 bulan setelah acara pertunangan berlangsung.


Myesha dan Ilham pun kembali berpisah karena harus pulang ke kediaman mereka masing masing. Banyak tanya yang muncul di hati Myesha prihal pernikahan Gus Ilham yang gagal.


Namun, meski begitu Myesha hanya bisa memendam nya di dalam hati karena merasa tidak memiliki hak untuk mengulik kehidupan pria itu jauh lebih dalam lagi.


Toh Mau sudah menikah atau pun belum. Ilham tetap tidak akan pernah menyukainya, dan hal itu Myesha sadari betul dari sikap Ilham dulu saat dirinya masih tinggal di pondok. Pikir Myesha saat ini, hingga gadis itu pun mencoba mangabaikan apapun tentang pria yang dulu dia perjuangkan.


"Kak, hari ini sibuk nggak?" tanya Mahesa di sela sarapan yang mereka lakukan sebelum beraktifitas di luar rumah.


"Memang nya kenapa Dek?" jawab Myesha.


"Bisa minta bantuan nya?"

__ADS_1


"Bisa, bantuan apa? Apa yang bisa Kakak bantu?"


"Temani Asifa fitting baju pengantin. Siang ini aku ada meeting penting dan tidak bisa menemani Asifa,"


"Oh, boleh. Jam berapa ke butiknya?"


"Jam 10 an, nanti Asifa yang akan jemput Kakak jika Kakak mau menemani nya,"


"Boleh, kebetulan Kakak juga tidak ada kegiatan apapun."


"Baiklah, terima kasih Kak. Nanti aku kabari Asifa agar datang untuk menjemput Kakak,"


"Iya,"


"Kalau begitu aku pergi dulu. Nanti aku kabari lagi jika Sifa sudah membalas pesanku,"


"Iya Dek, hati hati."


Beruntung Asifa bukan tipe perempuan yang manja yang mengurus segala sesuatu nya harus di lakukan dengan pasangan.


Wanita muda itu begitu mandiri dan sabar. Bahkan saat fitting baju pengantin yang harus nya di lakukan oleh pasangan, Asifa terpaksa melakukan nya seorang diri karena Mahesa yang terlampau sibuk di kantor.


Namun Asifa tidak pernah mempermasalahkan hal itu dan tetap melakukan fitting baju pengantin itu sendirian dan hanya di temani oleh calon kakak iparnya, yaitu Myesha.


"Maaf ya Kak, kami jadi merepotkan Kakak," ucap Sifa setelah dia dan juga Myesha berada di dalam mobil milik Sifa.


Sesuai janji, Sifa datang menjemput Myesha untuk menemaninya fitting baju pengantin. Karena Mahesa yang tidak bisa hadir karena kesibukan nya di kantor.


Beruntung Mahesa memiliki seorang Kakak yang sudah kembali dari luar negeri hingga dia bisa minta tolong pada sang kakak untuk menemani calon istrinya menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk acara pernikahan mereka nanti.

__ADS_1


"Tidak apa apa, Kakak juga tidak ada kegiatan. Anggap saja ini jalan jalan, jadi jangan merasa sungkan seperti itu. Justru Kakak yang harus nya minta maaf. Maaf ya karena Mahesa selalu sibuk dengan pekerjaan nya hingga dia tidak bisa menemanimu mempersiapkan pernikahan kalian," jawab Myesha.


"Tidak apa apa Kak, Mas Mahesa kan kerja. Bukan hanya main main saja, jadi tidak masalah. Lagi pula aku bisa melakukan nya sendiri kok, kan di bantu sama keluarga yang lain dan Kakak juga." jawab Sifa yang memang memaklumi kesibukan calon suaminya.


"Kamu mandiri sekali sih Sifa, Kakak iri deh. Mahesa beruntung sekali dapat istri seperti kamu," lanjut Myesha yang memang mengagumi sikap Sifa yang tidak terlalu bergantung pada Mahesa.


Setelah menghabiskan waktu selama hampir satu jam. Akhirnya, mobil yang dibawa oleh Sifa tiba di sebuah halaman sebuah galery pernikahan.


Kedua wanita berhijab itu mulai memasuki gedung yang memiliki ukuran cukup besar dari sebuah butik pakaian biasa. Kedua nya tampak di sambut hangat oleh pegawai yang sudah cukup mengenal Sifa.


Sifa memang sempat bekerja di sebuah WO ternama dan sering menemani para klien nya mencari gaun pengantin. Dan galery ini merupakan salah satu dari sekian banyaknya, yang menjadi langganan Sifa untuk mencari gaun pengantin yang di cari oleh para klien nya.


Namun, setelah menerima pinangan dari Mahesa Sifa pun akhirnya berhenti karena ingin fokus dengan keluarga baru yang akan dia bangun bersama dengan Mahesa.


Posisi Mahesa yang seorang CEO pun sudah cukup untuk menafkahi Sifa dan anak anak nya kelak. Jadilah, kini Sifa hanya berdiam diri di rumah dan hanya disibukan dengan persiapan pernikahan nya dengan Mahesa saja.


"Selamat siang Mbak Sifa, anda sudah ditunggu sama Madam Rosa di lantai atas," sambut salah satu karyawan di galery pernikahan itu saat Sifa dan juga Myesha memasuki gedung.


"Iya Mbak Mel, terima kasih. Saya naik ya," ijin Sifa penuh dengan sopan santun.


"Iya Mbak, silahkan."


Sifa pun akhirnya berjalan menuju ke lantai dua dan di ikuti oleh Myesha yang menatap kagum pada gaun gaun pengantin yang terlihat indah dan cantik yang terpajang di sebuah manekin yang ada di sana.


Bak masuk ke negeri dongeng, Myesha menatap takjub pada gaun gaun pengantin yang besar dan mewah yang ada di sana.


"Masya Allah, indah indah sekali gaun nya." gumam Myesha saat melihat semua gaun yang terpajang di beberapa manekin.


Assalamu'alaikum Madam, bagaimana kabarnya? Maaf kami sedikit terlambat." sapa Sifa dengan mengatupkan tangan pada wanita setengah pria itu.

__ADS_1


"Waalaikumsalam Sifa, ya seperti yang kamu lihat. Madam selalu baik baik saja," jawab pria setengah wanita itu tidak berani mendekat pada kedua gadis berhijab itu.


Orang yang biasanya begitu akrab saat menyapa klien nya dengan cipika cipiki, namun saat berhadapan dengan wanita berhijab. Madam Rosa hanya menyapa dari jarak aman karena dia menyadari jika mereka bukanlah mahram.


__ADS_2