
nathan membuka mata secara perlahan melihat disekitarnya. nathan bangun dari tempatnya, menatap sebuah gubuk tempatnya tinggal sekarang. nathan lalu teringat apa yang terjadi sebelum akhirnya dia sampai di gubuk ini. nathan menatap perutnya yang membuncit layaknya usia kandungan 9 bulan. nathan lalu mencoba melakukan telepati pada nasyah tapi sayang tenaga dan kekuatannya belum sepenuhnya pulih.
nathan beranjak keluar dari gubuk dan melihat pantai tidak jauh dari gubuk itu dan dibelakang gubuk terdapat hutan.
nathan"apa aku terdampar di pulau ini?lalu siapa yang menolongku?"
"benar, ibu terdampar dipantai dan ku temukan kemarin. syukurlah ibu sudah sadar"
nathan"ibu?"
"maaf jika diriku lancang memanggilmu dengan sebutan ibu"(menundukkan kepalanya dan menatap kebawah)
nathan"tidak. tidak perlu meminta maaf, aku bertanyanya seperti itu karna kau tak terkecoh dengan wajahku yang masih muda. siapa namamu?"
"ra... rais.. namaku rais"
nathan"rais?(terdiam mengingat sesuatu) apa kau tinggal sendirian dipulau ini?"(sambil duduk dikursi kayu)
rais"iya aku tinggal sendirian dipulau ini"
nathan"sungguh? tidak adakah penduduk yang lain?"
rais"(menggeleng)pulau ini pulau kecil bahkan aku sendiri tidak tau kenapa aku bisa berada dipulau ini"
nathan"kau sendiri tidak tau bisa berada dipulau ini?lalu selama ini kau dirawat oleh siapa?"
rais"seorang wanita yang sudah kuanggap ibuku sendiri. tapi dia sudah tiada saat usiaku 7 tahun. semenjak saat itu aku berusaha bertahan hidup sendirian dipulau terpencil ini. lupakan tentangku. kenapa ibu sampai terdampar dipulau ini dalam keadaan hamil tua?"
nathan"seseorang dimasalalu telah menculikku dan aku berusaha kabur darinya. tapi sayang aku menemukan jalan buntu, dari pada aku tertangkap lagi olehnya aku memilih lompat kelaut dan mungkin aku terdampar disini. apa kau bisa membantuku untuk mengirim pesan pada adikku kalau aku berada disini?"
rais terdiam seperti memikirkan sesuatu lalu beranjak masuk kedalam dan tidak lama rais keluar membawa burung merpati, kertas dan pena.
rais"ibu bisa menulis pesan pada adik ibu dan mengirimnya lewat merpati ini. ibu bisa mengatakan kalau ibu berada dipulau terpencil dibagian utara. "
nathan lalu menulis sesuatu di secarik kertas lalu mengulungnya dan diikat di leher merpati.
nathan"tolong sampaikan pesanku pada nasyah adikku"
merpati itu lalu terbang keselatan. nathan menatap penuh harap semoga pesannya sampai pada nasyah. dan tidak lama nathan merintih kesakitan dibagian perutnya, bayi didalam perutnya seakan meronta ingin keluar.
rais lalu menuntun nathan masuk kedalam gubuk dan membaringkan nya diranjang kayu beralaskan tikar.
rais"apa ibu merasa mau melahirkan?"
nathan"(menggeleng)dia selalu meronta didalam sana. bahkan dia tumbuh hanya dalam waktu semalam. "
rais tidak bertanya apa² lagi lalu beranjak mengambil minuman hangat.
rais"minumlah air hangat ini bu. supaya tubuh ibu hangat"
rais membantu nathan bangun dan duduk bersandar lalu menyerahkan secangkir air hangat lalu membasuh tubuh nathan dengan air hangat.
__ADS_1
rais"tubuh ibu sudah mendingan hangat. saat aku menemukan ibu, sangatlah dingin aku berapa kali mengompres ibu dengan air hangat berharap suhu badan ibu kembali normal"
nathan"apakah sedingin itu?"(mulai cemas)
rais"(mengangguk)kenapa ibu terlihat khawatir?"
nathan"nyawaku dan nyawa adikku terikat satu sama lain jika salah satu dari kami terluka maka yang lain akan ikut merasakan sakitnya. jika kau mengatakan tubuhku sangat dingin, aku tidak tau apa yang dirasakan adikku sekarang. dia pasti berusaha menjaga dirinya sendiri dengan harapan diriku tetap baik² saja. "
rais"ibu mau melihat kondisinya?"
nathan"apakah bisa?dengan cara apa?"
rais lalu mengambil sesuatu dilemari kayu yang sudah usang dan memberikannya pada nathan, sebuah cermin antik.
rais"itu peninggalan ibu angkatku sebelum akhirnya dia wafat. ibu bisa menggunakannya untuk mengecek kondisi adik ibu disana"
nathan ingin mencoba melihat kondisi nasyah, tapi nathan teringat tentang gitta yang diperintahkan oleh nasyah untuk mencari dirinya seperti yang dia lihat dicermin di villa waktu itu. dan nathan ingin melihat apakah gitta benar-benar mencarinya mengingat dimasalalu gitta menginginkan dirinya lenyap untuk selamanya.
tidak membutuhkan waktu lama cermin itu memperlihatkan gitta yang masih terluka karna cambukan yang diterima dari nasyah berhenti dilaut selatan alias pantai Parangtritis. gitta lalu menenggelamkan dirinya dilaut dan seketika gitta berada di dimensi lain. alias istana nyi roro kidul kadita.
nathan bisa melihat dari cermin kalau gitta meminta bantuan Nyi roro kidul untuk mengobati lukanya. walau lukanya tidak sembuh setidaknya rasa sakit tidak lagi dirasakan oleh gitta.
gitta pun akan beranjak untuk mencari nathan tapi dihentikan oleh kadita.
kadita"kau akan benar-benar mencarinya?"
gitta"aku harus mencarinya kalau tidak nasyah akan jauh lebih murka lagi"
gitta"tapi, nasyah dan nathan memiliki ilmu telepati. terlebih lagi nasyah bisa menerawang keberadaan seorang tidak perduli seberapa jauh orang itu. bagaimana jika akhirnya nathan berhasil menghubungi nasyah melalui telepati dan menerawang keberadaan nathan dan mengetahui perbuatan ku yang tidak mencari nathan?"
kadita"kau tidak perlu khawatir, kondisi nasyah saat ini sedang tidak baik² saja. berikan ramuan ini(memberikan botol kecil berisi cairan merah)pada nasyah makan kekuatan telepati dan terawang nasyah tidak akan berguna hingga usaha nathan menghubungi nasyah melalui telepati gagal dan nasyah tidak akan bisa menerawang keberadaan nathan sampai kapanpun"
gitta lalu tersenyum smirk lalu pergi meninggalkan istana kadita dan kembali kerumah nasyah secara diam-diam dan menyuruh salah satu maid untuk memberikan ramuaan tersebut pada nasyah. dan nathan akhirnya meneteskan air mata saat melihat kondisi nasyah yang terbaring lemah diatas tempat tidur dan sekarang ditambah ramuan dari gitta.
nathan meletakan cermin itu dan menangis karna disangkah gitta memanfaatkan hilangnnya dirinya bahkan sampai tega memberikan nasyah ramuan agar tidak bisa menemukan dirinya.
rais yang juga ikut melihatnya ikut bersedih dan berusaha menenangkan nathan yang menangis.
rais"ibu tenang saja, bukankah ibu sudah mengirim pesan melalui merpati. aku bisa menjamin merpati itu tidak akan pergi sebelum memastikan sendiri adik ibu membaca suratnya sendiri. adik ibu pasti menjemput ibu disini"
tangisan nathan mulai mereda dan seperti perkatai rais, nathan berharap nasyah membaca pesannya.
...----------------...
beberapa hari kemudian.
kondisi nasyah membaik wlau masih harus banyak beristirahat. walau begitu nasyah tetap memikirkan keadaan nathan setelah apa yang dia rasakan selama berhari-hari dirinya hanya bisa berharap nathan baik² saja dan segera ditemukan dan bisa bersamanya lagi. ditengah lamunan nasyah, seekor merpati masuk dari jendela yang terbuka dan mendarat diranjang nasyah. nasyah tersadar dari lamunanya menatap sang merpati lalu melihat sesuatu yang melingkar di leher merpati itu.
nasyah meraih merpati itu mengambil secarik kertas kecil dan membaca setiap kata yang tertulis di kertas.
nasyah lalu beranjak dari tempat tidur mengambil ponselnya.
__ADS_1
syah"siapkan helikopter dan anak buah terbaikmu untuk pergi bersamaku menjemput kak nathan sekarang juga aku tunggu dilapangan glora."
nasyah keluar dari kamar dengan merpati yang anteng bertenger dibahu nasyah seolah siap mengantar nasyah ke pulau.
...----------------...
nathan berdiri dibibir pantai menatap ketengah laut. sudah berhari-hari surat yang ia kirimkan tapi nasyah tak kunjung datang menjemputnya.
nathan"apa kak gitta juga menghentikan merpati itu untuk sampai padamu syah?(mulai menangis)kenapa kau tak kunjung datang menjemputku?"
"aku sudah datang menjemputmu sayang"
nathan"(menoleh dan terkejut)bhayangkara, kau... bagaimana bisa kau sampai kesini?"
bhayangkara"kau pikir bisa lari dariku dengan mudah tentu saja tidak. apalagi kau membawa lari anak kita. jadi dengan mudahnya mengetahui keberadaanmu. sekarang ikut denganku."
nathan"aku tidak mau"
nathan berlari kearah gubuk tapi berhasil ditahan oleh bhayangkara dan akan dibawa pergi tapi seseorang memukul kepala bhayangkara hingga jatuh pingsan. dan orang itu adalah rais.
rais"ayo ibu kita harus pergi dan bersembunyi sebelum dia sadar"
nathan"tapi bagaimana jika nasyah datang dan tidak menemukan kita disini"
rais"ibu.ibu percayakan pada adik ibu sendiri. jika dia tidak menemukan kita di gubuk ini, dia pasti masih akan menyusuri pulau ini. jadi dia tidak akan pergi begitu saja karna tidak menemukan kita disini. jadi sekarang ayo kita pergi dan bersembunyi sebelum pria itu bangun dari pingsan ya. "
rais dan nathan lalu pergi memasuki hutan dan bersembunyi di sebuah gua tengah hutan. tanpa disadari nathan. rais memasang pagar mantra agar bhayangkara tidak bisa melihat gua tempat mereka sembunyi selain nasyah. seperti yang dingin nathan yang ingin adiknya menemukan dirinya nya.
sedangkan nathan sudah terkapar dibebatuan karna lagi² bayi didalam perutnya merantah tapi kali ini rasa sakitnya berbeda. ditambah nathan merasakan cairan keluar dari area intimnya.
rais"ibu darah. sepertinya ibu akan melahirkan. ibu harus bersiap"
nathan"(menggeleng)aku tidak bisa melahirkan secara normal. terakhir kali aku melahirkan normal nyawaku hampir melayang. aku tidak sanggup jika harus melahirkan normal"
nathan terus merintih menahan sakit di perutnya dengan darah yang terus mengalir dibawah sana.
rais" lalu apa yang harus dilakukan."
nathan"sayat perutku dan keluarkan bayinya. jujur aku sudah tidak tahan lagi rais. aku mohon bebaskan aku dari rasa sakit ini"
rais"bagaimana jika terjadi sesuatu pada ibu?"
nathan"aku sudah tidak punya siapa² lagi rais.. Satu-satunya yang kupunya adalah adikku tapi ternyata seseorang telah menjauhkannya dariku. lebih baik aku pergi untuk selamanya. aku mohon bebaskan aku dari rasa sakit ini"
nathan menarik pisau yang ada dibalik baju rais lalu menyuruh rais melakukan permintaannya. dengan tangan yang gemetar dan sedikit demi sedikit rais menyayat perut nathan. nathan menahan rasa sakit saat benda tajam menyayat perut nya.
saat bayi dalam perut nathan berhasil keluar dan tentunya dengan bersimbah darah dengan luka diperut nathan yang masih terbuka. saat rais meletakan bayinya nathan memandang rais dan bayinya bergantian dengan sisa kesadarannya setelah itu nathan menutup mata entah karna pingsan atau sudah...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
bersambung
__ADS_1