
20 tahun kemudian.
2 orang cowok remaja sedang berdiri didepan pintu kamar menunggu saudari mereka yang tak kunjung keluar
"Rachel bisa cepet gak?kakak takut terlambat ini termasuk adikmu juga. mau kakak tinggal"
rachel" iiihh kak rehaan gak pernah bisa sabar. kau juga vano"
vano"aku dari tadi diem"
Rachel memutar matanya malas. mereka bertiga berjalan menuruni tangga sedikit cepat hingga anak tangga terakhir langkah mereka bertiga berhenti mendapati dua orang wanita asing sedang berbincang dengan bunda dan ayah mereka. yang satu berpenampilan feminim tapi memakai topeng separuh wajah dan satunya lagi tomboy karna mereka masih bisa membedakan cowo asli atau bukan.
rachel" kak rehaan mengenal mereka?"
vano"kenapa mereka berempat seolah sangat dekat ya?"
Rachel dan vano bertanya-tanya tentang dua wanita asing itu tapi tidak dengan rehaan dia masih mengingat dengan jelas siapa 2 wanita yang dianggap asing oleh kedua adiknya.
rehaan"mama, bunda nasyah"
wanita yang dipanggil mama dan bunda itu menolah lalu tersenyum menatap rehaan. wanita yang tak lain nathan berdiri dan merentangkan tangannya. rehaan langsung berjalan cepat menghampiri nathan langsung memeluk nathan dan menumpahkan tangisan kerinduan mereka berdua. nasyah ikut berdiri lalu mendekati rehaan. rehaan lalu bergantian memeluk nasyah.
syah" bunda sangat merindukanmu, tidak terasa 20 tahun tidak bertemu kau sudah sebesar ini."
rehaan"(melepas pelukannya) kenapa mama dan bunda pergi terlalu lama? bunda bilang perginya tidak akan lama. hanya sampai mama sembuh"
syah"itulah yang menjadi masalahnya rehaan. mamamu lebih suka sakit dari pada sehat. bunda harus menguras otak untuk menyembuhkan mamamu"
nathan"rehaan,kau tidak perlu cemas lagi. mama janji ini terakhir kalinya kita berpisah"
rehaan" mama sudah pernah janji gak akan ninggalin rehaan tapi apa buktinya, mama tetap pergi dan meninggalkan rehaan"
nathan"maafkan mama"
netra coklat nathan menatap sepasang remaja
nathan"mas rangga?"
rangga"dia Rachel putri kita, dan juga alvano putraku bersama niar usia mereka hanya berjarak 2 tahun. Rachel kemarilah temui mamamu yang sudah berjuang melahirkanmu"
rachel"maksud papa, jadi selama ini bunda niar bukan ibu yang melahirkan aku.?"
syah"jangan bilang mas rangga dan kak niar tidak memberitahu rachel siapa yang telah melahirkannya bahkan hampir meregang nyawa"
rangga"maaf syah, kami tidak memberitahu rachel"
syah"(mendekati rachel)rachel dialah mama kandungmu yang telah mempertaruhkan nyawanya untuk bisa melahirkanmu. dan kau harus tau rachel, selama kau di kandungan mamamu. mamamu berusaha tetap hidup dan kau baik² saja didalam kandungannya walau racun berulang kali dia telan."
rachel"(menatap nathan) mama"
rachel berlari memeluk nathan. nathan membalas pelukan rachel dan menghadiahi nya kecupan bertubi-tubi. rehaan ikut memelui nathan dan rachel. semuanya ikut bahagia
syah" tunggu(menatap rehaan rachel dan alvano bergantian) ada yang kurang. dimana raka?"
...----------------...
dikampus
rehaan rachel dan vano turun dari mobil. disusul mobil sport berwarna merah yang sekarang terparkir disamping mobil Mercy hitam milik rehaan. tidak lama dua orang keluar dari dalam mobil sport merah itu siapa lagi jika bukan nathan dengan penampilan khasnya. kemeja hitam polos diisandikat jaket kulit coklat dengan celana jeans berwarna hitam dan sepatu berwarna coklat dan kacamata hitam yang dipakainya sekarang. sedangkan syah. dengan mini dress motiv batik berwarna coklat rambut dikuncir kuda dan jangan lupa topeng separuh wajahnya yang juga berwarna coklat.
syah dan nathan menjadi pusat perhatian semua kalangan mahasiswa/i. rehaan, rachel dan alvano ikut dibuat tercengang.
__ADS_1
rachel"aku tidak percaya jika mereka mama dan bunda nasyah"(bisiknya pada rehaan)
rehaan"tapi faktanya mereka memang mama dan bunda kita"
ya rachel berhak tidak percaya dengan kondisi fisik yang memperlihatkan nathan dan syah tetap awet muda bahkan jika bersanding dengan rehaan dan rachel mereka lebih cocok sebagai kakak dan adik daripada sebagai ibu dan anak.
syah dan nathan mendekati rehaan rachel dan alvano.
syah" lebih baik kalian segera masuk kekelas takutnya kalian terlambat"
rehaan" kalau begitu aku masuk kelas dulu. bunda, ma"
nathan dan syah mengangguk lalu rachel dan vano juga ikutan pamit untuk menuju kelas mereka. rehaan sudah memasuki semester akhir dan mulai menyiapkan skripsi.sedangkan rachel masih masih semester 3 dan alvano bahkan baru memasuki semester pertama.
nathan" sekarang kemana?"
syah"kekantin dulu kayaknya. aku lapar"
nathan"kau selalu saja lapar, yasudah ayo kita cari kantin"
mereka berdua mencari kantin dan selama mencari kantin tentu saja mereka berdua jadi pusat perhatian apalagi syah yang memakai topeng. banyak yang mengira nathan dan syah adalah mahasiswa baru mereka sampai dikantin dan duduk dimeja paling pojok yang mengarah langsung kearah taman kampus tentunya setelah memesan makanan.
nathan melihat sekitarnya ada beberapa mahasiswi yang memiliki jam kelas siang. nathan menyadari rasa penasaran para remaja itu saat melihat mereka berdua.
syah"kira² dimana raka?"
nathan"kata rachel raka akan datang kekantin ini dijam segini bersama dengan teman²nya"
syah"aku tidak pernah bisa menyangka akan memiliki raka dalam hidupku. aku pikir tidak pernah bisa punya anak untuk selamanya,tapi ternyata raka ada didalam rahimku tanpa diketahui keberadaannya."
nathan"bukankah tidak ada yang mustahil didunia ini jika Tuhan sudah berkehendak?"
syah"tapi sayang, sifat raka tidak bisa kukendalikan"
syah"raka dalam kendali seseorang.bukan dari hatinya. aku tau raka tidak benar-benar membencimu"
syah menarik tangan kiri nathan dan melihat bekas sayatan yang dijahit dipergelangan tangan nathan.
syah"sudah 20 tahun berlalu,kenapa bekas luka dan jahitan nya belum sembuh?"
nathan"karna aku tak ingin luka ini sembuh,agar aku tetap ingat sejarah luka ini tercipta.(menoleh kearah pintu masuk kantin) syah, itu dia raka. tapi dia bersama..."
syah"(menoleh kearah pintu)siapa gadis itu. sepertinya mereka memiliki hubungan dekat. RAKA"
syah berdiri dan memanggil raka dan menjadi pusat perhatian beberapa siswa-siswi. raka yang dipanggil menatap wanita bertopeng yang memanggil. raka sempat bingung siapa yang memanggilnya tapi melihat siapa yang bersama wanita bertopeng yang memanggilnya raka tau siapa yang memanggilnya.
...----------------...
raka duduk di hadapan syah bersama wanita yang bersamanya. raka menatap nathan yang duduk disamping syah dengan tatapan penuh kebencian. dan yang ditatap hanya diam dan fokus dengan ponselnya.
syah"jangan menatap kakakku seperti itu raka. dan siapa gadis ini?"
raka"pacarku. kapan mama dan nathan pulang?"
syah"panggil dia bunda karna dia juga tetap ibumu dan istri kedua papamu"
raka"mama tau aku sangat membencinya. sampai kapanpun aku tetap membencinya"
syah menghembuskan nafas dengan kasar lalu menatap gadis yang duduk disamping raka. tangan syah terulur menyentuh wajah gadis itu dan melihat sesuatu diwajah bagian kiri wanita itu.
syah"siapa namamu dan kenapa dengan wajahmu?"(dengan expresi dan nada yang ketus dan dingin)
__ADS_1
"namaku putri ayudia dinata. aku mendapat bekas luka karna sebuah kecelakaan dokter sempat melakukan operasi plastik tapi luka ini tetap ada"
syah"dinata?apa nama ayahmu fajar hardi dinata?"
putri"(mengangguk)dia mendiang ayah saya, saat saya masih didalam kandungan ibu saya ayah saya sudah tiada"
syah menahan kemarahan didalam dirinya saat mendengar nama fajar. nathan yang mendengar nama fajar disebut menoleh kearah wanita didepannya dan menolah pada syah.
nathan" syah, fajar?"
syah mengebrak meja dan menatap nyalang kearah putri dan beralih pada raka.
syah"jauhi putri dan keluarga dinata kalau kau masih menyayangi mamamu ini. dan jika kau memang tidak punya jam kuliah pulang kerumah sekarang"
syah meninggalkan kantin diikuti nathan dibelakangnya. raka terkejut dan bingung akan perintah dan sang mama. putri juga ikut terkejut kenapa dia harus dijauhi termasuk keluarganya.
putri"raka?"
raka"aku akan cari tau alasan mama dulu."
...----------------...
dirumah
syah"mama tidak mau tau. apapun alasannya jauhi putri. jangan pernah berhubungan lagi dengannya ataupun keluarganya."
raka"aku tidak akan meninggalkan putri tanpa alasan yang jelas. aku mencintai putri ma."
syah"jangan pernah menentang ku raka"
rangga, niar, rehaan,rachel dan vano memperhatikan pertikaian antara ibu dan anak.
raka"aku berhak tau alasannya kenapa ibu sangat membenci putri dan keluarganya.
syah"karna ini"
syah membuka topengnya. dan semua orang terkejut menatap luka bakar yang mengering dibagian kanan wajah syah. hanya nathan yang tak terkejut karna nathan sudah tau dari awal.
syah"ini alasan mama. fajar hardi dinata, yang menjadi penyebab wajah mama seperti ini. papamu tau seberapa besar pengaruh mama didunia bawah tanah, dan fajar menginginkan posisi mama. dia membuat rencana membunuh mama disebuah gedung tua ditengah hutan. kau tau kondisi mama saat itu. penuh dengan luka penyebab kecelakaan mobil sebelum akhirnya mama dibawa ke gedung tua itu. berhari-hari siksaan yang diberikan fajar mama dapatkan tanpa bisa melakukan perlawanan. dimana hari fajar datang dia membawa air keras dan menyiramkan air itu ke wajah mama. mama berusaha melindungi wajah mama, tapi tetap saja airnya masih bisa merusak separuh wajah mama. air keras itu merusak sebagian wajah mama. inilah buktinya(menyentuh wajahnya yang rusak) sehari setelah itu,belum puas dia juga menculik gitta yang merupakan kaki tangan kananku. ditempat yang sama kami dikurung bahkan dia sudah bersiap untuk membunuhku dan gitta. tapi dia lupa kekuatan yang ada bukan hanya aku dan gitta tapi ada orang lain..."
nathan bangkit dari duduknya mengambil topeng syah yang dibuang begitu saja lalu menghampiri syah dan memakaikan topengnya kembali.
syah"walau dia dalam keadaan koma selama berminggu-minggu,dia berhasil mencari keberadaaku hanya dalam waktu beberapa menit dia berada ditempat yang sama dia membunuh fajar dan ateknya. tanpa memberi mereka waktu untuk melawan..."
syah menatap nathan yang kini ikut menatapnya dengan expresi dingin.
nathan"fajar sudah tiada. aku tidak akan membiarkan garis keturunannya bisa menganggumu lagi(memeluk syah)dengan tangan ini(mengepalkan tanganya) tangan yang sama akan menghancurkan mereka"
rangga"tapi bukankah media bilang fajar tewas karna dicabik binatang buas? sedangkan kau manusia"
nathan"(melepaskan pelukannya)bukankah dokter sudah menjelaskan luka ditubuh mas rangga 20 tahun yang lalu?dan mas rangga sudah tau siapa aku"
rangga mengangguk mengerti
nathan"syah istirahatlah biar putri menjadi urusanku"
syah mengangguk dan pergi kekamarnya. lalu nathan beralih menatap raka.
nathan"aku tidak peduli siapa putri bagimu, yang ku pedulikan adalah adikku. kau tidak mau menuruti nasyah,kalau begitu lindungi putri dari keganasanku"
nathan tanpa ragu mengeluarkan cakar dan taringnya didepan semua orang. lalu mengambil jaket kulitnya lalu pergi kekamarnya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
bersambung