Kakak Beradik Tak Sedarah

Kakak Beradik Tak Sedarah
episode 42


__ADS_3

diruang rawat maria..


saras"mama tidak pernah mengira kau akan menyembunyikan hal sebesar ini maria, 6 tahun kau harus berperang dengan hasratmu sendiri"


maria"apa mama marah karna maria gagal menjaga kehormatan maria sendiri? pastinya mama marahkan. ini memang salahku aku tidak bisa menjaga diriku sendiri sampai Rama bisa menjadikan ku kelinci percobaan nya. "


saras"mama tidak marah padamu. semuanya terjadi karna kecelakaan. bukan atas keinginan mu sendiri. tapi seandainya saja kau mau berkata jujur pada mama kau tidak akan sendirian menghadapi penyakit mu itu. mama akan berusaha mencari dokter seksologi terbaik yang bisa menyembuhkanmu"


maria"aku hanya tidak ingin menambah beban mama. mama sudah capek berkerja untuk memenuhi kebutuhan kami."


saras"kamu bukan beban maria. kamu putri mama felicya juga. mama masih hidup sampai sekarang karna kalian berdua. jika terjadi sesuatu pada kalian mama tidak akan memaafkan diri mama sendiri karna gagal menjaga kalian. mama hanya punya kalian berdua dihidup mama. kalianlah tujuan dan harapan mama. jadi mama mohon jika terjadi sesuatu jangan pernah ragu untuk mengatakannya pada mama"


maria mengangguk dan saras memeluk maria dan mengecup kening maria. tidak lama felicya masuk membawakan makanan untuk saraswati dan bubur untuk maria.


setelah selesai makan gitta datang bersama rehan dan raka.


raka"bagaimana keadaan mu maria? om mendapat kabar dari tante gitta kalau kau masuk rumah sakit"


maria"bukan masalah yang serius kok om. lagipula besok pagi aku sudah bisa pulang kok om"


rehaan"bagaimana kalau selama kalian di SR kalian tinggal dirumah saja tanpa harus menyewa hotel?"


gitta"setidaknya jika kalian butuh sesuatu tinggal mengatakannya pada kami"


saras"aku tergantung mariana dan felicya, bagaimana felicya maria?"


felicya"aku tergantung maria ma"


maria menatap semua orang 1 persatu berakhir menatap gitta yang menatap dirinya dan memberikan isyarat dengan menganggukkan kepala. maria melengos dan tak menjawab iya ataupun tidak. saras yang menatap maria hanya diam membuka suara.


saras"sepertinya kami memilih untuk tetap pulang ke hotel saja. lagipula 4 hari lagi kami akan kembali ke JK karna mereka masih harus menyelesaikan kuliah di tahun terakhir ini"


raka"maria?"


maria menoleh menatap raka dan felicya saat felicya menyentuh tangannya.


maria"baiklah om, kami bertiga akan pulang kerumah om saat aku sudah keluar dari rumah sakit"


raka"tentu. apa perlu besok om jemput?"


maria akan menjawab tapi gitta sudah menyela lebih dulu.


gitta"tidak perlu raka. biar aku saja yang jemput mereka."


raka"baiklah tante."


...----------------...

__ADS_1


maria, saras dan felicya sudah keluar dari rumah sakit pukul 9 pagi dan sesuai rencana gitta datang menjemput dan membawa mereka pulang kerumah Wijaya. setelah sampai seperti biasa raka dan rehaan menyambut kedatangan saras dan kedua putrinya. tapi bedanya kali ini. ada niat yang duduk dikursi roda ikut menyambut kedatangan saras dan kedua putrinya.


niar tersenyum dengan bahagia saat menatap felicya dan mariana.


niar"nathan nasyah"(lirih nya yang msih bisa didengar semua orang )


felicya menatap bingung kearah niar dan yang lainya kecuali mariana dan saraswati


gitta"niar, mereka bukan nathan dan nasyah, tapi mariana dan felicya putrinya saraswati"


niar"tapi... "


rehaan"bunda niar, tante gitta benar mereka bukan mama nathan dan bunda nasyah. bunda niar juga melihat sendiri mama dan bunda nasyah dimakamkan. jadi tidak mungkin mereka masih hidup sekarang. "


gitta"lebih baik dirimu istirahat niar. kau baru saja sadar setelah beberapa tahun dalam keadaan koma. biar ku antar kekamarmu"


gitta akan bersiap mendorong kursi roda niar tapi suara mariana menghentikan langkah gitta.


maria"jika dibolehkan biar aku saja yang mengantar nenek niar kekamarnya"


raka"tapi kau baru keluar dari rumah sakit maria"


maria"aku tidak selemah itu om, hanya karna aku baru keluar dari rumah sakit lalu aku tidak mampu mengantar nenek niar kekamarnya."


felicya"maria benar om, maria tidak selemah itu dia bahkan masih bisa memenangkan pertandingan karate juara 1 walau saat itu maria sedang sakit "


maria mengangguk lalu mendorong kursi roda niar masuk kedalam dan disusul yang lainnya.


saat berada didalam lift niar menatap maria melalu pantulan dinding lift didepannya. maria pun juga menatap niar melalui dinding lift. setelah tiba di lantai 2 dan membawa niar masuk kekamarnya dan membantu niar duduk diatas tempat tidur.


maria" sepertinya seseorang bernama nathan dan nasyah yang nenek maksud adalah seorang yang spesial dihidup nenek?"


niar"nathan adalah kekasih sesama jenis ku dan nasyah yang sudah kuanggap adik sendiri. kami berempat sangat dekat dan saling menyayangi, hingga akhirnya karna seorang laki-laki membutakan mataku hingga aku nekat melakukan sesuatu pada nathan yang tidak akan pernah bisa mendapatkan maafnya(meneteskan air matanya) nasyah dia paling kecil diantara kami bertiga tapi dia bisa bersikap lebih dewasa dan berpikiran cerdas dari kami. nasyah selalu berdiri menjadi pelindung untuk kami bertiga. tapi karna kesalahanku pada nathan kaka yang amat ia sayangi membangkitkan sisi kejam seorang nasyah. dia membenciku dan enggan memaafkanku sebelum nathan memberikan maaf padaku. tapi diriku tidak pernah mendapatkan maaf mereka berdua sampai mereka akhirnya tiada. mereka berdua meninggalkanku dengan rasa bersalah yang amat besar dan tidak akan pernah bisa dimaafkan"


niar menangis sejadi-jadinya maria menatap niar dengan serius. lalu tangannya terulur menghapus air mata yang sudah membanjiri pipinya. tangan niar terulur menggenggam tangan maria lalu memperhatikan pergelangan tangan maria yang terdapat bekas luka dengan disamarkan oleh tato.


reflek tangisan niar berhenti lalu menatap maria dengan serius begitupun maria yang tengah menatapnya dengan serius.


maria"aku sudah memaafkanmu sebelum kau meminta maaf. jadi berhentilah merasa bersalah karna bukan kesalahanmu sepenuhnya. sekarang lupakan apa yang sudah terjadi dimasalalu. jangan mengingatnya kembali. nathan memilih mengakhiri hidupnya untuk menutup cerita yang kelam dan tak harus diingat"


maria lalu melepaskan tangan niar yang menggenggam tangannya lalu berdiri untuk meninggalkan kamar niar.


niar"nathan.. "


maria"maria.. mariana. sekarang yang hidup didepanmu bukan lagi nathan dan nasyah tapi mariana dan felicya"


maria lalu keluar dan menutup pintu. maria menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan lalu meninggalkan kamar niar dan menuju kebawa untuk bergabung dengan yang lainnya.

__ADS_1


saras"kenapa selama kami disini aku hanya melihatmu dan rehaan? dimana Rachel dan alvano?"


raka" alvano sedang perjalanan bisnis. sedangkan Rachel dia ikut dengan suaminya dan sesekali mengunjungi kami"


rehaan"lebih baik kalian istirahat dulu salah satu maid akan mengantar kalian kekamar tamu. "


saras"terimakasih"


...----------------...


malam hari..


dipinggiran kolam renang maria menelpon dengan seseorang sambil menahan emosi.


maria"kalian ku suruh mencari satu pria biasa tidak becus, apalagi jika ku suruh mencari siluman pasti kalian tidak akan menemukannya. pokoknya aku tidak mau tau saat aku kembali ke kota JK besoo lusa pria itu sudah ada dihadapanku bagaimana pun caranya"


maria menutup telfon sambil menahan emosi dihatinya. hingga suara seseorang mengejutkannya.


gitta"sepertinya ada yang tidak bisa tidur karna gelisah. apa karna lingkungan rumah yang baru atau karna hal lain?"


maria"bukan urusan tante. dan tante tidak berhak ikut campur urusanku lagi"


gitta"maria apa kau masih menyimpan dendam dimasalalu?"


maria"tidak. aku tidak pernah menyimpan dendam. tapi mengingat kau bisa melakukan apapun aku harus tetap waspada. bagaimanapun kaulah yang memulai semuanya. "


maria akan masuk kedalam tapi ditahan oleh gitta


maria"lepaskan tanganmu. setiap kau menyentuhku, aku selalu berakhir dirumah sakit. jadi jangan sampai yang sekarang juga sama"


gitta melepaskan tangannya dari maria dan membiarkan maria masuk kedalam rumah.


maria masuk kekamar dan duduk diranjang di samping felicya yang sudah terlelap.


maria duduk sambil melamun hingga suara felicya menyadarkan dirinya dari lamunannya.


felicya"maria kau belum tidur?"


maria"kau sudah tau aku tidak akan bisa tidur jika ditempat baru. sudahlah kau tidur lagi saja."


felicya" peluk"(dengan nada manja)


maria tersenyum kecil lalu menaikan kakinya keatas tempat tidur lalu memeluk felicya yang sekarang sudah tidur lagi sambil memeluknya. maria mengecup puncak kepala felicya dan ikut memejamkan mata berharap dia bisa terlelap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


bersambung

__ADS_1


__ADS_2