
“Yang benar saja? Dia tertidur selama aku bercerita? Sungguh merepot kan” Setelah perjalanan yang lumayan jauh Rey sampai di rumah,membuka pintu mobil Retta dan segera memopong nya menuju rumah. Anak laki laki yang sudah bisa merangkak itu kini menuju ayah nya perlahan lahan,sungguh anak ini sangat nakal dan tidak bisa diam,diri nya sangat pintar dan depat mengerti.
“Shhh...mama tidur jangan berisik” kata Rey pada Dilan lalu pergi meninggal kan nya di ruang tamu,usai meletak kan Retta di kamar,dia kembali ke bawah menuju ruang kerja nya melihat pekerjaan yang sudah di kirim oleh sekretaris nya,yah masih ada waktu 2 hari lagi,hingga dia berada di rumah itu arti nya lusa Rey sudah harus masuk ke kantor.
Rambut acak acakan,baju tidak rapi,mata lelah iya itu ciri ciri Rey kini,jam di dinding sudah menunjukan pukul setengah tiga pagi,namun dia belum juga kunjung kembali ke kamar nya,dari tadi dia berada di ruang kerja nya,bolak balik ke dapur membuat kopi entah sudah berapa gelas kopi kini di meja nya,esok mungkin mata nya akan seperti panda,hitam!
****
Retta terbangun dan meraba raba kasur di samping nya,kosong dan juga masih rapi tidak tersentuh “kemana dia? Apa dia tidak tidur?” Tanya Retta pada diri nya sendiri,Rett menuju kamar mandi dan membilas wajah nya lalu pergi ke kamar anak laki laki nya yang masih tertidur tampan kata kata itu terlintas di hati nya,ternyata ketampanan nya menurun dari ayah nya.
“Bi...liat Rey gak?” Tanya Retta yang kebetulan berpapasan dengan Bi Sri di anak tangga bawah “itu tuan muda,dari semalam belum keluar dari ruang kerja nya” Retta yang mendengar itu sangat khawatir dan dia berlari ke ruang kerja nya “astaga sayang...kok jadi gini sih?” Resah Retta melihat kondisi Rey,kertas kertas yang berserah kan di lantai,meja yang berantakan,Rey yang pucat,lelah,dan berantakan.
Retta segera membangun kan Rey pelan “tidur di kamar yuk” Rey yang merasa tidur nya di ganggu segera bangun,tubuh nya sangat pegal pegal karena tidur di meja kerja dengan posisi duduk “hmmm” Rey segera berdiri dengan mata yang masih menutup dan berjalan dengan gontai menuju kamar di atas.
__ADS_1
“Emang cowok ada ada aja kerja terus sampai lupa istirahat” kesal Retta sambil membereskan dan merapikan ruang kerja suami nya yang berantakan “habis ini masak,bangunin Dilan,suapin dia makan,bangunin bayi gede...ahhh banyak banget tugas aku hari ini” ofeh Retta terus menerus.
Memang Retta tidak mau kegiatan yang berurusan dengan keluarga nya tidak ada yang harus turun tangan,hanya dia yang boleh sempat di larang oleh Rey namun Retta yang keras kepala tetap kokoh akan pendirian nya meski dia sendiri sering mengeluh akibat hal itu.
****
Malam ini sudah menunjukan pukul dua belas malam namun Rey belum pulang dari tadi,Retta terus gelisah dan panik menunggu kepulangan suami nya itu “kamu di mana sayang sudah tengah malam ini” Retta menggigit bibir bawah nya kini dia sungguh gelisah juga marah.
(Pasti tanya emang Rey kemana?)
Tok tok tok
Pintu rumah besar itu di ketuk beberapa kali oleh seseorang,Retta yang tadi nya hampir terlelap di sofa langsung melebar kan mata nya,berlari ke arah pintu dan membuka nya sungguh dia ssngat terkejut dan marah “Leo kenapa ini?” Tanya Retta marah “ini Re tadi dia mabuk abis itu dia telpon aku suruh antar pulang”Leo masih setia merangkul Rey yang meracau tidak jelas itu “aghh Retta kamu dimana sayang uhhh di mana aku siapa kau” begitu lah racauan Rey dari tadi.
__ADS_1
“Baik terima kasih dan kau bisa pulang Leo maaf merepot kan mu”kata Retta berusaha tersenyum “sama sama aku pulang dulu” lalu Retta yang marah,dia menyeret Rey menuju kamar mandi,air mata nya sudah tak kuasa di bendung lagi amarah nya sudah sampai puncak,ada rasa dia marah pada Rey karena pulang mabuk mabuk tengah malam dan ada rasa tidak tega dia harus memarahi nya namun dia harus melakukan nya sebagai pelajaran untuk lelaki itu.
Sampai di kamar mandi Retta menyalakan shower dan membiar kan air itu terus keluar membasahi tubuh Rey “kamu kenapa begini sih,kamu tega Rey kamu tega,kamu pulang malam cuman untuk mabuk mabukan kamu gak pikir di rumah masih ada anak dan istri kamu” Retta marah sambil terus meneteskan air mata nya,perlahan Rey mulai sadar “kamu kenapa sayang kok aku basah” Retta yang kesal dan marsh dia melempar shower itu kesembarang arah dan pergi keluar membanting pintu dengan sangat keras sehingga membuat Dilan terbangun.
“Shhh shhh anak mama tidur yah” kata Retta sambil menyuguhi anak laki laki nya itu minum susu,tampak kini Rey sudah mengganti pakaian nya sehabis dari kamar mandi,setelah Dilan tertidur Retta menuju kamar nya melihat Rey yang tengah duduk di sofa “Re...” kata kata nya terputus saat Retta mengambil bantal dan guling dan melempar kan nya ke arah Rey “kamu mau apa?” Tanya Rey pada nya namun Rett tetap diam dan tak menjawab nya “KELUAR” teriak Retta dengan lantang “tapi...”kata kata Rey lagi lagi terputus saat Retta membuka kan pintu dan berteriak “KELUAR” untuk kedua kali nya.
Rey menurut untuk keluar karena ia tidak mau menambah masalah,Retta membanting pintu dengan kasar setelah Rey sudah berdiri di depan pintu,dia mengusap wajah nya kasar dan pergi ke kamar tamu,sulit untuk diri nya tertidur karena tidak ada tubuh istri nya untuk di peluk,dia rindu memeluk tubuh istri nya,setiap malam memang sudah menjadi rutinitas nya,namun apa daya dia sadar jika dia sudah melakukan kesalahan yang besar.
Begitu juga dengan Retta kini dia sama tidak bisa memejam kan mata nya,dia ingin memeluk tubuh suami nya namun apa daya hati nya berkata jika dia harus melakukan hal tersebut,air mata nya membasahi bantal putih tersebut,kesal iya kasihan juga iya.
****
Hai kalian maaf yah aku udah gak update beberapa waktu ini,karena tugas aku lagi banyak nih mohon pengertian nya yah😭.
__ADS_1
Sambil nunggu kalian bisa baca baca kok di novel aku yang lain nya judul nya oh my ceo’s-Daniel x Jessica di jamin seru deh kisah cinta mereka,bisa di cek di profil aku yah jangan lupa di like,rate,vote,sama di comment yah di sana.
Makasih buat semangat nya dari kalian tunggu update selanjut nya dari aku.