Kakak Beradik Tak Sedarah

Kakak Beradik Tak Sedarah
episode 29


__ADS_3

diruang bersalin.


nathan terus merintih kesakitan. dokter sedak memeriksa kondisi nathan sudah mengalami pembukaan berapa.


syah"apakah tidak bisa operasi sesar saja? "


dokter"terlanjur pembukaan 8 jika pasien bisa normal kami tidak bisa mengoperasi secara sesar. nyonya nathan sebentar lagi ikuti aba² saya"


nathan"maafkan aku syah, maafkan aku.aku tidak pernah mengetahui kesedihanmu"


syah"jadi selama ini kakak meminta maaf karna hal itu?(menggeleng)jangan sampek perkataan gitta menjadi beban bagimu kak. jangan dengarkan dia, yang tau perasaanku adalah diriku sendiri. aku bahagia walaupun mas rangga akhirnya memilihmu itu sudah menjadi kesepakatan ku dengan mas rangga sebelum pernikahan. walau akhirnya kaulah penghuni hatinya aku tidak akan pernah marah dan menyesal telah memintamu menikah dengan mas rangga."


nathan mengejan sekuat tenaga saat rasa sakit dia rasakan dan sesuai intruksi dokter.


nathan"sampai kapanpun aku akan terus menyimpan rasa bersalah ini jika mas rangga benar-benar berpaling darimu karna diriku."


terdengar tangisan bayi saat nathan mengejan yang kedua kalinya.


dokter"bayi perempuan"


dokter menyuruh suster untuk membersihkan tubuh bayinya. dan tiba-tiba nathan tak sadarkan diri. dokter berusaha menyelamatkan kak nathan syah berjalan mundur memberikan ruang untuk dokter dan suster menangani nathan.


syah"kau harus hidup tetap hidup, kalau kau berhasil hidup aku berjanji akan memenuhi permintaanmu. kalaupun kau tidak bisa selamat berarti kau harus membawaku juga bersamamu"


syah keluar dari ruangan dengan perasaan yang bercampur aduk. diluar sudah ada rangga yang menunggu bersama kevin yang berdiri tak jauh dari rangga bersama gitta.


rangga"syah, bagaimana keadaan aini?"


syah hanya diam hingga pandangan menangkap sosok gitta. gitta yang ditatap tajam oleh syah hanya bisa menunduk.


syah"kevin bawa wanita yang kau cintai itu sebelum aku kehilangan kendali dan kau tidak akan bisa melihatnya lagi selamanya"


kevin menatap bingung kearah nyonya pertamanya itu. tapi tak urung kevin membawa gitta pergi dari tempat itu.


rangga"kenapa syah? apa yang terjadi? syah jangan bilang kalau gitta lah pelaku yang selama ini meracuni aini?(syah hanya diam) diammu kuanggap ia.tidak akan ku biar orang itu masih hidup setelah dia membahayakan nyawa istri dan anakku"


syah"mas rangga berhenti, mas tidak perlu ikut campur memberikan hukuman untuk gitta. apa yang sudah diperbuat gitta itu menjadi tanggung jawabku. jadi mas rangga jangan berani²nya menyentuh gitta tanpa seizin ku"


rangga diam sambil mengepalkan tangan menahan amarahnya. tidak lama dokter keluar syah langsung mendekati dokter wanita itu yang selama ini menangani nathan selama masa kehamilannya.


syah"bagaimana dokter kak nathan baik² sajakan.?"


dokter"syukurlah beliau masih bisa diselamatkan. dan kondisi sekarang sudah jauh lebih baik. kami akan memindahkan keruang rawatnya setelah memastikan kondisi benar-benar membaik dan untuk bayinya bisa kalian temui nanti, suster akan mengantar bayinya keruang rawat ibunya nanti."


syah" terimakasih dokter."


dokter"sama². kalau begitu saya permisi."


syah mengangguk begitupun rangga. setelah beberapa jam nathan sudah dipindahkan keruang rawat yang berbeda dengan kamar rawat sebelumnya.


syah terus mengenggam tangan nathan menunggu nathan sadar. rangga harus kembali kekantor karna masih ada pertemuan dengan rekan bisnis yang sangat penting. disaat syah melamun entah memikirkan apa, nathan secara perlahan membuka matanya secara perlahan. nathan melihat syah yang masih belum menyadari dirinya sudah sadar.


nathan"syah"

__ADS_1


syah"kakak sudah sadar, aku akan panggil dokter"


nathan"syah tunggu, aku mohon jangan menghukum kak gitta setelah ini"


syah"kenapa? apa yang diperbuat kak gitta padamu jauh lebih mengerikan dari apa yang sudah dilakukan niar padamu. tentu saja aku harus menghukumnya."


nathan"(menggeleng)jangan aku mohon aku sudah kehilangan niar. dan kita hanya tinggal bertiga itupun sekarang kita bertiga sudah terpecah karna diriku. aku bahkan berharap kita bisa kembali seperti dulu lagi tapi aku tidak tau apakah niar masih hidup sampai sekarang atau tidak,mengingat dimana dia berada aku tidak yakin dia masih hidup"


syah"dia masih hidup(nathan menatap syah) anak buahku selalu melaporkan keadaannya, tapi aku tidak bisa memanggilnya kembali"


syah langsung menyela sebelum nathan mengatakan sesuatu. mereka berdua sama-sama hening hingga suara ketukan pintu terdengar seorang suster masuk sambil mendorong tempat tidur bayi yang ternyata membawa bayi nathan yang baru beberapa jam terlahir kedunia. syah membantu nathan untuk bersandar setelah itu suster memberikan bayi nathan untuk disusui. setelah itu suster pergi.


nathan"boleh aku meminta sesuatu syah?"


nathan menatap wajah sangat putri yang tengah lahap meminum asi darinya. syah menatap nathan lekat² hingga akhirnya berkata..


syah"jika menyangkut niar aku tidak bisa"


nathan"mungkin kearah sana sedikit, tapi yang ku minta bukan itu. kau pernah tidak pulang kerumah selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan,entah kau pergi sendirian atau atau bersama kak gitta.bisakah kau mengirim ku melakukannya kegiatan itu hanya aku?"


syah menatap nathan yang kini juga menatap dirinya berharap permintaanya terpenuhi.


syah"kenapa kak nathan ingin berpergian seperti itu? itu bukanlah berpergian biasa. apa kak nathan sudah sanggup mengunakan kekuatan kakak sepenuhnya ?"


nathan"setidaknya hanya itu alasanku supaya bisa menghindari mas rangga dan sedikit mengurangi kebencian kak gitta padaku."


netra coklat nathan mulai berkaca kaca menatap sang putri telah tertidur lelap setelah kenyang meminum asih.


nathan"atau izinkan aku bercerai dengan mas rangga"


bayi nathan menangis karna terkejut mendengar suara syah yang meninggi. nathan berusaha menenangkan sang bayi yang menangis.


syah"pilihan kak nathan tidak ada yang terbaik. kau ingin berpergian, apa kau siap aku mengirimmu bertahun-tahun tanpa bertemu anak²mu? kalau kau minta cerai, bagimana nasib kedua anakmu? sluruh masyarakat akan mempertanyakan asal usulnya. apa kau siap dengan pertanyaan anakmu nanti kenapa ibu mereka bisa pisah dengan ayah mereka. setidaknya pikirkan dulu sebelum memberi pilihan."


syah beranjak dari tempat duduknya berdiri didekat jendela dengan menahan kemarahan dalam hatinya.


syah"mas rangga juga pasti tidak akan setuju untuk menceraikan kak nathan. aku juga tidak bisa menjauh kan seorang anak dari ibunya.(syah mulai meneteskan air matanya)"


nathan"setidaknya rehaan dan putriku masih punya dirimu yang akan merawat mereka selayaknya ibu kandung mereka. bukankah kau sendiri yang mengatakan kalau anak² adalah anak²mu juga."


syah"kasih sayang dari ibu kandung dan ibu tiri itu berbeda kak, walau aku berusaha rasanya tidak akan sama."


nathan"lalu aku harus apa syah? tidak mungkin aku terus berada diantara dirimu dan mas rangga. aku tidak mau kak gitta menyimpan dendam padaku terlalu besar. aku juga tidak ingin suatu saat nanti kau ikut terpengaruh dan akhirnya membenciku juga"


tangisan nathan akhirnya tumpah walau masih berusaha meredam suara tangisannya supaya tidak membangunkan sang putri yang tertidur. melihat pisau buah dimeja samping ranjangnya. nathan turun dari ranjangnya secara perlahan menaruh bayinya diranjang. nathan membelakangi syah dimana syah juga membelakangi nathan. nathan mengambil pisau buah. menyayat pergelengan tangannya berharap mengenai urat nadinya. darah mengalir membanjiri lantai, syah merasakan pergelangan tangannya sangat sakit.


nathan" jika kau tidak bisa memisahkan ibu dan anaknya, kalau begitu biarkan Tuhan yang mengambil keputusannya"


bersamaan dengan perkataan nathan, syah mendengar suara barang jatuh. syah memutar tubuhnya menatap nathan, dan langsung terkejut mendapati nathan sudah terkapar dilantai dengan bersimbahan darah. syah langsung mendekati nathan.


syah"kak nathan bangun kak kenpa kau senekat ini. kak nathan"


syah menangis dengan memeluk nathan yang sudah tak sadar kan diri.

__ADS_1


...----------------...


sebuah mobil terparkir di perkarangan rumah Wijaya seorang wanita keluar dari dalam mobil lalu berjalan masuk kedalam rumah. wanita itu terus berjalan hingga sampai diruang keluarga dan melihat anggota keluarga Wijaya.


"syah,mas rangga"(panggilnya)


syah dan rangga menoleh ke sumber suara. rangga tersenyum tapi tidak dengan syah. mata wanita itu melihat sekeliling mencari seseorang.


"dimana nathan?"


syah menatap kewanita itu dengan expresi datar lalu mendekatinya.


syah"ikuti aku"


syah berjalan menaiki tangga dan wanita itu mengikuti syah dari belakang. hingga mereka sampai disebuah kamar, yaitu kamar pribadi nathan. syah terdiam sebentar hingga tangannya bergerak membuka pintu kosong. tidak ada seorangpun syah membawa wanita itu menuju balkon yang terbuka terdapat seseorang yang tengah duduk diatas kursi dengan tatapan kosong bersama dengan seorang perawat. orang itu tak lain adalah nathan.


ya nathan masih sempat tertolong walau tangan nathan harus dijahit 5 lapis karna terpotong hingga menyentuh ke tulang tangannya. walau nathan selamat tapi tidak dengan semangat hidupnya. nathan bagaikan mayat hidup. syah mendekati nathan dan duduk disamping kiri nathan.


syah"kak nathan, coba kakak liat. siapa yang kubawa untuk kakak?"


nathan tetap diam tak merespon. syah menoleh kewanita itu dan mengangguk. wanita itu mendekat dan berlutut dihadapan nathan mengenggam tangan kanan nathan


"nathan,ini aku,,, niar"


ya wanita itu tak lain adalah niar. syah memerintahkan anak buahnya sehari setelah tragedi nathan memotong pergelangan tangannya. dan baru tiba dirumah Wijaya 2 minggu kemudian karna harus menghangatkan tubuh niar yang dingin membeku diantartika.


nathan menatap wanita yang ada didepannya tapi tak mengeluarkan respon sedikitpun.


syah menarik nafas lelah tidak tau harus berbuat apa lagi untuk mengembalikan keadaan nathan seperti dulu. sungguh syah merindukan medan perangnya seperti saat ini. dan syah tidak punya pilihan lain.


syah"kak niar, ikut aku keruang kerja ku. dan kau jaga kak nathan baik²"


suster"baik nyonya"


syah meninggalkan kamar nathan dan menuju ruang kerjanya.


ruang kerja


sudah ada niar dan gitta yang duduk kursi depan meja kerja syah. dan syah sedang duduk dikursinya. menatap dalam kearah gitta dan niar.


syah"pertama² untuk kak gitta, jangan berfikir aku tidak memberi hukuman pada kakak setelah apa yang kak gitta lakukan pada kak nathan.aku pasti akan memberikan hukumannya. menikah dengan kevin besok dan jangan tunjukan wajahmu didepanku sebelum aku memintamu untuk muncul. dan selama itu aku memberikan tugas untukmu mengawasi kota ini tanpa mengurangi tanggung jawabmu pada pabrik dan sebagai istri untuk kevin. dan untuk kak niar, aku menyuruh anak buahku membawamu pulang bukan berakhir hukumanmu berakhir. aku melepaskan dan tak memberikan hukuman berlebih karna keinginan nathan sebelum dia akhirnya memotong pergelangan tangannya. jadi tugas kak niar disini menjaga anak² dan mas rangga. anggap ini kempatan yang kuberikan pada kalian berdua. kuharap dengan kesempatan ini kak gitta bisa meng intropeksi dirinya sendiri.dan kak niar mendapatkan keadilan yang dituntut sebelumnya. dan waktu kalian hanya sampai aku pulang dalam waktu yang tidak bisa diprediksi."


niar"kau hanya menitipkan anak² dan mas rangga lalu nathan?"


syah" kak nathan akan ikut bersamaku. dan berharap perjalan yang dia inginkan bisa membuatnya kembali normal seperti sedia kala. dan ingat aku masih belum memaafkan kalian atas kesalahan kalian dimasalalu"


syah menatap tajam kearah gitta dan niar. setelah itu meninggalkan ruangannya.


...----------------...


dan sesuai perkataan syah.setelah kevin melaksanakan pernikahan sesuai kepercayaan kevin dan lanjut sesuai kepercayaan gitta syah membawa nathan pergi dan tidak tau kapan dia akan kembali. sebelum mobil berangkat syah menoleh kearah rangga yang menangis di gendongan rangga bayi yang baru lahir beberapa minggu yang lalu yang diberi nama Rachel yang ada di gendongan niar. setelah itu syah menaikan kaca mobil dan mobil pun berangkat meninggalkan perkarangan kediaman wijaya.


...----------------...

__ADS_1


bersambung


__ADS_2