Kakak Beradik Tak Sedarah

Kakak Beradik Tak Sedarah
episode 45


__ADS_3

maria dan felicya sampai di restoran dan langsung masuk ke ruang kerjanya. maria duduk dikursi kerjanya bersandar sambil memijat keningnya.


maria"aku tidak habis pikir denganmu felicya, kenapa kau hanya diam saja dan tidak memberitahuku kalau selama ini bastian menganggumu?"


felicya"aku hanya tidak ingin menambah bebanmu maria. semenjak mama tiada kau harus disibukkan mengurus restoran, belum lagi kau capek dengan skripsimu dan ditambah lagi dengan gejala kehamilanmu."


maria"terlepas kesibukan dan keluhanku. kau tetap tanggung jawabku felicya, sekecil apapun kau tetap harus bilang padaku jika ada yang menganggumu dikampus atau dimanapun."


maria berdiri dari duduknya mendekati felicya yang hanya menunduk.


maria"kau satu²nya keluargaku yang tersisa. aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu. mulai sekarang, sesibuk dan selelah apapun diriku kau harus tetap mengatakannya padaku. kau mengerti felicya"


felicya mengangguk, dan maria memeluk felicya.


felicya"lalu sekarang bagaimana?orang tua Nathalie pasti tidak akan Terima putri mereka diperlakukan seperti itu. mereka pasti menuntutmu maria, bagaimana kalau sampek mereka melaporkanmu kepolisi?"


maria" kau tidak perlu khawatir tentangku, biar itu menjadi urusanku. sekarang kau turun kebawah dan katak pada koki di dapur untuk menyiapkan makanan untukku.. aku lapar karna habis menghajar Nathalie"


felicya mengangguk dan pergi kedapur restoran sesuai perintah maria. maria mengambil ponselnya didalam tas slempang nya lalu menghubungi seseorang.


maria"aku akan mengirimkan data beberapa orang untuk kau urus, aku tidak ingin melihat mereka berkeliaran dengan bebas dan aku tidak ingin melibatkan polisi. lakukan dengan secantik mungkin"


maria menutup telponnya lalu beralih ke laptop nya dan mengirim data beberapa orang ke anak buahnya..


...----------------...


malam hari.


maria masih disibukan dengan pekerjaan. hingga seorang pria masuk keruang kerjanya.


prima"sudah hampir pukul 11 malam, kau tidak akan tidur?"


maria"sebentar lagi"(tanpa mengalihkan fokusnya kelaptop dan beberapa berkas)


prima"maria kau sedang mengandung dan tidak baik seorang yang sedang hamil tidur terlalu malam"


maria"(menatap tajam kearah prima)tidur terlalu malam atau tidak itu menjadi urusanku. jangan mencoba menjadi suami yang baik didepanku prima. pernikahan ini terjadi karna aku hanya memerlukan namamu untuk anakku nanti setelah dia lahir. kau sendiri awalnya tidak ingin mengakui anak ini, aku tidak masalah yang terpenting bagiku dia punya ayah. dan aku memilihmu karna kau bukan orang-orang yang dikirim maddam rosie kepadaku dan hanya denganmu kita berhubungan badan tanpa menggunakan pengaman. lebih baik kau kembali kekamar. aku masih punya sedikit pekerjaan yang harus ku selesaikan malam ini. "


prima hanya mengangguk lalu pergi dari ruang kerja maria. tapi tidak untuk kekamar melainkan kedapur. prima membuatkan susu untuk ibu hamil rasa mangga setelah selesai prima berpapasan dengan felicya.


prima"felicya, bisa aku minta tolong antarkan susu ini ke mariana"


felicya"kenapa kau tak mengantarkannya sendiri?"


prima"feli kau tau hubunganku dan mariana bukanlah suami istri yang sesungguhnya jika aku yang mengantar dia pasti tidak akan menerimanya. jadi aku mohon antarkan susu ini ke mariana dia masih berada diruang kerjanya, jikapun bisa sekalian kau bujuk dia untuk istirahat"


felicya"maria masih bekerja? baiklah aku akan mengantar kann susu nya sekaligus membujuknya untuk istirahat"


felicya mengambil susu ditangan prima lalu pergi ke ruang kerja maria. sebelum masuk felicya mengetuk pintu terlebih dahulu barulah felicya masuk dan masih mendapati maria fokus dengan laptopnya.


felicya"ini sudah jam berapa maria? apakah tidak bisa besok lagi kau kerjakan? ini ku bawakan susu untukmu"


maria"kau belum tidur?"


felicya"hey.. aku yang lebih dulu bertanya padamu. kaku tidak tidur?"


maria"tanggung, sebentar lagi selesai. apa prima yang menyuruhmu datang untuk membujuk ku untuk tidur?"


felicya"bisa dibilang seperti itu. tapi tanpa disuruh pun kalau aku tau dari tadi sudah aku menyuruhmu tidur. maaf, aku tidak bisa membantumu mengurus bisnis mama, hingga sekarang kau harus membagi waktu untuk pekerjaan dan kuliah dalam keadaan hamil"

__ADS_1


maria menghentikan pekerjaannya dan menatap felicya yang berdiri disampingnya.


maria"kenapa kau harus meminta maaf. kau bisa membantuku setelah kau lulus kuliah. kuliah kita hanya tinggal menunggu wisuda"


felicya"tetap saja aku tidak akan bisa membantumu dengan maksimal. aku malah menambah tanggung jawabmu."


maria"kau memang tanggungjawab ku felicya(membelai wajah felicya)kita terlahir dari rahim yang sama, kita dewasa bersama, saling melindungi adalah tugas kita bersama. jika kau tidak bisa melindungiku setidaknya lindungi dirimu sendiri. karna jika kau masih berdiri dan bernafas maka aku akan baik² saja begitupun sebaliknya. jadi jangan pikirkan aku"


felicya"kau saudari kembarku, kakakku, Satu-satunya keluarga yang kupunya. bagaimana aku tidak mengkhawatirkan mu, aku mohon jaga kesehatan mu sendiri, dan mulai besok aku akan membantumu mengurus bisnis yang ditinggalkan mama untuk kita. agar kau tidak terlalu capek"


maria"baiklah. terserah apa maumu, aku pasti mendukung keputusan mu"


felicya memeluk mariana setelah itu melepas pelukan mereka lalu felicya memberikan segelas susu yang sudah mulai dingin. setelah membereskan berkas² dan menutup laptop maria. setelah itu mereka keluar dari ruangan dan menuju kamar masing-masing.


dikamar maria..


maria menganti dress nya dengan baju tidur setelah itu membaringkan tubuhnya ditempat tidur sebelah kanan karna sebelah kirinya ada prima yang sudah tidur. dalam hitungan menit maria sudah tertidur dengan nyenyak. prima membuka matanya dan menatap maria yang terlelap. menarik selimut agar menutupi tubuh maria, setelah itu dengan ringan mengecup kening maria. dan kembali tidur.


...----------------...


usia kandungan maria sudah memasuki bulan kedelapan. dan sudah mempersiapkan semua keperluan untuk sang bayi jika nanti dia sudah lahir. felicya memilih tidak datang lagi kekampus setelah menyelesaikan skripsi nya dengan cepat dan membantu maria mengelolah bisnis sang mama yang lain.


hari minggu waktunya untuk bersantai. gitta datang menemui mariana dan felicya berniat mengajak mereka jalan². gitta sendiri melihat raut wajah felicya yang ragu untuk mengiyakan ajakan gitta dan terus menatap maria yang sepertinya enggan untuk keluar rumah.


gitta"maria?.. "


maria"baiklah"


keduanya kembali kekamar masing untuk bersiap. setelah selesai bersiap mereka berangkat menuju taman hiburan dan lanjut makan siang. saat keluar dari restoran telinga maria menangkap suara aneh, maria mengawasi pergerakan disekitarnya mempertajam penglihatannya hingga mata maria fokus keatas gedung hotel yang tidak jauh dari restoran maria melihat pria misterius mengarahkan senapannya kearah seseorang. maria mempertajam penglihatannya untuk melihat siapa sasaran pria misterius itu. dan bidikan senapan itu jatuh pada felicya yang berjalan lebih dulu didepannya menuju parkiran mobil. maria mempercepat langkahnya bersamaan pria itu melepaskan pelurunya.


maria menarik tangan felicya lalu berdiri dihadapan felicya, dalam hitungan detik tubuh menegang. felicya, gitta menatap maria dengan heran dan panik saat maria hanya diam menatap felicya.


gitta"maria... "


gitta"tangkap orang itu sampai dapat dan cari pelaku sesungguhnya"


lalu gitta beralih menatap maria yang akan hampir kehilangan kesadaran. felicya menatap maria dengan panik dan sudah menangis. tangisan felicya tambah kencang saat darah sudah mengalir dari mulutnya. genggaman tangan maria pada felicya mulai melonggar dan jika tidak ditahan gitta maria sudah terkapar ditanah.


"mariana"(ucap gitta dan felicya bersamaan)


gitta"bertahanlah maria tetap buka matamu. jangan sesekali kau mencoba untuk menutup matamu."


felicya"maria, aku mohon bertahan lah jangan tinggalkan aku"


...----------------...


5 jam kemudian..


5 jam waktu berlalu tapi dokter tak kunjung keluar dari ruang ICU untuk memeriksa keadaan maria. felicya sudah dalam keadaan kacau karna keluarga satu²nya yang dia miliki sekarang sedang tidak diketahui keadaannya.


felicya"enggak,, kau harus bertahan demi diriku maria,, jangan tinggalkan aku seperti mama meninggalkan kita. kau harus tetap hidup,, harus tetap hidup"


felicya kembali menangis histeris. gitta memeluk felicya dan berusaha menenangkan felicya.


gitta"tidak akan terjadi sesuatu pada mariana, dia wanita yang kuat dan tidak akan mati hanya karna peluru kecil. kau harus yakin kalau maria tetap akan bersama kita."


felicya meremas jaket yang dipakai gitta dan masih menangis. tidak lama dokter keluar dengan expresi yang siapa saja yang melihatnya pasti menyimpulkan kalau dokter membawa berita yang tidak mengenakan.


felicya meremas jas dokter itu sambil menanyakan kondisi maria.

__ADS_1


felicya"bagaimana keadaan saudari kembar saya dokter?jawab pertanyaan saya dokter bagaimana kondisi kakak saya?"(dengan nada histeris)


dokter"maaf beribu maaf. kami terpaksa mengeluarkan bayinya lebih dulu agar sang bayi tidak terpengaruh dengan kondisi sang ibu. sedangkan untuk nyonya maria sendiri. dengan berat hati saya mengatakan, kondisinya jauh dikatakan baik. 2 peluru yang melukai punggungnya ternyata berhasil melukai jantungnya. sedangkan peluru yang mengenai kepalanya melukai saraf-saraf otak dan batang otak didalamnya dan akibatnya. saraf-saraf diotak nyonya maria tak lagi bekerja. bisa disebut dengan mati otak. selama ini sedikit orang yang selamat dari kasus mati otak ditambah dengan jatung yang terluka"


gitta dan felicya terkejut dengan pernyataan dokter..


felicya"gak.. gak mungkin.. maria gak mungkin ninggalin aku sendirian gak mungkin.. MARIANA"


felicya jatuh pingsan setelah berteriak memanggil maria.


gitta"felicya.. felicya sadarlah. "


dokter lalu membantu gitta mengangkat tubuh felicya masuk kedalam ruangan untuk diperiksa.


...----------------...


felicya"mariana"


felicya terbangun dan melihat disekeliling ruangan. felicya dengan tergesa-gesa turun dari tempat tidur. dan keluar dari kamarnya.


ya, felicya terbangun dari tidurnya dan sekarang dirinya berada dirumah. felicya mencari maria kekamar nya tapi tidak ada. felicya mencari disekeliling ruangan tapi tidak ada. hingga berakhir di taman belakang dimana maria sedang duduk bersantai bersama sang suami dan ternyata ada gitta dan niar.


tanpa menghiraukan yang lain felicya berlari memanggil maria sambil menahan air mata, dan air mata itu jatuh saat memeluk maria.


maria membalas pelukan felicya dengan bingung. termasuk yang lainnya yang menatap felicya


maria"heyy.. felicya, kau kenapa?"


felicya"jangan tinggalkan aku, jangan tinggalkan aku"


felicya menangis dengan histeris.


maria"kau pasti sedang bermimpi buruk tentangku kan? tapi lihat aku baik²saja dan sedang bersamamu. sekarang berhentilah menangis"


ya semua yang menimpa maria hanyalah mimpi felicya. kenyataan nya maria baik² saja. felicya berhenti menangis dan menatap maria dengan sisa air matanya. pandangan felicya berakhir diperut buncit maria yang ternyata maria memang tidak melakukan operasi apapun.


maria"sudahlah, itu hanya bunga tidur tidak perlu kau percaya"


felicya"tapi mimpinya seperti nyata mar.. "


maria"sssuuutt.. mimpi tidak bisa dipercaya sepenuhnya apalagi mimpi disiang bolong seperti ini. sudahlah kembali kekamar mu dan bersihkan dirimu. baru turun bergabung dengan kita"


felicya kembali kekamarnya. maria hanya menatap felicya yang menghilang dibalik pintu.


niar"seperti nya felicya terlihat sangat ketakutan akan satuhal? apa kau tau hal itu maria?"


maria"(menatap prima disampingnya) kau bisa pergi dulu tinggalkan kami bertiga?(prima mengangguk dan pergi)felicya ketakutan kehilangan diriku saat aku sempat masuk rumah sakit karna pendarahan saat usia kandungan ku menginjak 2 bulan. disitu dia berusaha untuk tidak terlalu membebaniku tentang dirinya bahkan dia tidak cerita padaku saat diganggu dikampus. aku tau dia diganggu saat aku datang kekampus untuk menyerahkan skripsi terakhirku. aku melihat Nathalie melukai felicya, tentu saja amarahku memuncak dan menghantamkan kepala Nathalie ke tembok dan mematahkan kedua tangannya. tapi ternyata felicya terganggu akan perbuatanku. dia selalu takut jika orang tua Nathalie datang dan menuntut balas padaku. "


gitta"seharusnya kau tidak melakukan itu didepan felicya, bagaimanapun felicya tidak tau jati dirinya sendiri dan siapa dirimu. kau harus bisa mengendalikan amarahmu sendiri. "


maria"ya aku akan akan melakukan diam² dilain waktu jika diperlukan."


niar"bagaimana dengan kondisi Nathalie setelah kau benturkan ke tembok dan mematahkan tangannya?"


maria"mau mengharapkan seperti apalagi?Nathalie mengalami geger otak dan patah tulang yang cukup serius. tapi tidak sampai membuatnya kehilangan tangan dan otaknya apalagi kehilangan nyawa. dan aku juga sudah melakukan sesuatu hingga mereka tidak akan bisa menuntut balas padaku ataupun pada felicya."


gitta"tetap saja kau harus berhati-hati termasuk felicya. walau kau sudah membungkam semuanya. tidak menutup kemungkinan mereka kembali untuk balas dendam"


maria hanya mengangguk. felicya dang membawa cemilan ringan dan prima membawa minuman segar.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


bersambung


__ADS_2