Kakak Beradik Tak Sedarah

Kakak Beradik Tak Sedarah
episode 28


__ADS_3

nathan membuka membuka matanya saat rehaan keluar dari kamar. syah membantu nathan bersabar dengan menumpung bantal.


nathan"aku kenapa?"


syah"kak baik2 saja. ada kabar baik,sekarang kak nathan sedang hamil dan dilihat dari gejalanya aku bisa pastikan darah daging mas rangga sedang tumbuh didalam sini(mengusap perut nathan)seandainya saja aku juga bisa merasakannya,aku pasti akan menikmatinya. kak sepertinya mas rangga sudah menaruh hati padamu aku bisa melihat setiap dia khawatir saat terjadi sesuatu padamu. aku rasa perasaan yang awalnya ditunjukan padaku akhirnya beralih padamu(nathan menggeleng)kau tidak perlu merasa bersalah padaku. kau berhak mendapatkan cinta mas rangga karna kau bisa memberikan apa yang tidak bisa ku berikan."


nathan"syah..."


belum sempat nathan mengatakannya gitta tiba-tiba masuk.


gitta"syah kau akan berangkat ke pabrik sekarang atau nanti. jika berangkat nanti aku akan berangkat lebih dulu"


syah" aku akan berangkat sekarang. kak nathan aku pergi dulu. jaga dirimu baik² kata dokter dia lemah didalam sana."


nathan"syah"


syah mengecup pipi dan bibir nathan lalu keluar dari kamar nathan diikuti gitta yang bahkan enggan menatapnya. nathan mengusap perutnya.


nathan" bagaimana aku menjelaskannya padamu,aku tidak berkeingin ada dihati mas rangga. tidak pernah"


...----------------...


didalam mobil nasyah dan gitta


syah"kak gitta,aku lihat sikapmu pada kak nathan berubah beberapa hari terakhir ini. apa kalian sedang bertengkar?"


gitta"enggak, kami baik² saja tidak lagi bertengkar"


syah"lalu kenapa kau langsung pergi tanpa mengucapkan selamat padanya atas kehamilannya?"


gitta"nathan sedang hamil?(Pura-pura tidak tau)aku tidak tau. nanti sore saat pulang aku akan ngucapin selamat padanya. andai saja aku tau tadi sudah aku ucapin"


syah"terserah kak gitta. tapi aku tidak mau perubahan sikap kak gitta mengandung hal berbahaya. terakhir kali orang yang bersikap seperti ini sudah berakhir di Antartika, jangan sampai kak gitta juga berakhir seperti dia"


gitta tak menjawab lebih fokus kearah jalan.


...----------------...


8 bulan kemudian


usia kandungan nathan baru menginjak 8 bulan sebuah keajaiban kandungan nathan bisa bertahan hingga bulan ke 8 setelah kondisi terus menurun karna kandungan yang semakin melemah mengharuskan nathan tetap beristirahat total.


didapur salah satu maid sedang menyiapkan makan siang untuk nathan dia membawa makanan itu kekamar nathan menaruhnya dimeja dekat tempat tidur


maid"nyonya makanan saya taro sini berserta obat dan vitaminnya"


nathan" baiklah kau boleh pergi,kesini lagi setelah 15 meninggal untuk ngambil piring kotornya.tunggu(memperhatikan wajah maidnya) kau maid baru?"


maid"ya nyonya,saya maid baru yang bertugas mengurus anda"


nathan"yasudah pergilah. ingat pesanku tadi kan?"


maid itu mengangguk lalu pergi dan nathan mulai memakan makanannya setelah itu meminum obatnya.sesuai perintah maid itu kembali dan membawa piring kotor nya maid itu sempat melirik kearah nathan yang fokus dengan ponselnya. setelah itu keluar dari kamar. nathan menangkap gelagat mencurigakan dari maid barusan tapi nathan tak ambil pusing.nathan menyimpan ponselnya lalu berbaring untuk tidur siang.


tapi sebelum terlelap nathan merasakan dadanya tiba-tiba sesak dan sulit bernafas tenggorokannya tiba-tiba terasa panas. kondisi nathan yang memang sudah lemah berjalan tertatih-tatih keluar dari kamarnya. nathan melihat seluruh rumah sepi,8 maid yang biasa lalu lalang melakukan pekerjaannya tak terlihat satupun termasuk maid yang membawakan makan siangnya. nathan mulai terbatuk² tidak lama disusul darah yang keluar dari mulutnya bercampur busa. rasa sakit didadanya mulai menyerang kebagian perutnya.


nathan tak lagi sanggup berjalan saat sakit menyerang perutnya. tubuh nathan luruh ke lantai tak jauh dari kamarnya saat sakit terus menggerogoti sekujur tubuhnya. darah terus keluar dari mulutnya dan nathan bisa merasakan cairan kental mulai mengalir di area bawah sana. pandangan nathan trus kabur sebelum kesadaran habis nathan sempat memanggil nama nasyah lirih setelah itu nathan tak sadarkan diri.


bersamaan dengan itu nasyah mendengar ada yang memangil namanya, bersamaan foto yang terpajang didinding jatuh dan pecah. syah memungut bingkai foto yang terjatuh. foto mereka berempat syah,nathan, gitta dan niar dan kaca yang pecah pas dibagian foto nathan. dada nasyah tiba-tiba ikut sakit. syah menaruh bingkai foto itu mengambil kunci mobil dan langsung pergi. kepergian syah dari pabrik diawasi oleh gitta yang memang sedang tidak jauh dari area mobil.


didalam mobil.


syah menghubungi rangga untuk segera pulang karna sekarang dirinya terjebak macet dijalan..


syah" mas rangga(dengan nafas yang sesak) pulang,,,kerumah sekarang,,, perasaanku tidak enak,,, jangan sampai,,,terjadi sesuatu,,, pada kak nathan"


rangga"syah kau kenapa? kenapa seolah kau kesulitan bernafas.?"


syah" jangan,, fikirkan aku,, pulang,,, sekarang..."


syah memutus sambungan telfon dan terus meng klakson kendaraan didepannya..


syah"kau harus bertahan syah.. jangan ikut lemah,, kalau kau ikut lemah..nyawa kalian berdua tidak akan selamat.. kau harus terus bernafas"


dikantor.


setelah syah memutuskan sambungan telfonnya. rangga bergegas keluar keruang dan berpapasan dengan kevin yang baru kembali membeli makan siang untuk tuannya.


rangga" kita pulang sekarang kevin"

__ADS_1


rangga berjalan setengah berlari kearah lift diikuti kevin yang kebingungan akan sikap tuannya itu. tapi tanpa banyak bertanya dia ikutan bergegas karna paham ada hal darurat.


lokasi kantor rangga yang sedikit dekat dari rumah dari pada lokasi syah sekarang membuat rangga lebih dulu tiba dirumah. tanpa menunggu mobil terparkir sempurna rangga turun dari mobil dan berlari kedalam rumah. kosong. itulah kata yang pas untuk mendeskripsikan suasana rumah sekarang. rangga langsung berlari menaiki tangga menuju kamar nathan. dan saat tiba di lantai atas rangga sudah dikejutkan melihat kondisi nathan yang tergeletak dilantai. kevin juga baru sampai diatas dan ikut terkejut melihat kondisi nyonya keduanya itu. rangga mendekati nathan mengapit kepala nathan ke pelukannya. kevin dan rangga bisa melihat secara jelas kondisi nathan yang bersimbah darah yang keluar dari mulutnya atau dari bawah apalagi dibawah sana darah sudah bagaikan lautan. dress yang awalnya putih berubah menjadi merah.


rangga"aini."


rangga langsung membopong tubuh aini turun kebawa dan membawanya kerumah sakit diluar syah baru tiba dan terkejut melihat kondisi nathan.


syah"mas rangga, kak nathan..pakai mobilku saja mas.."


kevin membuka pintu untuk memudahkan tuannya masuk rangga masuk dan memangku nathan tak perduli pakainya yang berwarna biru itu sudah berganti dengan warna darah dari nathan. syah langsung mengambil alih kemudi kevin duduk disamping nasyah. nasyah langsung tancap gas menuju rumah sakit. dengan kecepatan tinggi.


...----------------...


dirumah sakit.


rangga nasyah dan kevin menunggu diluar ruangan ICU. sudah 2 jam mereka menunggu dokter yang sedang menangani nathan. nasyah masih merasakan sesak didadanya walau tak separah tadi. rangga melihat kearah nasyah yang sedang duduk menatap lantai sambil memegang dadanya.


rangga" nasyah, mas sampai melupakanmu. kau baik² saja, apa perlu kau diperiksa juga?"


syah"tidak perlu mas. kak nathan baik² saja,itu sudah cukup untukku"


rangga memeluk nasyah dan nasyah menurut saja saat rangga memeluknya.


tidak lama dokter keluar. nasyah dan rangga langsung mendekati dokternya.


rangga"bagaimana keadaan istri dan calon anak kami dokter?mereka baik² saja kan?"


dokter"pasien kehilangan banyak darah. melihat kondisi tadi kami berfikir keduanya tidak selamat, tapi ternyata Tuhan masih memberikan kesempatan untuk mereka hidup. kondisi ibu dan bayi dalam kandungannya baik² saja. tuan dan nyonya nasyah bisa bernafas lega sekarang. dan ya dokter kandungan menyarankan operasi sesar dalam waktu dekat karna tak memungkinkan nyonya nathan melahirkan secara normal.


rangga"baiklah nanti kami diskusikan"


syah"tapi tunggu dokter,apa pemicu yang menyebabkan kondisi kakak saya seperti itu?"


dokter itu menarik nafas dalam² sebelum mengatakan sesuatu.


dokter"racun"


rangga"apa racun"(terkejut)


syah"racun lagi? sebelum 8 bulan terakhir kak nathan sudah diracun 2 kali. sekarang racun menyerangnya lagi."


dokter"bahkan racun yang sekarang jauh lebih mematikan dari sebelumnya, terlihat dari reaksi racun itu bekerja. tapi untungnya tak berhasil meregang nyawa. kalau begitu saya permisi dulu untuk mengecek perkembangannya"


syah dan rangga mengangguk


syah"bagaimana bisa racun itu masih ada dan jauh lebih mematikan. aku sudah menyuruh kak gitta menyelidiki siapa pelakunya. bahkan aku sudah menganti maid beberapa kali untuk mengurus semua keperluan kak nathan. tapi aku dan kak gitta masih kecolongan. sebenarnya siapa pelaku sebenarnya"


syah seakan ingin menghancurkan tembok saja untuk melampiaskan kemarahannya.


rangga"kevin pulang kerumah selidiki semua maid dan lihat CCTV-nya apakah ada pergerakan mencurigakan yang tertangkap kamera. dan ya. cari tau kemana semua maid pergi dan membiarkan rumah itu kosong begitu saja"


kevin"baik tuan"(kevinpun pergi)


syah"kosong?"(menatap rangga serius)


rangga"ya kosong. saat aku dan kevin tiba aku tidak melihat satupun maid yang melakukan pekerjaan seperti biasanya. seolah semua sudah direncanakan supaya tidak ada yang menolong aini seorang pun"


syah"lalu kemana perginya rehaan?"


rangga"rehaan ada disekolahnya. kau kan tau sendiri rehan sudah mulai sekolah semenjak aini mengalami keracunan pertama kali dan rehaan akan tetap disekolah sampai salah satu diantara menjemputnya disore hari."


syah"syukurlah.aku tidak bisa membayangkan reaksi rehaan saat melihat mamanya dengan kondisi seperti itu."


rangga" aku juga"


...----------------...


ditempat lain


seorang wanita mengebrak meja saat mendengar kabar dari salah satu anak buahnya


"bagaimana mungkin dia dan bayinya tetap selamat selamat setelah racun sudah ku berikan 5× lipat dari sebelumnya... aaaaahhhh""


wanita itu mengobrak abrik mejanya melampiaskan kemarahannya.


...----------------...


kembali kerumah sakit.

__ADS_1


syah duduk disamping nathan yang belum sadarkan diri. rangga duduk disofa tidak jauh dari syah dan nathan.


syah"maafkan aku kak, aku lagi² gagal menjagamu."


nathan" kau tidak gagal,mungkin memang ini harus terjadi"


syah"kak nathan, mas rangga kak nathan sudah sadar."


syah mencium tangan nathan yang dia genggam melihat nathan sudah sadar. rangga mendekati nathan lalu memencet tombol yang menempel ditembok memanggil dokter. tidak lama dokter datang dan memeriksa kondisi nathan.


dokter"syukurlah kondisi ibu dan anaknya jauh lebih baik. dan ya lebih baik nyonya nathan tetap dirawat sampai jadwal operasi sesar sudah dilakukan supaya kami lebih mudah memantau keadaannya."


syah dan rangga mengiyakan saran dokter bersamaan. setelah itu dokter keluar.


...----------------...


1 minggu kemudian


kondisi nathan jauh lebih membaik dan syah tidak meninggalkan nathan sendirian. syah tidak ingin kejadian 1 minggu yang lalu terulang lagi dirumah sakit.


syah" kak aku tinggal ke kantin sebentar ya untuk cari makanan. kak nathan mau nitip sesuatu"


nathan menggeleng. syah lalu meninggalkan nathan sendirian di kamar rawatnya. setelah syah meninggalkan ruangan nathan mencoba memejamkan matanya. hingga tidak lama terdengar pintu terbuka dan langkah seseorang.


nathan"kenapa cepat sekali beli makanan syah?(membuka matanya) kak gitta, aku pikir nasyah yang balik lagi. kak gitta dari mana saja? kenapa baru datang sekarang?"


gitta menatap nathan dengan tajam lalu mengeluarkan pisau lipat dari dalam saku celananya. nathan yang melihat pisau yang dikeluarkan beringsut dari tempat tidurnya.


nathan"kak gitta mau apa? kak gitta"


nathan turun dari ranjang rumah sakit sambil menahan sakit di perutnya. nathan terus mundur saat gitta terus berjalan mendekatinya.


nathan" kak gitta aku mohon jangan sakiti bayiku."


gitta akan menusuk perut nathan tapi tangan nathan menahan tangan gitta.


nathan"kak gitta aku jangan. apa salahku dan bayiku kak.


gitta"(mencekit leher nathan ketembok) kau bertanya apa salahmu. salahmu kenapa kau harus menikah dengan rangga dan menjadi penyebab penderitaan nasyah. kau merebut rangga dari nasyah, nathan"


nathan"(mengeleng) aku tidak merenggut mas rangga dari nasyah kak. mas rangga tetap milik nasyah"


gitta" apa yang masih tetap milik nasyah? saat setiap waktu rangga lebih memilih bersamamu dari pada nasyah. bahkan rangga rela menyusulmu ke pabrik dari pada bersama nasyah. apa karna kau bisa memberikan keturunan untuk rangga sedangkan nasyah tidak. kau tidak tau selama ini nasyah selalu menangis menerima perlakuan yang berbeda dari rangga. dimana dirinya sudah bukan lagi prioritas bagi rangga. rangga lebih memilih dirimu daripada dirinya. andai saja aku tau dari awal tidak akan kubiarkan pernikahan mu dan rangga terjadi. kau berpura-pura menolak pernikahan ini tapi sebenarnya kau sudah menyusun rencana untuk merebut rangga dari nasyah"


nathan"(menangis)itu semua tidak benar kak. aku tidak punya niat seperti itu. aku sudah berusaha menjaga jarak dari mas rangga sejak awal. mas rangga tidak pernah menaruh perasaan padaku. aku hanya sebagai pemuas nafsu dan pencetak anak untuk nya tidak lebih dari itu."


gitta" bohong"


gitta akan menusuk perut nathan tapi nathan langsung mencakar gitta hingga cengkraman di lehernya dan pisau itu terlepas. gitta langsung mencekik leher nathan dengan kedua tanganya hingga tubuh nathan sedikit terangkat.


nathan"ka...kk.ak...gi...tthha"


gitta terus mencekik nathan hingga tubuh nathan terangkat lebih tinggi. hingga syah masuk dan melihat pemandangan didepannya.


syah"KAK GITTA"(teriaknya)


reflek gitta langsung melepaskan tangannya hingga nathan terjatuh ke lantai meninggalkan memar dileher nathan


syah"tidak kusangka, jadi selama ini pelakukannya kak gitta sendiri,jadi ini alasannya sebenarnya setiap aku meminta kak gitta mencari pelaku siapa yang meracuni kak nathan tidak pernah ketemu. kenapa kak gitta tega melakukan semua itu pada kak nathan kak, kenapa?"


gitta"aku melakukan semua itu demi kami syah. aku tau kau tidak pernah bahagia selama ini. karna dia penyebabnya. dulu karna dia niar yang tidak mendapatkan keadilan sekarang karna dia juga kau tidak mendapatkan keadilan. aku tau kau tidak bahagia setiap rangga lebih memperdulikan nathan dari pada dirimu."


syah"siapa yang mengatakan aku tidak bahagia.?siapa?.aku bahagia kak tidak seharusnya kak gitta ikut campur dalam rumah tanggaku dengan mas rangga. aku bisa mengatasi masalahku sendiri tanpa harus menghabisi nyawa seseorang, dan asal kak gitta ingat jika usaha kakak sebelum berhasil membunuh kak nathan. bukan hanya kak nathan yang akan mati. tapi aku juga akan ikut mati. karna nyawa kami saling terikat"


nathan terus menetes kan air mata sambil memegang lehernya yang masih terasa sakit. nathan memejamkan mata mendengar perdebatan syah dan gitta. hingga perdepatan syah berakhir saat mendengar seseorang meringis menahan sakit.


syah" kak nathan, kakak"


nathan"syah,sepertinya nya aku mau..."


nathan merintih kesakitan sambil memegang perutnya. syah langsung memencet tombol darurat. lalu melepas nathan kembali ketempat tidurnya. syah lalu beralih kegitta


syah" hukuman dariku untuk kak gitta akan segera kuberikan setelah kak nathan melahirkan dengan selamat dan aku akan pastikan hukuman kak gitta jauh lebih berat yang diterima niar"


setelah mengatakan itu pihak dokter dan medis memdorong ranjang nathan keruang bersalin diikuti syah yang terus menggenggam tangan nathan dan nathan juga enggan melepaskan tangan syah.


...----------------...


bersambung

__ADS_1


__ADS_2