
“Ohhh jadi ini yah istri tuan Altezza hmmm menarik” seorang wanita yang kini sedang duduk di kursi kebesaran nya sedang melihat foto Retta yang berada di genggaman nya lalu meremas foto tersebut dan melempar nya ke perapian hingga hangus menjadi debu.
“Pesan kan aku tiket untuk kembali ke Indonesia”pelayan yang di suruh segera melaksanakan tugas nya hanya butuh waktu setengah jam saja tiket kini sudah berada di depan gadis tersebut.
“No one can stop me”lalu dia pergi menarik koper nya ke bandara untuk pulang ke Indonesia.
****
“Mah....aku pulang”kata Retta yang berada di depan pintu memanggil mama Hellen yang tengah duduk menonton tv.
“Wahh Retta udah pulang kirain 2 hari tuh anak gak pulang karena takut”kata papa Ezra yang tiba tiba muncul entah dari mana.
“Gak pah...kemarin nginap di hotel karena udan kemaleman”kata Retta lalu mengajak kedua mertua nya duduk di sofa untuk berbincang bincang.
-
-
“I’m home ughhh how i miss this place” gadis yang nampak baru saja turun dari pesawat segera merentang kan tangan nya setelah beberapa jam perjalanan menuju Indonesia.
Di hotel
“Halo...iyah aku mau gadis yang di foto tersebut agar dia segera di tangkap....tidak jangan mati”nampak nya Retta harus berwaspada apa lagi dia tengah hamil.
“Nona...ini data yang anda mau”pelayan memberika sekilas info tentang diri Retta.
“Bacakan itu”gadis itu melempar berkas ke pelayan dan meyuruh nya untuk membaca kan isi nya.
“Nama nya Claretta biasa akrab di panggil Retta,umur nya sekarang 26 tahun,merupakan anak dari perusahaan xx,di jodoh kan oleh tuan muda Altezza dan kini sedang mengandung bayi kembar...”
“APA?” Gadis tersebut melempar gelas kaca yang berada di tangan nya karena terbawa emosi,menarik nafas perlahan lahan “tidak bisa di biar kan”.
****
Pagi itu Retta akan ikut ke kantor bersama dengan Rey,mungkin karena dia bosan di rumah,namun siapa sangka jika di perusahaan telah ada penculik yang akan menculik Retta.
Di perusahaan,Retta pergi ke toilet,namun 20 menit sudah tapi Retta belum kembali,Rey marah karena teringat akan kejadian yang sama akan kemarin di hotel,dia menyuruh seluruh pengawal untuk mencari Retta dari segala sisi,salah satu pengawal berlari menghampiri Rey “tuan kami tidak menemukan nona muda namun kami menemukan dompet ini yang terjatuh di depan pintu toilet”Rey yang mengenal dompet itu segera mengecek cctv,dan benar saja Retta memang di culik tapi orang tersebut mengguna kan topeng sehingga tidak terlihat.
Rey segera memerintah kan para pegawai nya untuk segera mengecek lokasi hp Retta,Leo yang sedang terburu buru segera melakukan tindakan terlebih dahulu.
“CARI SAMPAI DAPAT!” Rey berteriak dengan amarah yang kini sudah memanasi seluruh tubuh nya.
__ADS_1
Sementara di tempat lain
“Ughh...tolong...lepas kan aku”Retta merintih kesakitan.
“Maaf kami tidak bisa...kami hanya menjalankan perintah”kata salah satu orang di sana.
Retta hanya diam pasrah berharap Rey segera menyadari kehilangan nya dan menolong nya,tak lama setelah itu Retta pun pingsan.
*****
“Ughhh kepala ku sakit sekali....air”Retta terbangun.
“Sayang...kau sudah bangun syukur lah...ini minum dulu”Rey segera memberi air kepada Retta dan segera memeluk nya erat.
“Apa yang terjadi kenapa aku masih di rumah sakit?” Retta bertanya tanya karena sebelum nya dia masih di sekap di tempat yang tidak ia tahu,Readers nya juga bertanya tanya kok bisa langsung di rumah sakit?🤣.
“Hmmm”
Flashback on
“CARI SAMPAI DAPAT!”
Leo masuk menghampiri Rey “ayo pergi” Leo menarik tangan Rey menuju mobil nya “aku mendapat kan lokasi nya kita harus cepat” Leo mengemudi dengan cepat,untung nya salah satu polisi yang merupakan teman baik nya membantu nya membelah jalanan agar tidak macet sungguh seorang sultan kita aja cuman bisa pasrah.
Bangunan tua itu,tempat yang mereka datangi mereka menginjakan kaki perlahan lahan agar tidak berisik.
Orang orang di sana tengah lelah,dan seperti kesepakatan yang di buat Leo akan menjadi pengantar pizza gratis yang telah di beri obat bius dan Rey akan menyelamat kan Retta.
“Permisi,apa ada orang saya pengantar pi...”belum selesai Leo berteriak dia sudah di kejut kan oleh orang yang di depan nya.
“Ada,kenapa kau ada di sini?”tanya laki laki tersebut.
“Entah lah seseorang memesan 3 kotak pizza lalu menyuruh nya mengirim ini ke sini” kata Leo menyerahkan kotak 3 pizza tersebut.
“Mungkin itu di suruh oleh boss”bisik salah satu orang di sana yang masih bisa di dengar oleh Leo.
Bos? Apa mereka menjalan kan perintah siapa bos mereka? Bingung Leo.
Para penculik tersebut melahap seluruh pizza tersebut dan brug! Semua terjatuh satu persatu dan pingsan di lantai.
Rey langsung mendekati Retta yang tengah pingsan,melepas kan ikatan nya lalu menggendong nya keluar menuju mobil.
__ADS_1
“Bawa mereka semua ke kantor polisi!”Rey menyuruh beberapa pengawal yang ikut di mobil belakang mereka tadi nya.
Flashback off
“Ahahahaha jadi tukang pizza?”Retta tertawa hingga perut nya merasa lemah.
“Ahhh Retta kamu jangan tertawa tawa aku ini di paksa karena Rey tidak mau memakai pakaian nya”kata Leo yang berada di pintu.
“Kamu inii”Retta mencubit hidung Rey.
“Sudah lah aku mau pergi dulu dah” Leo pergi meninggal kan kedua sepasang suami istri tersebut,Leo sudah memiliki janji dengan Luna untuk berjalan jalan.
*****
“Sial! Mereka mengurus satu orang saja tidak bisa.Buang buang waktu saja” teriak gadis tersebut yang kini tengah marah akibat orang suruhan nya sudah tertangkap oleh polisi dan Retta lolos begitu saja.
“Nona,mungkin anda harus tenang dulu,bersabar sampai dia.........”seorang pelayan membisikan sebuah rencana kepada gadis tersebut.
“Bagus,aku suka!”kata gadis tersebut lalu berdiri.
Rey kini tengan menemani Retta yang sedang duduk di sofa dia berbaring di paha Retta hingga kegiatan nya di ganggu oleh Bi Sri “maaf tuan saya mengganggu ada tamu yang mencari anda di bawah”kata Bi Sri dari depan pintu.
Rey segera bangkit lalu berjalan keluar di ikuti Retta di belakang nya.
“Reyyyy,lihat aku sudah pulang”kata gadis tersebut berlari ingin memeluk Rey,namun Retta sudah berdiri di depan Rey dan gadis tersebut memeluk Retta “hmmm,maaf nona apa kau bisa melepas pelukan mu?”tanya Retta lalu tersenyum sinis ke arah nya.
“Reyy...”kata gadis tersebut.
“Diam Victoria! Siapa yang mengizinkan mu masuk ke sini! Kau tidak di perboleh kan masuk ke sini lagi sekarang keluar” kata Rey marah dan kesal.
“A...apa kau tega”Mata gadis tersebut yang di ketahui nama nya Victoria segera meneteskan air mata nya.
“Aku benci melihat tangisan itu! Penjaga!”Rey berteriak.
“Yah tuan ada apa?” Tanya penjaga tersebut.
“Bawa dia pergi jangan pernah biar kan dia datang lagi”lalu Rey berbalik di ikuti Retta di belakang nya.
Kenapa bisa begini...aku ingat dia dulu sangat baik dan lembut pada ku.
*****
__ADS_1