
kondisi nathan semakin membaik dan sudah diperbolehkan pulang, pastinya bukan pulang ke kediaman Wijaya nathan memilih pulang ke perumahan. rumah yang dibeli dari hasil tabungan saat bekerja menjadi TKW dan selama mengenal syah dimedia sosial. hingga memutuskan untuk tidak kembali keluar negri dan memilih bekerja di tanah air dan bersama syah.
saat nathan memasuki rumah setelah bertahun-tahun tidak pernah ditempati. nathan menatap sekeliling ruang tamu dan pandangannya berhenti ke beberapa foto kecil dan besar yang mengantung didinding. foto-foto dirinya bersama nasyah dulu dan disusul foto dirinya bersama niar dan gitta dan terakhir pigura besar yang memperlihatkan foto mereka berempat dan sangat bahagia.
nathan meneteskan air matanya sambil tersenyum kecil mengingat kenangan bahagia yang mereka lakukan dulu, dan berubah tangisan duka.
rais yang sedang mengendong bayu. bayi yang telah dilahirkan nathan yang dalam waktu kurang 2 minggu. rais meletakan bayu dikereta bayi lalu mendekati nathan yang masih terisak.
rais"ibu, kenapa ibu menangis?"
nathan" kau lihat foto kami berempat ini. foto ini diambil 30 tahun yang lalu hidup kami bahagia yang tinggal dan bersama hanya berempat. cinta sesama jenis yang kami jalani sudah cukup membuat kami bahagia didunia. kebersamaan abadi. tapi sayang kebahagiaan dan kenangan indah itu hancur sekarang. kami berempat sudah seperti orang asing hanya karna 1 pria"
rais memeluk nathan dan nathan menumpahkan tangisannya dipelukan rais.
nathan"(melepaskan pelukannya) kau tau rais. disaat semuanya mulai membenci dan menghujat ku. hanya nasyah yang masih sangat menyayangi ku dan tetap bersamamu. nasyah adalah satu-satunya orang asing yang sudah kuanggap adikku sendiri. rasa sayang kami bagaikan kakak beradik sungguhan. nasyah sudah menjadi tempat untuk pulang, dan menjadi tempat keluh kesah ku. jika sekarang nasyah membenciku, aku harus pulang kemana? kemana aku harus menumpahkan kesedihanku?"
nathan menangis sejadi-jadinya hingga seseorang memeluknya dari belakanh, menambah tangisannya semakin menjadi².
syah" aku tidak pernah membencimu. jadi jangan berpikir kalau aku membencimu. aku tidak akan bisa marah dan benci pada kakaknya sendiri. "
nathan membalas pelukan nasyah dengan linangan air mata.
nathan"maafkan aku"
syah"(mengeleng)ini bukan salah kakak. aku yang salah, semuanya berawal dari jika aku tidak memaksa ini semua tidak akan terjadi. jika saja aku benar-benar berusaha mencintai mas rangga dan melepas kak gitta pertikaian dan kesalahpahaman ini tidak akan terjadi"
__ADS_1
mereka berdua menumpahkan kesedihan mereka dan rais yang menjadi saksi mata dan dengar antara nathan dan nasyah juga ikut meneteskan air mata. nasyah lalu melepas pelukan nathan dan membawa nathan duduk disofa. lalu nasyah mengeluarkan berkas dari dalam tasnya.
syah"aku pernah mengatakan pada kak nathan. jika pertikaian tentang pernikahan kakak dan mas rangga terulang lagi aku sendiri yang akan mengurus surat cerai kalian. maka inilah surat cerai itu,setelah kakak tandatangani maka kak nathan dan mas rangga resmi bercerai tanpa harus melakukan sidang dipengadilan. tapi sebelum kau menandatangani surat cerai ini aku ingin kakak berfikir ulang lagi. sekarang wanita yang dicintai mas rangga adalah kak nathan bukan aku. jika kak nathan memilih mempertahankan pernikahan kalian aku tidak akan keberatan. aku tidak mempermasalahkan pernikahan kalian. dari awal aku tidak pernah mencintai mas rangga dan tidak pernah berusaha belajar mencintainya. dan aku sebenarnya juga sudah tau kalau mas rangga mencintai kak nathan sudah sejak lama. jujur aku merasa bahagia karna akhirnya kakakku keluar dari zona nyamannya bersama sesama jenis. suatu hal yang kuingin dari dulu. aku bahagia akhirnya kakakku menjadi wanita, istri dan seorang ibu yang sesungguhnya. jadi aku mohon jangan rusak kebahagianku karna perceraian kalian. aku pergi dulu harus ada yang kulakukan dipabrik. ingat perkataan ku pikirkan lagi keputusan kakak ingin bercerai dari mas rangga"
setelah nasyah pergi nathan lebih banyak diam dan mengurung diri dikamar. berkas perceraian yang hanya dia tatap. jujur saja nathan sekarang berada dalam dilema dan tak tau harus mengambil keputusan apa. yang tidak akan mengecewakan semua pihak termasuk dirinya.
diluar kamar nathan rais menuju pintu depan karna ada yang mengetuk pintu. dan saat pintu terbuka rais melihat seorang wanita berdiri didepannya rais pernah melihat wanita didepannya dicermin. dialah orangnya gitta.
gitta"kau siapa? bukankah ini rumah nathan, kenapa kau bisa berada dirumah ini?"
rais"aku datang bersama nyonya nathan"
gitta"dimana dia sekarang"
rais"di....(ragu untuk berucap)"
nathan dan gitta saling memandang hingga rais datang dengan tergesa dan berdiri disamping nathan mencoba melindungi nathan dari orang yang menginginkan nyawanya.
rais"ibu"
gitta"ibu?(menaikan satu alisnya heran)apa selama ini kau diam² bermain dengan laki²lain dan dia hasil dari permainan mu itu"
nathan"jaga ucapanmu kak, kau tau sepak terjang ku sama denganmu"
gitta"jelas kita tidak sama nathan, aku tidak pernah berusaha merebut rangga dari nasyah.. "
__ADS_1
nathan"tapi kau merebut nasyah dari rangga, itulah kenyataannya. kau tidak membantu nasyah untuk mencintai mas rangga tapi malah membuat nasyah lebih menjauh dari rangga dengan tetap berada disisi nasyah tanpa memberi peluang untuk rangga masuk ke hatinya. aku tidak pernah menarik perhatian mas rangga padaku begitupun mas rangga tidak pernah melihatku sebagi istrinya. tapi nasyah sendiri yang membawa rangga kepelukan ku untuk pertama kalinya dimalam saat aku menghubungi mu untuk membicarakan perubahan sikap nasyah diawal pernikahan dulu. mas rangga hanya menebus kesalahannya karna telah menyentuh ku secara terpaksa karna terjerat obat perangsang, mas rangga hanya memberikan ku tak sebagai istri tanpa melibatkan perasaannya. aku pernah melakukan percobaan mengakhiri hidupku sendiri sebelum aku tau kalau nyawaku terikat menjadi satu dengan nyawa nasyah"
gitta"walau kau berusaha berkata kau tak merebut kebahagiaan nasyah tetap saja kaulah yang dicintai rangga sekarang bukan nasyah"
nathan"kenapa kak gitta segitu sangat membenciku dan berusaha melakukan upaya untuk membunuhku. terakhir kali dengan bantuan ratu kadita kau menutup ilmu telepati dan menerawang nasyah agar tidak berhasil mencariku. apa cambukan dari nasyah tidak cukup membuat kak gitta sadar akan kesalahan kakak?"
gitta"apapun akan kulakukan agar kau menjauh dari nasyah, dan mulai sekarang jangan pernah memanggilku kakak karna kau hanya sekedar orang asing dihidup nasyah"
rais"sebaiknya anda pergi sebelum aku menghubungi tante nasyah dan melaporkan anda padanya"(berdiri didepan nathan dan berhadapan dengan gitta)
gitta lalu pergi dari rumah itu sebelum rais benar-benar menghubungi nasyah.
rais"ibu, semua perkataannya tidak perlu ibu pikirkan. yang penting tante nasyah tidak pernah membenci ibu. sekarang lebik baik ibu istirahat saja"
rais menuntun nathan ketempat tidurnya supaya nathan bisa istirahat.
rais"aku akan membangunkan ibu saat jam makan malam tiba. sekarang istirahat lah"
rais keluar dari kamar nathan. nathan hanya diam menatap langit-langit kamarnya. satu tangan terulur membuka laci dan terdapat beberapa botol kaca kecil yang berisi cairan warna warni. tangan nathan terulur mengambil 3 botol kecil dan menelan ketiga cairan yang berbeda warna.
nathan"maafkan aku syah, mungkin hanya dengan cara seperti ini semuanya akan berakhir"
nathan menggenggam 3 botol bekas cairan yang diminum nya lalu nathan menutup mata.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
bersambung