Kamu Milikku Selamanya

Kamu Milikku Selamanya
1.Di jodohkan?


__ADS_3

Malam itu dirumah keluarga Claretta,angin sejuk menerpa masuk melewati jendela jendela yang dibiarkan terbuka.


"PRANKKK!" Bunyi suara pecahan gelas menggema di ruangan keluarga itu.


"APA MASKUD PAPA,AKU GAK MAU DIJODOHKAN AKU TIDAK MENGENAL ORANG YANG SUDAH PAPA PILIH UNTUK DIJODOHKAN LAGI PULA INI SUDAH ZAMAN MODERN PAH,AKU BISA MEMILIH JODOH KU NANTI"


Teriak Clarettapada papanya memang Claretta anak yang keras kepala tapi ketahuilah dia gadis yang lembut di dalam,suasana di keluarga itu tidak pernah terlihat rukun dan damai terakhir kalinya Claretta merasakan kerukunan pada keluarganya saat kakek ,nenek dan mamanya masih hidup.


Kondisi saat ini Claretta harus menghadapi papanya yang akan menjodohkan dia dengan salah satu anak pengusaha terkaya di Indonesia.


"PLAK! Berani kamu Retta teriak ke papa,kamu mau bikin keluarga ini bangkrut,bantu papamu ini"kata papa Clarettaa setelah menampar pipi Retta


"Tau tuh jadi anak gak tau diuntung banget sih"ledek mama tiri Retta


Di dalam keluarga Retta sendiri dia berperan seolah olah menjadi seorang Cinderella yang disuruh suruh dan di maki terus menerus disuruh melakukan pekerjaan rumah dan lainnya.


Retta sendiri tidak berani untuk melawan,dia belum mau diusir dari rumah ini. Jadi mau tak mau dia harus melakukan semuanya dan menunggu seorang pangeran berkuda untuk datang menyelamatkannya.


Sambil menahan sakit di pipinya,Retta berlari ke kamarnya dia tidak ingin ribut dengan orang tuanya,dia mengunci kamarnya dan menjatuhkan dirinya di kasur.


"Kenapa Tuhan sungguh tidak adil?"Air matanya terus menerus mengalir bagaikan air sungai yang terus mengalir.


Retta mendiamkan dirinya di kamar yang gelap dan dingin. "Mungkinkah Tuhan memberikan ku kesempatan untuk pergi dari sini dan hidup dengan orang yang akan menjadi pasangan hidupku nanti? Jika ia kumohon bahwa lah aku pergi dari sini" Ucap Retta dalam hatinya.


Pagi hari Retta terbangun sinar mentari menusuk matanya dan memaksanya untuk segera bangun dari kasur empuknya. Segera dia bangun dan bergegas ke kamar mandi dia menyikat gigi dan menyalakan showernya.


Setelah 30 menit di kamar mandi Retta keluar untuk mengambil bajunya,tak perlu waktu yang lama Retta telah rapi dengan bajunya. Segera dia turun ke bawah untuk makan.


Saat di meja makan Retta mengambil sepotong sandwich dan segelas susu segar. Di lihantnya papanya sedang duduk di teras sambil membaca koran,Retta berniat menyapanya dan mebicarakan tentang perjodohan itu.


"Pah?"


"Hmmm,kenapa?"


"Tentang perjodohan kemarin,mungkin aku akan menerimanya"


"Ya bagus,malam ini kita akan pergi makan malam dengan keluarga mereka"


"Ya,pa"


Setelah percakapan singkat dengan papanya Retta kembali ke meja makan untuk menghabiskan sarapanya,siang ini dia ada janji dengan sahabatnya sejak SMP Andre.


"Uuu anak tak tahu di untung seperti mu ini masih berani duduk di meja makan ya"Hardik mama tirinya.


Tentu Retta tidak menghiraukannya dia lebih memilih diam dan akhirnya mamanya pun pergi meninggalkannya pada akhirnya.


"Pah aku pergi"


"Mau kemana?"

__ADS_1


"Bantu Andre beli hadiah buat saudaranya" Jawab Retta berbohong pada papanya jika papanya tahu dia akan pergi ke mall tidak segan papanya akan marah padanya dan mengurungnya di rumah setelah bisnis papa Retta bangkrut karena banyak hutang,Retta tidak lagi sering diperbolehkan ke sarana belanja karena akan memboros uang.


"Ohhh"


Tin tin tin


Suara mobil sport milik Andre berbunyi memanggil Retta,Retta segera berlari dan masuk ke mobil.


Andre anak orang kaya papanya wakil menteri negara dan mamanya seorang dokter bedah yang terkenal. Andre selalu di manja dengan uang dari kecil hingga sekarang yang membuatnya menjadi sering main dengan perempuan perempuan yang berbeda setiapa harinya.


"Dre,gua mau dijodohin sama papa gua"


"Hah sama siapa Re?"


"Aku juga belum kenal katanya malam ini mau dinner-an sama keluarganya"


"Emang lu mau?"


"Yahh,gua sempat nolak tapi gua gk ada pilihan gua gak mau jadi upik abu terus di sana lama lama jadi mending gua terima aja"


"Sama gua aja kalok gitu"


"Ahahahahaha,bisa aja bercanda lu"


"Gua gak bercanda Re"


"Udah lah jalan aja lah ihh geer apa lu"


Andre sudah menyimpan rasa sangat lama pada Retta,namun Retta selalu menganggap itu sebagai candaan. Pernah waktu SMA Andre menembak Retta namun apadaya Retta terlalu cuek untuk urusan cinta seperti itu jadi Retta menganggapnya sebagai candaan.


Saat sampai di mall


"Ayo temani aku beli buku,besok sepupu kutu buku ku akan pulang ke sini dan pasti akan meminta ku untuk memberinya buku buku"


Tanpa lama lama mereka masuk ke gramed dan memmbeli beberapa buku,setelah selesai membeli buku mereka memutuskan untuk membeli makanan.


"Krucukkk" bunyi perut Retta,dia menahan malu di depan Andre karena suara keroncongan perutnya pipinya merona karena malu. Andre yang mendengar suara keroncongan perut Retta segera membayar buku ke kasir dan mencari makan.


"Ahhh aku malu tau udah jangan di senyumin terus"saat menyadari bahwa Andre sedari tadi melihatnya sangat lahap memakan makananya


"Rakus banget lu Re"


"Biarin,gua laper mau gimana"


"Ahahhahaha"


Setelah menghabiskan makannanya Andre segera membayar di kasir dan bergegas pulang karena hari sudah sore.


Saat sampai dirumah

__ADS_1


"Dahh Re,see you kangenin gue ya biar gue makin sayang"


"Dih kepedean deh luh dah sana bye"


"Bye"


Di mobil Andre


"Sial*n gua telat buat nyatain cinta ke dia"ujar Andre kesal sambil memukul setir mobilnya "andai lu serius Re mungkin lu udah bahagia sama gue"


Andre melaju dan tak terlihat lagi di kejauhan.


Retta masuk dan segera ke kamar dia bergegas untuk mandi,tentu dia tak lupa dengan janji temu dengan acara makan malamnya.


"Entah apa yang akan terjadi di sana,apakah calon mertuaku nantinya akan menerima aku? Seperti apa jodoh ku itu nanti" gumam Retta saat sedang membilas shampo nya dengan shower.


Kini Clay telah siap dengan gaun indahnya selutut dan sepatu hells creamnya.


Dalam perjalanan menuju tempat tujuan kesunyian menghiasi di dalam mobil itu,tak ada yang berbicara.


Saat sampai di Hotel Golden


"*Hmmm,megah sekali tempatnya mereka benar benar orang kaya ya"*guman Retta.


Mereka segera masuk dan menaiki lift menuju ruangan VVIP, Retta terus menunduk dari tadi dia gugup karena hal ini.


Setelah sampai di depan pintu para pelayan membuka kan pintu "silahkan" kata para pelayan tersebut mempersilakan mereka masuk Retta dan orang tuanya masuk kedalam,Retta menunduk hormat pada orang yang ada di depannya "Halo om Halo tante"sambil memperlihatkan senyuman manisnya,padahal hatinya berkata lain.


"Loh kok kamu?"











__ADS_1



Kira kira kenapa ya stay di eps selanjutnya ya!!!!


__ADS_2