Kakak Beradik Tak Sedarah

Kakak Beradik Tak Sedarah
episode 40


__ADS_3

hari yang sebenarnya tak diinginkan maria pun tiba. saraswati, mariana dan felicya sudah berangkat kekota SR selama perjalanan maria hanya banyak diam dan fokus melihat jalanan. saraswati dan felicya yang mengetahui sifat maria yang pediam tidak menaruh curiga apa².


beberapa jam perjalanan mengunakan jalan tol. mereka sudah sampai di kota SR. maria melihat jalanan kota SR dengan jeli.


maria"terlalu banyak yang berubah"(katanya lirih)


felicya "apanya yang banyak berubah maria?"


maria" bukan apa²"


dalam beberapa menit. mobil terparkir didepan sebuah rumah mewah dengan papan nama kediaman Wijaya. dari dalam mobil. maria bisa melihat siapa saja yang menunggu kedatangan mereka. saras dan felicya akan turun dari mobil tapi tangan maria menahan felicya yang akan keluar. saraswati yang melihat reaksi mariana terdiam hingga...


saras"mama turun duluan kalian berdua menyusul. ingat maria jangan mencoba untuk pergi."


maria hanya mengangguk dan saraswati turun dari mobil dan sambut hangat oleh putra² mendiang nasyah dan nathan itu..


felicya"kenapa maria. sebenarnya ada apa"


maria" jangan temui mereka"


felicya "kenapa? kak jika tidak ada sesuatu yang buruk lebih baik kita bergabung dengan mama. ayo"


felicya akhirnya turun dari mobil diikuti mariana. saraswati tersenyum akhirnya kedua putrinya mau turun. rehan dan raka yang melihat maria dan felicya hanya diam mematung dan tak melepaskan pandangan mereka berdua pada maria dan felicya sampai maria dan felicya sampai didepan mereka berdua. maria menjentikkan tangannya dia kali barulah rehan dan raka tersadar lalu menatap saraswati.


raka"saras mereka berdua? "


saras" mariana dan felicya, anak berusia 3 tahun yang kau lihat 19 tahun yang lalu. mereka sudah besar menjadi gadis cantik dan sangat bisa dibanggakan."


maria memalingkan wajahnya saat sang mama menyebutnya gadis. maria tidak bisa membayangkan jika sang mama tau kalau dirinya sudah bukan gadis lagi melain wanita yang kehausan belaian.


raka lalu membawa saraswati masuk diikuti maria dan felicya. maria memandang setiap sudut rumah dan menemukan 1 keanehan. tapi maria tak berani membuka suara. hingga mereka duduk diruang keluarga membahas apa yang mereka alami selama beberapa tahun belakangan ini.


felicya sibuk dengan ponselnya sedangkan maria duduk dengan gelisah.


maria"sebenarnya kita kesini ngapain sih ma? kalau gk ada yang penting aku pergi aja deh"


maria akan bangun dari tempatnya tapi ditahan oleh saraswati. setelah itu raka membawa mereka kesebuah kamar dilantai atas. satu persatu semua orangasuk kedalam kamar yang dibuka kan pintu oleh raka. semuanya menatap ke seseorang yang tengah terbaring lemah dengan dengan selang infus dan oksigen dialah niar. raka dan rehaan menatap niar dengan kesedihan.

__ADS_1


raka"bertahun-tahun bunda niar hidup seperti ini. semenjak mama nasyah dan bunda nathan tiada, bunda niar dan papa jatuh sakit. dan papa tiada setelah 5 tahun kematian mama nasyah dan bunda nathan. dan sakit bunda niar semakin parah. aku selalu merasa bunda niar seperti ini karna masih menyimpan rasa bersalahnya pada bunda nathan dan dia belum sempat untuk meminta maaf."


saras dan felicya menatap penuh iba. berbeda dengan maria sudah meneteskan air mata lalu menghapus air matanya sebelum ada yang menyadari dirinya menangis. maria lalu mendekat keranjang niar lalu berlutut tepat disamping telinga niar dan membisikan sesuatu lalu mencium tangan niar yang bebas dari selang infus. lalu maria menyuruh felicya juga mencium tangan niar. felicya pun menurut dan melakukan apa yang di suruh maria. setelah itu tidak lama niar membuka matanya. orang yang pertama dia lihat adalah maria dan felicya. niar tidak berkata-kata apa² hanya menatap maria dan felicya dengan mata berkaca².


rehaan lalu menghubungi dokter yang biasanya menangani niar. maria memilih meninggalkan kamar niar diikuti felicya. mereka berjalan mengelilingi rumah.


felicya " rumah sebesar ini. apa hanya ditempati om rehaan dan om raka dan bersama bundanya. om raka juga mengatakan kalau tante niar melakukan kesalahan pada tante nathan dan belum sempat meminta maaf pada beliau sebelum wafat. kira² kesalahan seperti apa yang dilakukan tante niar dimasalalu.(menatap maria yang hanya diam)maria, aku tau kau orangnya pendiam tapi setidaknya katakan sesuatu."


maria"memangnya aku harus mengatakan apa. lagipula bukan urusan kita bukan"


felicya"katakan padaku, apa yang kau bisikan pada tante niar hingga dia bisa sadar. dan cara dia menatap kita berdua sangatlah berbeda. aku jadi penasaran seperti apa wajahnya mendiang tante nasyah dan tante nathan"


"seperti kalian berdua"


maria dan felicya menoleh ke sumber suara saat mendengar seseorang berbicara. felicya menatap wanita didepannya dengan bingung dan berbeda dengan maria yang menatap tajam kearah wanita tersebut.


felicya"kau siapa.?"


"gittalia, kakak dari mendiang nasyah, nathan dan niar"


gitta"itulah yang menjadi rahasia diantara diriku, nasyah dan juga nathan(menatap maria)kalian belum memperkenalkan nama kalian siapa?"


felicya"aku felicya dan dia mariana saudara kembarku."


felicya akan berjabat tangan dengan gitta tapi ditahan oleh maria. gitta menatap maria yang tengah menatap dirinya dengan tajam.


maria"felicya lebih baik kita kembali kepada mama. takutnya mama mencari kita"


maria langsung menarik felicya dan melewati gitta begitu saja.


felicya" maria kalau sampai mama tau kau tidak sopan sama yang lebih tua. mama bisa marah"


maria"aku tidak peduli lebih baik kau jauhi dia. jangan pernah dekat² dengan wanita itu kau mengerti?"


felicya"tapi kenapa?"


maria"sudahlah fel, lakukan saja apa yang kukatakan"

__ADS_1


maria membuka jaket kulitnya menyisakan tanktop ketat yng memperlihatkan lengannya dan dadanya yang penuh akan tato. maria dan felicya berdiam diri dikolam dekat dengan taman samping. maria menatap kearah taman samping itu dan matanya memperhatikan taman tersebut dengan jeli.


maria"gerry?"(lirihnya)


felicya"kau mengatakan sesuatu mar?"


maria"tidak. kau lihat taman itu fel. sepertinya taman itu seperti bekas digunakan kandang hewan"


felicya"ya aku melihatnya tapi hewan apa ya? lalu kemana hewan itu.?"


raka"taman itu sempat menjadi kandang harimau peliharaan bunda nathan. tapi setelah kematian bunda harimau itu menghilang entah kemana. kami sempat mencarinya tapi tidak ketemu sampai sekarang"


rehaan"maria, kau seorang wanita tapi tato di tubuhmu banyak sekali?"


maria"ini.. ini tato? seni.. ya seni aku suka seni. mama bisakah kita pergi ke hotel sekarang juga?"


raka"kenapa harus kehotel.? rumah ini banyak kamar. selagi kalian disini. menginap saja disini tanpa harus menginap dihotel"


maria"mama..."


saras"maaf raka. sepertinya kami menginap dihotel saja maria memilih untuk menginap dihotel. maaf raka, maria memang kurang nyaman jika berada dilingkungan baru selain hotel"


gitta"kalau begitu biar maria saja yang menginap dihotel. felicya dan dirimu menginaplah disini. "


maria akan membuka suara tapi felicya sudah membuka suara duluan.


felicya"maaf tante. aku juga akan ikut maria menginap dihotel. kami selama ini selalu bersama, dimanapun maria nyaman aku akan ikut dengannya."


maria tersenyum kecil mendengarkan perkataan Felicya sambil menatap gitta.


rehaan"jika begitu tidak masalah. maria om berterimakasih padamu. entah apa yang kau bisikan pada bunda niar hingga dia bisa bangun dari tidur panjangnya om hanya bisa bilang terimakasih dan sering-sering lah berkunjung kerumah ini. bersama felicya"


maria"Sama-sama om"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


bersambung

__ADS_1


__ADS_2