Kamu Milikku Selamanya

Kamu Milikku Selamanya
30.Dilan&Della


__ADS_3

“Lu gak bisa kayak gitu dong bro,dia juga manusia”Leo berjalan di samping Rey sehabis menghajar Victoria.


“Manusia mana yang mencoba membunuh 3 orang sekaligus,orang kayak dia tidak lebih dari seorang perempuan J*l*ng”Rey terus marah marah tak jelas,emosi nya tidak stabil.


Sekarang sudah melewati waktu 3 jam namun lampu ruang operasi masih menyala,menandakan jika operasi belum selesai,Rey terus mondar mandir di depan pintu ruangan,diri nya sudah seperti orang gila,belum makan maupun minum. Perawat perawat yang dari tadi terus keluar bolak balik mengambil peralatan,obat serta lain nya Rey menanyakan apa Retta baik baik saja.


“Jika Tuan terus seperti ini kemungkinan nona Retta tidak sepenuh nya selamat,anda sebaik nya diam dan berdoa”terang perawat yang sudah muak dengan pertanyaan Rey yang terus berulang ulang kali di ucap kan.


Kini sudah 5 jam Retta masih juga belum keluar,setelah beberapa menit,lampu ruang operasi padam,dokter keluar dan menjelas kan jika Retta ada di dalam namun belum sadar “dia aman tapi masih belum sadar,wajah nya nampak pucat.....dan untuk ke dua bayi nya....detak jantung nya begitu lemah,3 persen untuk hidup tak memungkin kan bagi ke dua nya”jelas dokter.


“Lakukan segala nya...mereka harus selamat....untuk biaya bukan masalah”dokter segera mengangguk kan kepala nya tanda mengerti dan membawa kedua bayi itu ke ruang unit darurat untuk anak anak,dapat di lihat jika dua bayi tersebut,nampak lemah dan pucat,bahkan untuk menangis saja seperti tidak ada tenaga.


“Sayang...bangun...lihat lah anak kita....mereka kembar laki laki dan perempuan...bangun sayang....mereka pasti menunggu mommy nya”Rey yang sedang bersimpu memegang tangan Retta terus mengharap kan dia cepat sadar.


Merasa tidak ada reaksi,membuat Rey gusar dan marah dia pergi dan menghampiri Victoria yang ke dua tangan dan kaki nya sudah terikat dengan tali bughh satu pukulan mendarat di wajah Victoria,kali ini tidak ada yang bisa menghentikan Rey,amarah nya sudah melebihi ubun ubun nya sekarang “pstt...ruangan ini dingim sekali”bisik salah satu bodyguard.


Bughh....bughhh...bughh pukulan demi pukulan satu persatu mendarat terus pada Victoria,mungkin beberapa tulang nya ada yang patah **“kau tahu...kau tidak lebih dari seorang j*l*ng dasar kau br*ngs*k mati kau ke neraka”**amarah nya kini terus di lampias kan kepada Victoria,gadis tersebut sudah tak kuat menahan rasa sakit pada tubuh nya “a...ku...minta..ma...af”kata kata nya terbata bata menahan sakit “huhhh maaf bahkan aku tidak sudi,sudah terlambat untuk itu,kau harus pergi ke neraka dasar j*l*ng”kini Victoria benar benar putus asa dia menyesal jika dari awal seharus nya dia melepas kan Rey dari pikiran nya.


“Hentikan” suara teriakan itu menggelegar di ruangan tersebut, “hentikan Rey...kau akan membuat nya mati”kata papa Ezra yang datang menghampiri nya bersamaan dengan Leo.


“J*l*ng ini harus mati pah,dia harus membusuk di neraka,dia hampir membunuh istri dan kedua anak ku”Rey kesal.


“Leo ajak dia keluar”Leo menarik Rey sekuat tenaga nya agar Rey bergerak mengikuti langkah kaki nya keluar,dengan gontai Rey hanya pasrah mengikuti arah kaki nya.

__ADS_1


“Kenapa sih aku baru mau membunuh nya”kesal Rey pada Leo,Leo hanya diam kini Leo telah sampai di mana Retta sedang beristrirahat dan belum sadar kan diri,Leo membuka pintu nya “kau lihat istri mu kasihan belum bangun Rey...sedang kan kau malah melakukan kekerasan bukan nya berdoa pada Tuhan kau agar istri dan anak mu selamat”Leo terus menceramahi Rey.


Butiran air mata jatuh perlahan dari mata Rey *“mungkin aku bukan suami dan ayah yang baik”*batin Rey dalam hati nya.


****


Kedua bayi yang sedang menjalani pengobatan dapat terlihat dari luar kaca,tubuh nya sedikit biru dan jantung nya masih lemah,Rey tidak kuat untuk membendung air mata nya “Rey,Retta...hosh hoshh...Retta sudah sadar...hosh”nafas Leo nampak tersengal sengal.


Rey yang mendengar itu segera berlari menemui Retta “Rey...”Retta memanggil nama nya lalu Rey duduk di kursi di samping tempat tidur Rey “kau menangis?”Retta mengusap kepala Rey,mama Hellen sedang duduk di sofa mengamati kedua pasang suami istri tersebut “anak kita....Retta....mereka perempuan dan laki laki....tapi mereka....”Rey kembali menangis,dia tidak bisa melanjut kan kata kata nya,bagi nya dia sangat terpukul “aku tahu....aku juga sedih...tapi apa pun yang terjadi kita akan mencegah nya bersama bukan”kata Retta,dia menahan bendungan air mata nya agar tidak keluar dan berusaha untuk terlihat tegar.


“Nak aku tahu kau sangat sakit....namun kenapa kau selalu bersikap tegar seolah olah tidak ada masalah kau memang menantu terbaik” mama Hellen kagum akan menantu nya yang selalu bersikap tegar,padahal pasti tubuh nya betapa sakit sehabis menjalani operasi,bekas jahitan masih terasa di tubuh nya.


Namum rasa sakit di tubuh itu tidak terasa saat,melihat kedua anak nya di bawa masuk agar dapat di pertemukan dengan ibu nya,hati nya sakit melihat kedua bayi itu lemah.


Retta mengambil alih menggendong kedua bayi nya yang laki laki di sebelah kiri dan yang perempuan di sebelah kanan,dia memeluk nya erat mendekat kan detak jantung nya pada kedua bayi tersebut “nak...lihat lah bayi laki laki ini tampan seperti mu dan bayi perempuan ini cantik seperti Retta”kata mama Hellen menghampiri Retta dan Rey.


“Itu indah sayang benar kan Rey”kata mama Hellen lalu mengusap rambut Rey.


“Itu indah...”kata Rey.


Kini hadir lah anak kembar Dilan Altezza dan Della Altezza,kedua bayi yang akan segera di makam kan.


****

__ADS_1


Sudah 2 jam Retta masih bersikeras untuk memakam kan ke dua anak nya “mereka sudah meninggal Retta....kita harus memakam kan mereka agar jasad mereka tenang nanti”Rey terus membujuk Retta,tapi Retta yang keras kepala dari tadi terus bilang “mereka masih hidup....Rey...mah...lihat lah tangan mereka bergerak”mama Hellen hanya menangis di pelukan papa Ezra “sayang....”Rey merasa resah.


“Mereka masih hidup lihat lah....sayang bangun lah”kata Retta terus bicara pada bayi tersebut,orang orang di sana terus menangis melihati Retta,namun siapa sangka jika Tuhan mengizin kan kedua bayi tersebut untuk hidup di dunia bersam kedua orang tua nya.


Suara tangisan dari kedua bayi tersebut,pecah di ruangan semua orang terkejut “apa ku bilang....mereka masih hidup”air mata Retta mengalir bahagia begitu pun yang lain nya,Rey segera memeluk Retta dan mengecup satu persatu bayi mereka lalu mengecup kening Retta.


Mereka mengucap kan syukur dan berdoa pada Tuhan,sungguh keajaiban yang tak terduga.


*****


“Aku tidak membenci nya namun,dia memang seharus nya seperti ini...dia akan masuk penjara untuk selama nya”kata Retta pada kedua orang tua Victoria.


Papa Victoria sudah tak sanggup melihat anak nya yang seperti itu,dia geram dan marah,sedangkan mama Victoria terus memohon agar dia bisa pulang.


Akhir nya Victoria bisa pulang,namun tetap saja dia masuk rumah sakit jiwa akibat trauma yang di alami nya.


*****


Retta kini sudah boleh pulang,sungguh bahagia diri nya dapat membangun keluarga kecil bersama sama dengan suami nya tercinta dengan Rey.


Dia sudah tidak sabar,kedua anak nya mengisi kesenangan di rumah tangga mereka.


****

__ADS_1



Sambil nunggu novel up,bisa cek novel aku yang lain yah.


__ADS_2