
...🌸🌸🌸...
...~Happy Reading~...
..."Sebelum lanjut, othor minta maaf sebelum nya ya kalo akhir akhir ini othor baru bisa up malam hari di karenakan othor lagi rawat anak anak yang ke 33 nya sakit dalam waktu yang berbarengan. Jadi maaf buat reader menunggu. Semoga tidak kapok dan kabur ya...love banyak banyak untuk kalian readerku tersayang."...
*
Ilham mengerjapkan matanya saat sayup sayup mendengar suara adzan subuh berkumandang. Bibir nya tertarik membentuk sebuah senyuman saat netranya menangkap sosok wajah cantik yang masih terlelap dalam dekapan nya.
Apalagi saat ingatan nya kembali ke kejadian tadi malam dimana Ilham akhirnya bisa menjadikan Myesha miliknya seutuhnya karena tadi malam.
Ilham dan Myesha akhirnya menyatu seutuhnya, dan telah menjadi suami istri sesungguhnya karena telah menjalankan ibadah sunnah mereka dalam sebuah penyatuan.
"Terima kasih, karena sudah menjaga nya dengan sangat baik untuk kamu berikan pada suami mu. Dan aku, adalah pria yang beruntung yang bisa menjadi suamimu," gumam Ilham kembali membenamkan kecupan sayang di kening Myesha.
Merasakan ada pergerakan di samping nya, Myesha pun akhirnya mulai membuka mata indahnya. Myesha tersenyum tipis saat membuka matanya, wajah Ilham lah yang menjadi pemandangan pertama yang wanita itu lihat.
"Selamat pagi sayang," bisik Ilham dengan suara seraknya, khas orang bangun tidur.
"Pagi juga Mas, ini jam berapa? Kenapa Mas sudah bangun?" Tanya Myesha yang masih merasa begitu mengantuk.
"Ini sudah subuh sayang, ayo bangun. Kita harus sholat subuh," jawab Ilham yang di angguki oleh Myesha.
Namun, saat akan bangkit Myesha begitu kaget mendapati dirinya dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya.
Merasa kaget dan juga malu, Myesha pun mengurungkan niatnya untuk bangun dan kembali menarik selimut guna menutupi tubuh polosnya.
"Loh sayang, kenapa? Bukan nya kita harus mandi?" Tanya Ilham yang sudah memakai celana boxer miliknya dan berniat masuk ke dalam kamar mandi namun urung dia lakukan saat melihat Myesha kembali berbaring dengan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Mas duluan saja, nanti kita bergilir pakai kamar mandi nya," jawab Myesha yang sebenarnya sangat malu dengan keadaannya saat ini.
__ADS_1
"Sakit ya? Belum bisa jalan?" Tanya Ilham yang membuat Myesha menatap penuh dengan tanya.
Tanpa bertanya lagi, Ilham pun kembali mendekati ranjang lalu langsung saja mengangkat Myesha dalam gendongan nya hingga membuat istrinya itu memekik karena kaget.
"Aww, Mas. Turunin, aku bisa jalan sendiri," pekik Myesha saat Ilham menggendongnya lalu membawanya ke kamar mandi.
"Kita mandi bareng, janji hanya mandi kok. Nanti keburu habis waktu subuhnya kalau kita mandinya gantian." Jawab Ilham dengan santainya membawa Myesha ke dalam kamar mandi dalam gendongan nya.
"Tapi__,"
"Tidak perlu malu, aku sudah melihat semuanya," sela Ilham saat istrinya akan kembali protes.
Melihat suaminya yang kekeh mau mandi bersama, Myesha pun hanya bisa pasrah dan mengikuti apa yang diinginkan suaminya.
Beruntung, Ilham memenuhi janji nya untuk mandi bersama. Iya, keduanya hanya mandi bersama saja dengan Ilham yang membantu Myesha menggosok tubuh nya yang terasa lengket karena sisa peluh yang dihasilkan dari pergulatan panas keduanya semalam.
Setelah menyelesaikan urusan permandian, Ilham dan Myesha pun lanjut beribadah dua rakaat wajib mereka di dalam kamar hotel.
Entah di jam berapa Ilham dan Myesha tertidur, yang pasti. Ilham dan Myesha mulai tertidur setelah Ilham melakukan 3x pelepasan nya, dan Myesha sudah benar benar tepar dibuatnya.
Merasa tidak tega saat melihat sang istri yang sudah kehabisan tenaga. Ilham pun akhirnya menyudahi permainan panas mereka dan membiarkan istrinya untuk tertidur.
Dan kini, keduanya pun terlihat kembali memejamkan mata mereka setelah selesai beribadah subuh dan baru terbangun saat siang menjelang.
"Selamat pagi menjelang siang sayang," sapa Ilham saat Myesha kembali membuka matanya.
"Pagi juga Mas, ini jam berapa?" Tanya Myesha dengan mata yang masih sayu dan suara yang serak.
"Sudah jam 9 sayang, ayo bangun. Kita harus sarapan," jawab Ilham yang membuat Myesha tersentak kaget.
Pasalnya, Myesha tidak pernah bangun sesiang itu. Dan kini, Myesha bangun saat hari menjelang siang apalagi saat bersama dengan suaminya. Sungguh, malu sekali rasanya.
__ADS_1
"Apa? Jam 9? Loh, kenapa nggak bangunkan aku sih Mas?" Seru Myesha langsung bangkit dari tidurnya.
Sementara Ilham, hanya tersenyum tipis melihat tingkah sang istri yang langsung bergegas bangun lalu pergi ke kamar mandi yang disusul oleh Ilham dibelakang nya.
"Tenang saja sayang, memangnya mau kemana sih buru buru bangun juga," jawab Ilham memeluk erat tubuh Myesha dari arah belakang saat Myesha berdiri di depan wastafel untuk mencuci muka dan gosok gigi.
"Tapi ini terlalu siang untuk bangun Mas. Apa lagi Mas kan harus ke kantor,"
"Mas masih cuti sayang, jadi. Mari kita habiskan waktu yang tersisa dengan bermalas malasan di kamar saja. Dan biar tidak bosan, bagaimana kalau kita lanjutkan yang semalam. Sepertinya mencoba di sini seru juga," jawab Ilham berbisik nakal tepat di telinga Myesha, hingga membuat tubuh gadis itu meremang.
"Tapi di__mmfffttt,"
Belum sempat Myesha menjawab, Ilham sudah terlanjur membungkam mulut Myesha dengan mulutnya. Ilham kembali menghisap dan ******* habis bibir ranum Myesha.
Dan jika sudah begini, Myesha pun hanya bisa pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh suaminya pada diri dan juga tubuhnya.
Toh setiap sentuhan yang diberikan oleh Ilham benar benar bisa membuat Myesha melayang dan hanyut dalam permainan sang suami.
Dan akhirnya, keduanya pun kembali merengkuh manis madunya dari sebuah hubungan halal. Hingga suasana pagi yang biasanya diisi oleh udara dingin pun kini terasa begitu panas, penuh dengan gairah.
*
*
"Pulang dari sini, kita langsung pindah ya? Kebetulan rumah yang aku siapkan telah selesai siap untuk di huni," ucap Ilham di sela sarapan keduanya siang ini.
Iya, mereka baru bisa menikmati sarapan setelah jam menunjukan pukul 11 siang karena Ilham terus saja mengerjai istrinya dengan terus saja mengurung sang istri di bawah kungkungan nya.
Dan Ilham pun baru bisa berhenti setelah Myesha mengeluh lapar dan kelelahan saat harus terus meladeni hasrat sang suami yang terus saja membara saat mereka hanya berdua saja seperti saat ini.
"Terserah Mas saja. Aku yakin, Ayah sama Bunda juga tidak akan keberatan. Toh sekarang ini, aku sudah menjadi tanggung jawab Mas seutuhnya,"
__ADS_1
"Baiklah kalau bagitu, nanti setelah pulang kerumah. Mas akan minta ijin sama Ayah dan Bunda untuk membawamu pindah ke rumah pribadi kita."