Kamu Milikku Selamanya

Kamu Milikku Selamanya
42.Masa Lalu


__ADS_3

Mama Retta menarik lengan baju papa Rey dari wajah mama Retta dapat di arti kan jika dia kini sedang bertanya tanya ada apa kah ini sebenar nya? Papa Rey yang mengerti akan tatapan istri nya hanya memberi tatapan mata untuk diam sebentar.


“Apa aku tidak di sambut di sini? Kenapa kalian semua diam?” Tanya Meristine menatap seluruh tamu dan berbalik ke arah Rey dan Retta “tentu kau di sambut di sini nona” ucap Retta ramah “aku tidak bertanya pada mu dasar perempuan j*lang” plakk! Satu tamparan mendarat di pipi Meristine itu “jaga mulut kotor mu itu,kau lah yang j*lang” teriak Rey pada Meristine.


“Kau berani sekali” bentak Meristine membalas tamparan Rey,namun masih dapat di hindar nya tamparan itu,karena Meristine yang tidak seimbang dia tidak sengaja mengenai tubuh Retta membuat perempuan yang tengah mengandung itu terjatuh ke bawah panggung yang tidak terlalu tinggi “pusing,maaf kan aku sayang” lenguh Retta dalam hati nya “penjaga,bawa gadis ini pergi” teriak Rey pada penjaga,kenapa tidak langsung di hajar saja? Tidak Rey sudah berjanji untuk tidak melakukan hal itu.


****


“Bersabar lah nak” ucap mama Mia mengelus punggung anak laki laki nya,sebagai seorang ibu dia tahu bagaimana rasa nya memendam amarah dan kesedihan di waktu yang bersamaan sangat susah.


Dua jam berlalu akhir nya bayi Retta kini berhasil di selamat kan sedang kan Retta sendiri masih tertidur akibat pusing yang di rasakan nya,bayi itu sangat kecil tubuh nya seorang gadis cantik itu sungguh lemah,bayi yang kini juga ikut lahir prematur di bawa ke ruang khusus untuk melakukan inkubator “maaf membuat mu gagal menggapai mimpi mu sayang” ucap Rey lalu mengecup kening Retta.


Harapan Retta dulu nya saat dia tahu bahwa diri nya mengandung lagi,dia ingin melahir kan bayi ini dengan normal namun seperti nya Tuhan masih belum memberi kesempatan itu sungguh malang nasib nya.

__ADS_1


“Aku tahu aku gagal lagi” kata hati Retta,dia sudah sadar? Iya dia sudah sadar namun masih memilih untuk memejam kan mata nya karena masih malas untuk membuka nya “kau mau tahu kejadian dulu sayang? Iya aku tahu kau pasti ingin mendengar nya” ucap papa Rey berdalih sendiri “cepat aku ingin mendengar nya” sorak Mama Retta dalam hati nya.


Flashback off


Kala itu Rey masih duduk di bangku SMA kepintaran nya kini selalu membuat nya menjadi pemegang ranking tertinggi di sekolah,selain kepintaran nya ketampanan nya pun menjadi salah satu bahan perbincangan,wajar jika banyak wanita dari berbagai kalangan ingin berloma lomba menjadi salah satu kekasih nya.


Rey waktu itu terpesona dengan seorang gadis cerewet,dia merupakan anak dari seorang keluarga yang biasa biasa saja, Meristine Intan Ayudya, gadis yang cantik namun sangat licik itu selalu suka mencari perhatian dengan Rey namun dengan cara yang berbeda seperti dia sengaja menabrak Rey atau pun segala nya yang membuat Rey biasa nya berurusan dengan nya.


Rey yang selama ini hanya di bodoh bodohi oleh Meristine yang berpura pura sayang pada nya lalu meminta uang hanya menganggap itu hal yang biasa “cinta boleh tapi jangan tolol” itu peringatan yang di beri oleh sahabat nya Dion dan Galang,namun lelaki yang buta akan cinta ini benar benar sangat KERAS KEPALA.


“Sayang hari ini kau sangat tampan,aku membutuh kan beberapa uang saja” seperti itu lah kata kata yang selalu di dengar oleh Rey setiap hari nya,dia tetap saja tidak mempermasalah kan hal itu hingga suatu hari waktu itu Meristine tidak masuk ke sekolah dia izin,tentu membuat Rey gundah.


Brukkk! “Lu bodo atau gimana sih mau aja di **** begoin ama cewe kayak gitu,lu liat pakai mata lu,liat ini cewe yang selama ini lu puja puja? Godain cowo lain aja,gua rasa kalok nemu om om tajir aja dia mau kali” racau Galang pada sahabat nya itu yang sudah di tutupi oleh cinta.

__ADS_1


Rey tentu tidak terima akan hal itu dia ingin mencoba nya dengam cara nya sendiri,dan untung nya lelaki yang di foto itu merupa kan salah satu rekan kerja ayah nya,Rey memutus kan untuk mengajak nya bertemu lalu memanggil Meristine untuk ikut dengan nya.


“Sayang tumben mengajak ku makan? Ada apa?” Tanya Meristine menggoda Rey dengan tatapan nakal nya “tidak hanya ingin saja” diri nya berakting lembut padahal hati nya sudah di kecamuki oleh api neraka “perempuan j*lang andai gw gk punya sahabat kayak Dion dan Galang mungkin gua dah lu manfaatij jadi ATM” laki laki yang di maksud itu sudah menyusun rencana dnegan Rey,dia akan berpura pura bertemu dengan Meristine nanti nya,setelah Rey meggerak kan tangan nya memberi kode lelaki itu segera menjalan kan misi nya.


“Loh bukan nya ini Meristine? Sayang dia siapa?” Tanya lelaki itu mungkin umur nya bisa di bilang 25 tahun, 8 tahun lebih tua dari Meristine emang gadis j*lang “sayang? Siapa dia?” Tanya Rey menepis tangan Meristine yang tadi nya melingkar “dia...dia bukan siapa siapa” ucap Meristine gugup “hancur lah ini hancur” teriak nya dalam hati “kau bilang aku bukan siapa siapa? Setelah permainan semalam” teriak lelaki itu “a..apa maksud mu?” Tanya Meristine seolah olah tidak mengerti “jadi seperti ini? Kau wanita murahan jangan pernah muncul di hadapan ku lagi” bentak Rey lalu berdiri menajuh dari Meristine “baik jika itu yang kau mau...lagi pula aku masih punya dia” bentak Meristine tidak mau kalah lalu menggenggam lelaki itu “jangan menyentuh ku jika bukan karena Tuan muda Rey yang memberi tahu maka aku akan selama nya di bodohi oleh gadis seperti mu” ucap lelaki itu lalu mendorong tubuh Meristine hingga ia terduduk kembali ke kursi, diri nya tidak berani untuk menatap ke dua orang di depan nya ini “kenapa bisa begini? Aku sangat bodoh aku tidak menyangka dia akan melakukan ini” kesal Meristine dalam hati nya lalu mengepal kan tangan nya di atas rok pendek nya itu.


Flashback off


“Jadi seperti itu ceri tanya sayang maaf membuat mu ikut terlibat,bangun lah kasian anak kita dia sangat lemah aku tidak tahu sudah ke berapa kali nya kau ada di sini terbaring tak sadar kan diri” tanpa terasa air mata nya menetes “lalu bagaimana dengan Meristine sekarang?” Tanya Retta tiba tiba membuat Rey terkejut “kau sudah bangun? Kapan?” Tanya Rey langsung berdiri “sudah dari tadi saat kau memulai cerita nya” ucap Retta polos dengan wajah tanpa dosa nya “dia sekarang ada di kantor polisi,dan maaf impian mu gagal lagi” ucap Rey seperti merasa bersalah “tidak apa apa” ucap Retta lalu mengelus wajah suami nya itu lembut.


****


Sungguh wanita yang tangguh dan sabar kamu Retta.

__ADS_1


__ADS_2