Kamu Milikku Selamanya

Kamu Milikku Selamanya
6.Sarapan


__ADS_3

“Sudah ayo kita turun sarapan”kata Rey.


-


-


-


Di lift,


“Lain kali gak ada lagi acara foto foto gitu”kata Rey malas.


Retta hanya mendengar dan diam saja


Lift sudah sampai di restoran,


“Silahkan tuan dan nona muda”Retta dan Rey di sambut oleh para pelayan yang telah berbaris rapi menunggu mereka.


“Wah cuman turun sarapan aja harus heboh gini yah? Emanh orang kaya mah beda” ucap Retta dalam hatinya.


“Kamu mau makan apa?”tanya Rey


“Karena aku lagi lapar aku pesan yang ini ,ini,ini,ini sama yang ini dan yang ini minumnya ini.” Kat Retta semangat karena semuanya tampak begitu lezat.


Rey mengerutkan dahinya,


“Kamu mau makan itu semua? Yakin habis?”tanya Rey


“Ohh kamu mau melihat kemampuanku?”tanya Retta sombong.


“Awas gk abis aku gak mau jadi gendut nanti”kata Rey meledek Retta.


Makanan disajikan semua tampak harum dan lezat.


Retta yang tidak sabaran langsung menyantap semua makanan dengan lahap.


Rey yang melihatnya sedikit tersenyum dan geleng geleng kepala.


Setelah beberapa saat makanan yang di pesan oleh Retta sudah habis dan bersih tidak ada yang tersisa lagi di meja.


Rey yang melihatnya sangan takjub


“Gila sih ini udah gak makan berapa lama dia?”gumam Rey


“Liat abis kan aku?”tanya Retta sambil menjulurkan lidahnya ke Rey.


“Hahh cuman gitu aj”kata Rey sombong.


Sore ini mereka akan pulang ke rumah Rey,


Mereka kembali ke kamar setelah makan.


“Ahhh aku kenyang sekaliii!!!”teriak Retta semanngat


“Rey kamu mau berenang?”tanya Retta


“Berenang kenapa mau main sama aku di air ya?”tanya Rey menggoday Retta


“Ehhh gak,gak kok aku aja yang berenang”kata Retta gelagapan benar saja muka Retta langsung seperti kepiting rebus setelahnya.


Retta mengganti setelan pakaian renangnya dia turun ke kolam renang di depan kamar mereka,tiba tiba byurr,Rey ikut meloncat ke kolam tidak lama setelah itu.


“Ka..kamu mau apa jangan dekat dekat”kata Retta takut.

__ADS_1


“Aku cuman mau berenang gak boleh? Atau kamu mengharapkan sesuatu yang lain?”tanya Rey lagi lagi menggoda Retta dengan tubuhnya yang kekar itu,otot otot perutnya terlihat sangat kekar sehingga membuat Retta lagi lagi seperti kepiting rebus dan memalingkan wajahnya.


Mereka berenang hingga matahari naik tepat di atas mereka.


Retta naik terlebih dahulu dan langsung ke kamar mandi merendam dirinya dengan air panas.


“Ughh kepala ku pusing dimana obatnya?”tanya Retta kepalanya kembali pusing setelah pertempuran di air dengan Rey. Tadinya Retta tidak sengaja mencipratkan air ke Rey,Rey membalas dengan mencipratkan air ke arah Retta jadilah mereka bermain kejar kejaran dan mencipratkan air hinggah kelelahan.


Retta mengambil obat didalam resleting tasnya,untungnya Rey tidak tahu tentang penyakit Retta,juga tidak mengecek isi tas Retta.


Setelah beberapa menit,Retta keluar dengan balutan jubah mandinya(kimono towel).Dia mendapati Rey sedang berdiri dari tadi di depan pintu menunggunya keluar dengan balutan handuk di pinggangnya.


“Kau sana mandi jangan dekat dekat”kata Retta,nampak dada bidang kekar Rey tepat di depan wajah Retta yang batu saja keluar kamar mandi.


Rey hanya tersenyum geli melihat tingkah laku Retta yang berlari setelahnya mengambil pakaiannya.


“Ting tong” pintu dibuka karena suara bel Retta membuka pintunya,makan siang mereka sudah datang,Retta mengambilnya dan meletakkannya di meja,sambil menunggu Rey Retta pergi keluar balkon dan melihat lihat di sana.


Rey keluar dan memanggil Retta


“RETTA!!!!”teriak Rey


“Apa sih?”tanya Retta kesal karena dikejutkan oleh suara teriakan Rey tiba tiba.


“Papa dan mama mau datang ke sini mereka mau melihat dan menjemput kita katanya”kata Rey panik


“Benarkah kapan?”tanga Retta


“Mereka hanya memberitahu akan datang”kata Rey


Retta segera menyiapkan pakaian Rey,


“Ini bajumu”kata Retta memberikan pakaiannya ke Rey.


Retta segera membuka handuk yang tadi membalut rambutnya dia mengambil hair dryer,baru saja dia ingin mengambilnya sudah lebih dulu Rey mengambilnya.


“Hahh cepat sekali kau pakai baju?”tanya Retta bingung.


“Sudah diam lah aku akan membantumu,duduk”perintah Rey pada Retta.


Retta duduk dan membiarkan Rey mengeringkan rambutnya setelah beberapa menit Rey mengambil sisir untuk menysir rambut Retta yang sudah tidak basah lagi


“Ahhh sakit Rey pelan pelan”teriak Retta tak bisa diam


“Ahhh jangan di tarik tarik sakit tau”teriak Retta lagi


“Makanya diam gak usah banyak gerak”kata Rey


“Auhh sakit jadi cowok kasar amat lembut dikit lah”kata Retta memcibir Rey


“Ahh terserah aku lah tenaga aku kan kuat”kata Rey


“Ting tong” bel pintu berbunyi lagi,saat Rey membuka pintunya,pintu langsung di dorong.


“Wahh baru aja datang udah dengar suara suara gak jelas nih,abis ngapain hayoo?”tanya mama Hellen


“Kayaknya gak tepat nih waktu kita mah datangnya”kata papa Ezra lagi


“Ehh mama papa gak kayak gitu kok”jawab Retta


“Ahhh jadi kangen malan pertama dulu deh”kata mama Hellen menghiraukannya


“Mah pah!”kesal Rey

__ADS_1


“Hahahaha sudah ayo kita pulang dulu kalian sudah beres belum?”tanya mama Hellen.


“Udah mah tapi masih ada dikit lagi”kata Retta


“Yaudah kita tunggu di bawa yag Re,Rey kata”mama Hellen


Retta dengan cepat segera membereskan seluruh bawaan mereka dengan sangat cepat karena takut mertuanya itu menunggu lama.


“Ayo Rey cepat lah”kata Retta meneriaki Rey yang masih menyisir rambutnya dari tadi


“Iya iya bawel banget sih”kata Rey


“Kalok gak bawel bukan cewek namanya”kata Retta kesal.


Mereka segera turun ke bawah Rey segera menelpon asistennya Randy untuk mengambil barang barang bawaan mereka dan mengantarnya kerumah Rey.


“Aku aja yang nyetir pah”kata Rey dan segera masuk ke mobil.


“Retta kami duduk di depan yah sama Rey”kata mama Hellen


“Eh eh tapi mah”kata Retta


Mama Hellen dan papa Ezra segera naik dan duduk di belakang.Mau tidak mau Retta naik dan duduk di sebelah Rey.


Sejam perjalan Retta terus tertidur karena kelelahan,setelah sampai di rumah Retta belum bangun juga,karena tidak mau mengganggu tidurnya Rey segera menggendong Retta perlahan ala Bridal Style.


“Wahh liat deh pah”kata mama Hellen terkejut di ikuti juga oleh papa Ezra yang juga terkejut melihat tingkah Rey.


Rey naik ke atas menuju kamarnya


“Udah berapa lama dia gak makan sih ringan banget badannya”gumam Rey


Rey meletakkan tubuh Retta di kasur dengan perlahan dan menyelimutinya.


Padahal jam baru pukul setengah tujuh malam. Tapi Rey dan Retta sudah terlelap saja.















Makasih buat likenya ya semuanya tunggu episode selanjutnya ya.

__ADS_1


Yang belum like boleh like nih biar semangat aku buat ceritanya😘.


__ADS_2