
...🌸🌸🌸...
*
"Kakak nggak nyadar ya? Benar benar nggak tahu?" tanya Zayden lagi yang di jawab gelengan kepala oleh Myesha.
"Masa Kakak nggak nyadar sih?"
"Nyadar tentang apa?"
"Tentang pria tadi?"
"Memang nya ada apa dengan Gus Ilham?"
"Pria itu menyukai Kakak dan saat ini dia tengah cemburu karena melihat kita berdua," jelas Zayden yang membuat Myesha mengerutkan dahinya.
"Ngaco kamu," jawab Myesha.
"Nggak kamu, nggak Bunda, mikirnya kayak gitu. Aneh," lanjut Myesha lagi.
"Kok aneh sih Kak? Aku tuh laki-laki Kak dan aku tuh tahu apa yang sedang dia rasakan pria tadi terhadap Kakak saat ini," jelas Zayden lagi.
"Udah deh nggak usah ngawur. Lagian kalau dia suka sama Kakak, dia nggak akan pernah nolak Ka__uppsss," jawab Myesha langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Menolak? Ohoho, rupanya Ada kisah menarik ternyata," ucap Zayden menatap penuh selidik pada Myesha.
"Udah jangan banyak ngomong, ayo cepat kita pergi. Kita sudah ditunggu sama bunda di rumah Oma," lanjut Myesha mengalihkan pandangannya ke arah jendela mobi.
Sungguh, malu sekali rasanya saat kisah kelamnya dulu. Saat cintanya bertepuk sebelah tangan diketahui oleh orang lain. Terlebih itu Zayden, si pemuda tengil yang hobinya jahilin orang terutama anggota keluarganya.
Setelah menempuh perjalanan selama hampir satu jam. Akhirnya mobil yang di bawa oleh Zayden memasuki sebuah halaman rumah besar dan mewah.
Sebuah rumah yang di tempati oleh Oma Erika dan juga Opa Doni setelah mereka memutuskan untuk kembali dari luar negeri dan kembali menetap di tanah air untuk menghabiskan masa tua mereka bersama anak anak dan cucu mereka.
Zayden dan Myesha pun turun secara bersamaan, lalu keduanya berjalan masuki kawasan rumah besar itu. Myesha lebih dulu masuk kedalam rumah serta mengucap salam kepada orang rumah.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum," ucap Myesha saat memasuki rumah, yang di sambut oleh sang nenek dengan begitu hangat nya.
"Wa'alaikum salam, sayang. Kamu sudah datang Nak?" jawab Oma Erika memeluk tubuh ramping Myesha yang terbalut dengan pakaian muslimah syar'i nya.
"Iya Oma, Oma sehat? Maaf Myesha baru sempat kemari," jawab Myesha yang memang baru sempat mendatangi Oma nya sepulang nya dari luar negeri.
"Tidak apa apa sayang, Oma tahu kalau kamu mungkin masih cape dan harus bantuin Mahesa juga mempersiapkan pernikahan nya. Ayo, lebih baik kita ngobrol di dalam saja,"
"Aku, nggak di sapa Oma?" tanya Zayden tiba tiba, mengalihkan perhatian Oma Erika dan juga Myesha, lalu menatap pemuda yang berdiri di belakang Myehsa.
"Ngapain nyapa kamu? Bukan nya selama ini kamu tinggal di sini? Kenapa juga harus menyapa orang yang setiap hari ketemu," jawab Oma menatap sebal pada cucu yang tengil itu.
"Sudah Oma jangan di ladeni, ayo lebih baik kita masuk saja," sambung Myesha menarik sang Oma untuk masuk ke dalam.
Myesha dan Oma Erika pun langsung masuk ke arah dalam. Sementara Zayden mengekori keduanya dari belakang.
Ketiga nya pun beranjak menuju ke ruang keluarga. Dimana seluruh keluarga nya tengah berkumpul di sana.
"Halo Om, tante, Zia, sehat?" sapa Myesha pada kedua orang tua Zayden dan juga adik dari Zayden yang sudah ada di sana bersama dengan ibunya, Bunda Realyn.
"Alhamdulillah sehat sayang, kamu sendiri bagaimana? Bagaimana rasanya tinggal di Kairo? Apa menyenangkan?" jawab Mama Ayana menyambut keponakan nya penuh dengan kehangatan.
"Alhamdulillah sehat Tante, cukup menyenangkan dan Myesha cukup betah tinggal di sana."
"Ada rencana balik lagi kesana Sha?" tanya Papa Ardan ikut nimbrung mengobrol dengan kedua wanita itu.
"Belum tahu Om, mungkin setelah pernikahan Mahesa akan di pikirkan lagi," jawab Myesha.
"Kamu sudah datang Sha?" tanya Ayah Ardi yang baru saja keluar dari ruang kerja bersama dengan Opa Doni.
"Iya Yah, baru selesai makan siang langsung ke sini," jawab Myesha menyalami dengan takzim tangan sang Ayah.
"Nanti malam, setelah makan malam. Ada yang ingin Ayah bicarakan," ucap Ayah Ardi menatap serius pada putrinya.
"Ada apa Yah? Kok sepertinya serius?" tanya Myesha saat melihat raut wajah sang ayah yang tampak begitu serius saat menatap nya.
__ADS_1
"Lumayan serius. Mumpung kita juga lagi berkumpul sekalian saja minta pendapat yang lain nya juga,"
"Iya Yah, baiklah."
.
*
*
.
Menjelang sore, suasana rumah pun kian ramai dengan ke datangan Mahesa dan juga Asifa di sana. Ini adalah makan malam keluarga Kusuma Wijaya dengan format lengkap.
Karena tidak hanya ada keluarga Ayah Ardi lengkap dengan kedua anak ditambah calon menantunya. Bahkan keluarga Papa Ardan pun tampak membawa kedua putra putrinya, Zayden dan juga Ziyana.
Papa Ardan dan juga Mama Ayana memang tidak tinggal di tanah air. Keduanya lebih memilih menetap di Singapura untuk meneruskan perusahaan Opa Doni.
Sementara Zayden sudah hampir satu tahun dia memilih ikut bersama Oma dan Opa nya ke tanah air dan mulai bekerja di kantor Ayah Ardi bersama Mahesa.
Sementara Ziyana sendiri kini masih mengenyam pendidikan kedokteran di salah satu universitas ternama di Singapura.
"Oma sama Opa senang sekali bisa berkumpul seperti ini. Ke depan nya, sering sering lah datang kemari untuk berkumpul menghabiskan waktu selagi kami masih ada." ucap Opa Doni dengan mata yang berkaca kaca menatap seluruh anggota keluarga nya.
Rasanya masih seperti mimpi, jika kisah peliknya di masa lalu akan berakhir bahagia dengan anak dan cucu yang kini tengah berkumpul bersama di rumah nya.
"Opa jangan bilang begitu, Opa sama Oma harus tetap sehat sampai Myesha menikah dan punya anak nanti," ucap Myesha memeluk erat tubuh sang kakek.
Pria yang memiliki hubungan cukup dengan Myesha setelah sang Ayah. Opa Doni selalu menjadi pendengar yang baik kala Myesha mencurahkan isi hatinya.
Termasuk saat Myesha jatuh cinta pada seorang pria. Dan hanya kepada Opa Doni lah Myesha bisa berkata jujur. Dan menceritakan semua nya, dengan catatan Opa Doni harus merahasiakan nya dari semua orang termasuk kedua orang tua Myesha sendiri.
"Kalau begitu cepat lah menikah Sha. Kami ini sudah semakin tua, dan kami juga tidak tahu kapan kami di panggil oleh yang maha kuasa." sambung Oma Erika.
"Mumpunh sedang di bahas, ada yang ingin Ayah katakan Sha," lanjut Ayah Ardi.
__ADS_1
"Ada apa Yah? Masalah tadi ya? Kenapa memang nya?" tanya Myesha penuh dengan tanda tanya.
"Begini, seseorang telah mendatangi Ayah dan dia meminta ijin dan juga Restu untuk mengkhitbah mu Nak. Bagaimana? Apa kamu bersedia?" ucap Ayah Ardi yang membuat Myesha tertegun.