Kakak Beradik Tak Sedarah

Kakak Beradik Tak Sedarah
episode 48


__ADS_3

bersamaan dengan air mata felicya yang jatuh ke kulit mariana, jari tangan mariana bergerak secara perlahan. felicya bisa merasakan pergerakan dari jari mariana..


felicya"maria.. "


felicya langsung menekan tombol emergency untuk memanggil dokter. tidak lama dokter dan suster datang dan felicya mengatakan jari² tangan mari menunjukan pergerakan dan dokter pun langsung memeriksa kondisi maria.


felicya menunggu dengan gelisah sambil mengamati dokter yang sedang memeriksa kondisi maria. felicya berharap kondisi maria baik²saja.


dokter"syukur lah pasien melewati masa kritisnya. kita hanya menunggu beliau sadar. suster terus pantau kondisinya."


suster"baik dokter"


dokter"saya permisi dulu"


felicya"terimakasih dokter"


dokter dan suster itu langsung pergi dan felicya kembali kursinya menggenggam tangan maria dan mengecupnya dengan senyum dibibirnya.


felicya"kau harus sadar dan segera sembuh maria. aku rindu melakukan kegiatan kita yang dulu. aku merindukan semuanya"


...----------------...


prima"felicya.. felicya"


felicya membuka matanya melihat sekelilingnya dan berakhir kearah maria yang masih anteng menutup matanya seperti enggan untuk membuka matanya.


felicya"mariana.. "


prima"felicya, kau belum makan dari kemarin. makanlah dulu aku sudah memberikanmu makanan"


felicya"aku tidak mau makan selagi maria belum sadar dan sembuh"


prima"felicya, kau juga tanggung jawabku karna aku kakak iparmu. mariana sedang sakit dan sudah menjadi tugasku untuk menjagamu selagi mariana belum sembuh. apa kau lupa dengan kata mariana yang dia ucapkan beberapa jam sebelum insiden kamar mandi itu terjadi?"


felicya mengingat perkataan mariana..


Flashback_on


maria"felicya, walaupun kau masih belum mengingat apapun dan masih belum tau siapa kita sebenarnya. aku hanya ingin kau tau, kita bukan sekedar manusia biasa yang diberi nyawa. nyawa kita terikat satu sama lain kita bisa merasakan sakit satu sama lain. jika sesuatu terjadi padaku, aku berharap kau bisa menjaga dirimu sendiri karna hidupku bergantung padamu. jika kau menginginkan aku tetap hidup, jaga dirimu untuk tetap bernafas hingga diriku sadar kembali"


flashback_off


prima"kau sudah ingat?apa sekarang kau sudah mau makan?"


felicya menatap prima dengan mata berkaca² lalu mengangguk pelan.


...----------------...


felicya menatap mariana dari jendela besar ruang rawat mariana. lalu felicya menatap ponselnya yang tertulis nama tante gitta. felicya bingung harus memberitahu kondisi mariana gitta atau tidak, mengingat beberapa bulan lalu mariana secara terang-terangan tidak ingin bayang² tante gitta ada diantara mereka karna seperti yang dia lihat dimata mariana saat itu tentang perbuatan gitta pada mariana dimasa lalu yang tak lain adalah reinkarnasi nathan.


prima"jika ingin menghubunginya dan memberitahu kondisi mariana lakukanlah, bagaimana pun beliau masih punya hubungan dengan kalian terlepas masalah apa dimasa lalu beliau berhak tau kondisi mariana sekarang"


felicya"bagaimana jika tante gitta melakukan sesuatu pada mariana?"


prima"bukankah itu sudah menjadi masalalu?bukankah dia sudah menunjukan bahwa dirinya sudah berubah. "


felicya mengambil nafas panjang lalu menghebuskannya. setelah itu felicya menekan tombol hijau untuk menghubungkan dirinya dengan gitta.


ditempat gitta..


gitta sedang menyibukan diri dengan urusan pabrik dan beberapa bisnis yang ditinggal nathan dan felicya. hingga fokusnya teralihkan dengan ponselnya yang berdering dan terlihat nama felicya.

__ADS_1


gitta"felicya.. kenapa dia menghubungiku?"


gitta akan mengangkat telfon tapi ia urungkan karna mengingat perjanjian nya dengan maria. hingga akhirnya gitta nolak panggilan telepon dari felicya.


gitta"maafkan aku tapi aku tau mau mariana tau jika kau masih menghubungiku. "


kembali ke felicya..


felicya"tante gitta menolak telepon ku.. "


prima"itu pasti karna dia ingat tentang ucapan mariana. tanpa tau kalau sekarang mariana sedang sakit. kalau begitu, jika tante gitta menolak telepon mu kau tulis saja pesan untuknya agar dia bisa membacanya"


felicya mengangguk lalu mengirim pesan pada gitta.


ditempat gitta..


gitta tidak bisa fokus bekerja karna penasaran kenapa felicya menghubunginya padahal felicya tau kalau maria sudah tidak mau berurusan dengannya. ditengah lamunannya suara notif di hpnya berbunyi. gitta membaca pesan dari felicya.


***tante gitta, aku tau tante sudah berjanji tidak akan menemui kami selamanya. tapi ada kabar yang harus ku beritahu pada tante, maria,, mariana koma setelah melahirkan. maria melahirkan lebih cepat dari waktu yang sudah dijadwal karna maria jatuh dikamar mandi, sebelum koma keadaan maria sempat kritis tapi untung saja maria bisa melewati masa kritisnya. aku takut jika terjadi sesuatu pada maria tante, tapi aku juga tidak berharap tante datang ke sini dan mengingkari janji tante sendiri.


^^^felicya***^^^


gitta berubah gelisah setelah mengetahui kondisi maria sedang tidak baik² saja.


gitta"mariana... apa yang harus ku lakukan tidak mungkin aku membiarkan mereka begitu saja. lalu bagaimana dengan janjiku. jika aku melanggar dan saat maria sadar pasti dia akan marah"


gitta akhirnya mengambil resiko dengan pergi ke kota JK. dan malam hari barulah gitta sampai dikota JK dan langsung menuju rumah sakit.


setelah tiba gitta langsung menuju ruang rawat maria setelah mendapat info dari anak buahnya di mana maria dirawat. dari kejauhan gitta bisa melihat felicya yang menunggu diluar ruangan berdiri di depan jendela kaca.


gitta menghentikan langkahnya dan berfikir ulang apakah dia harus muncul secara terang-terangan dihadapan felicya atau tidak. akhirnya setelah berfikir matang² gitta melanjutkan langkahnya mendekati felicya.


felicya mendengar langkah seseorang mendekatinya langsung menoleh dan terkejut melihat gitta yang benar-benar datang..


gitta"apa aku harus tutup mata dan telinga saat tau 2 orang yang pernah ada disampingku dulu sedang dalam keadaan yang tidak baik²saja?"


felicya"peduli apa tante pada maria jika masalalu tante ingin dia mati?"


gitta"kau sudah mengingat semuanya. nasy.. "


felicya"aku bukan nasyah, aku felicya dan aku tidak akan mau mengingat masalalu. aku memberitahu tante hanya ingin tahu bagaimana reaksi tante setelah tau kondisi maria. apakah masih sama seperti dulu yang didepan nasyah seolah bersedih padahal di belakang nya tante senang kalau nathan akhirnya meregang nyawa. "


gitta"semuanya sudah berubah felicya. aku menyesali perbuatanku"


felicya"bukan kah tante dulu juga berkata menyesal atas semua tindakan yang tante buat?tapi saat ada kesempatan tante mengulanginya lagi. "


gitta"(berlutut dihadapan felicya dan mengenggam tangannya) harus dengan apa aku membuktikan ucapanku jika benar-benar serius mengatakan kalau aku menyesali perbuatanku sendiri? aku ingin memperbaiki semua kesalahanku felicya. dengan selalu ada disamping kalian menjaga dan melindungi kalian berdua"


felicya"kau bersalah pada nathan tante. kau merusak kepercayaan nasyah. lalu, kenapa harus meminta maaf padaku dan maria apalagi membuktikan perubahan tante?kami berdua bukan siapa-siapa kami hanya adik kakak yang terlahir kembar."


felicya menoleh kedalam ruangan berniat ingin membuang muka dari gitta. tapi felicya dikejutkan dengan maria yang akhirnya membuka mata dan sedang menatap kearah mereka berdua dengan tatapan tajam.


felicya langsung masuk dan menekan tombol emergency dan tidak lama dokter masuk dan langsung memeriksa maria.


maria tidak melepaskan genggaman tangan maria pada felicya dan matanya terus menatap tajam kearah gitta. felicya tahu kenapa maria menatap gitta seperti itu karna sedang menahan amarah yang bisa saja meledak kapan saja. tapi felicya menyentuh wajah maria yang masih menggunakan selang oksigen tersebut untuk beralih menatapnya.


felicya"aku ayang memberitahunya tentang kondisimu, dan aku juga yang memintanya untuk datang. karna aku takut terjadi sesuatu padamu maria. aku bingung harus memberitahu tante gitta atau tidak. tapi pada akhirnya aku nekat memberitahu nya. aku mohon sekali ini saja biarkan tante gitta menemani kita hanya untuk beberapa hari saja"


maria hanya mengangguk kecil dan kembali memejamkan mata. genggaman tangan maria pun ikut terlepas.


felicya"mariana... dokter"

__ADS_1


felicya menatap dokter dan melihat dokter menyuntikan sesuatu. felicya memperhatikan wajah dokter itu dan menyadari jika yang masuk bukanlah dokter yang menangani maria.


felicya"kau siapa.. apa yang kau suntikan pada maria?"


gitta yang melihat dari luar merasa aneh dengan reaksi felicya yang marah pada dokter. gitta pun berjalan menuju pintu masuk.


gitta"felicya ada apa?"


felicya"tante gitta, dia dokter gadungan dia menyuntikan sesuatu ketubuh maria tante"


gitta menatap nyalang kearah dokter yang sudah gemetar ketakutan.


gitta langsung membuat dokter itu pingsan dengan kekuatannya dan memanggik anak buahnya untuk mengamankan dokter tersebut. gitta mendekati maria dan felicya. felicya terus menekan tombol emergency dengan panik.


felicya"maria bangun lah.. katakan padaku kau baik² saja. maria"


felicya sudah menangis histeris..


gitta"maria, kau mendengarkanku bukan. kau harus sadar dan melawan rasa sakitmu. kau tidak mau ketakutanmu menjadi kenyataankan? kalau begitu bangun maria,, bangun"


tangan gitta terkejut dengan sebuah tangan yang menggenggam erat pergelangan tangannya. tangan itu tak lain adalah tangan maria. gitta menatap maria yang masih menutup matanya.


gitta"maria, kau... ?"


maria membuka matanya dan netra ungunya lah yang terlihat, menatap tajam kearah gitta.


maria"kau pikir aku bisa mati hanya karna racun kecil? kau salah. "


maria menepis tangan gitta hingga gitta mundur berapa langkah. maria membuka selang oksigen dihidungnya, melepas semua alat yang menempel ditubuhnya. lalu bangun dari ranjang meregangkan tubuhnya. melepas perban dikepalanya. laku menatap gitta masih dengan netra ungunya.


maria"ku akui, dan harus kuucapkan terimakasih padamu. berkat dirimu yang selalu berusaha meracuni nathan dan racun yang diminum nathan sendiri hingga akhirnya meregang nyawa sekarang berguna ditubuh mariana. dia tidak meracuni ku tapi mengobati ku dengan racun. kau lepaskan dia sekarang atau ku hubungi anak buahku untuk menghentikan anak buahmu"


gitta lalu melakukan telepati pada anak buahnya dan menyuruh untuk melepaskannya. gitta mengamati mariana yang duduk diranjang rumah sakit masih dengan netra ungunya yang menatap tajam kearahnya. gitta beralih menatap felicya yang hanya berdiri antara bahagia karna Maria baik² saja dan takut karna melihat Maria menjadi sosok orang lain.


gitta"felicya tinggalkan kami berdua"


felicya menatap gitta sambil menyelenggarakan cepat. gitta beralih menatap Maria berharap Maria bisa menyuruh felicya keluar.


maria"keluarlah feli, aku baik² saja kau tidak perlu khawatir"


felicya"tapi... "


maria"felicya"(menatap felicya)


felicya berjalan mundur menuju pintu saat kedua netra ungu serigala maria menatapnya. setelah felicya hilang dibalik pintu.


gitta"ketakutan nathan, keberanian nasyah. dua hal yang berada bukan pada tempatnya.(maria kembali menatap gitta)mungkin aku sudah melanggar janjiku dengan datang lagi dihadapanmu. sungguh, akal sehatku meminta untuk tidak datang sesuai dengan janji. tapi hatiku menyuruhku untuk datang saat membaca pesan dari felicya tentang keadaanmu."


maria"akal sehatmu yang membenciku menolak untuk kau hadir dihadapanku. tapi hatimu yang masih mencintai nasyah membawamu untuk datang ke hadapanku dan melanggar janjimu.(membuang pandanganya)jangan katakan padaku. kebencianmu berubah padaku karna kau mulai menyukaiku karna sosok nasyah yang ada padaku"


gitta"aku juga tidak ingin mengatakan itu tapi faktanya, aku memang mulai menyukaimu"


maria"tidak. aku tidak mau itu benar-benar terjadi. jangan pernah menyukaiku karna sampai kapanpun aku tetap mariana reinkarnasi nathan bukan nasyah"


gitta"seandainya kau tau kebenciaku tetap ada tapi bukan saat melihatmu, tapi felicya"


maria mendekati gitta secepat kilat dan mencekiknya.


maria"jangan pernah melukai felicya karna kebencian yang kau lihat itu. jika sampai felicya terluka seujung kuku pun kau akan menerima akibatnya dariku"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


bersambung


__ADS_2