
hai semua nya selamat membaca yah🥰.
-
-
-
-
Luna pov on.
10 hari setelah aku menolak permintaan kak Andre,Saat ini aku tengah duduk di kasur ku selonjorkan kaki ku yang lelah sehabis berolahraga.
Ku lihat figura di samping meja tempat tidur ku,setiap menatap foto kami berdua (Leo)membuat ku rindu pada masa masa kami saat di sekolah tak ku sangka setelah kelulusan kami di pisahkan karena dia akan melanjutkan sekolah nya di luar negri.
Ku relakan dia pergi dengan satu syarat “jangan lupakan aku” kata kata simple itu di iakan nya saat hari di mana dia akan pergi.
HP ku berbunyi dan ku lihat nama kak Retta muncul di HP ku.
Aku menjawab nya dan dia bilang untuk meminta ku menemani nya membeli beberapa snack dan makan siang.
Ku letakan kembali figura foto tersebut di meja perlahan,beberapa menit mobil kak Retta telah sampai di depan rumah kedua orang tua ku.
Aku menuruni setiap anak tangga dan akhir nya sampai di depan pintu mobil ku lihat dia tidak sendiri aku memutuskan segera masuk ke dalam dan ku lihat kak Retta dan Kak Rey telah siap duduk di depan.
Aku membuka pembicaraan karena sunyi di dalam sini “kak kenapa minta temanin kan udah ada kak Rey” kata ku yang dari tadi di liputi tanda tanya.
Kak Retta hanya tersenyum dan menjawab “biar tambah asik gak seru ajak dia” kata kak Retta menunjuk kakak sepupu ku.
Aku hanya mengangguk dan melanjutkan jalanan kota Jakarta yang macet ini.
Luna pov off.
-
-
-
-
Flashback on.
Kini Retta telah selesai dengan masa datang bulan nya,itu merupakan suatu kegembiraan bagi seorang Rey.
Yang pertama dia dapat menumpahkan hasrat nya sekarang dan yang kedua dia akhir nya bebas dari penderitaan mood Retta yang cepat naik turun atau pun berubah ubah.
Retta kini tengah duduk di taman belakang di atas kursi gantung menghadap taman dengan pemandang kolam renang pada malam hari tersebut.
Rey yang baru saja menyelesaikan tugas kantor nya segera menemui Retta dan memeluk nya dari belakang.
“Kenapa wajah mu seperti itu jelek”kata Rey.
“Tidak aku masih memikirkan kata kata mu saat di telpon minggu lalu namun aku masih belum mau membicarakannya dengan mu”kata Retta.
“Hmm kata kata ku yang mana?”tanya Rey menggaruk kepala nya yang tidak gatal berusaha mengingat kejadian tersebut.
“Yang itu loh yang Luna gak mau sama Andre gara gara Le?”ucap Retta “nah yang aku bingung tuh Le siapa? Kata kata mu terputus waktu itu”bingung Retta.
__ADS_1
“Leo!”jawab Rey antusias “upssss kecoplosan deh!”kata Rey langsung menutup mulut nya.
“Hmm ga papa deh! Leo yah emang apa sih masalah mereka?”tanya Retta.
“Huftt ok aku ceritakan janji jangan menceritakan hal ini kepada siapa pun!”tegas Rey.
Retta kemudian duduk tegak dan siap mendengar Rey menceritakan masalah beberapa tahun lalu di antara Luna dan Leo.
Between Luna and Leo
4 tahun lalu di mana Luna baru saja menginjakan kaki di SMA, hari hari nya sangat membosan kan jika dia bercerita,malas sekolah,sering telat,dan juga malas membuat tugas.
6 bulan sudah Luna bersekolah di SMA sifat nya masih sama saja,kebiasaan buruk nya terus terulang.
Seperti biasa Luna duduk di kelas sedang belajar,bukan belajar sungguh sungguh melainkan dia sedang melamun di alam bawah sedar sambil memutar mutar bolpoin nya beberapa kali nama nya di panggil hingga guru pun pasrah terhadap nya.
Sekarang sudah waktu nya jam istirahat Luna masih saja duduk di kelas melamun menatapi aku(Rey) dan teman teman ku bermain basket.
Teman nya mengejutkan nya dan mengajak nya ke kantin karena ada murid pindahan baru di sana.
Luna menolak dan memutuskan untuk berjalan jalan di sekitaran koridor,di saat sedang berjalan dia melamun lagi dan lagi tanpa sadar dia menabrak sahabat baik ku yang selalu mendiamkan diri nya di kelas Leo.
Leo lebih suka membaca buku dari pada berolahraga dan itu juga kenapa Leo sangat pintar dulu nya.
Luna meminta maaf pada Leo dan memutuskan untuk membantu nya Leo dengan senang hati menerima tawaran Luna.
Mereka berjalan bercanda tertawa senang dan saling memperkenalkan identitas mereka masing masing.
Tanpa tahu saat Luna duduk di bangku kelas 3 SMA dia bisa menginjakan kaki di sana berkat Leo yang selalu menemani nya belajar membantu nya hingga bisa,menyemangati nya terus menerus.
Tapi di hari kelulusan Luna yang harus nya menjadi hari bahagia nya,teman teman nya datang keluarga nya datang beserta kerabat kerabat nya datang.
Tangisan nya pecah Aku(Rey) mencoba menenangkan nya yang sekarang mata nya sangat merah ku putuskan untuk membawa nya menemui Leo untuk terakhir kali nya dan akan bertemu lagi suatu hari.
Di bandara Luna terus berlari mencari Leo entah pandangan dan pendapat orang lain yang melihat nya meneriaki nama LEO yang tak kunjung terlihat batang hidung nya itu.
Leo datang menghampiri ku menepuk bahu ku dan dia bilang panggil Luna ke sini terkhir kali nya,aku memanggil Luna yang dari tadi menyoraki nama sahabat ku tersebut.
Ku bawa Luna menemui Leo dan semakin deras tangisan nya dia memeluk Leo untuk terakhir kali nya hati nya belum bisa mengatakan yang sebenar nya pada Leo.
Dia hanya nangis ter isak isak dan menyebutkan perjanjiannya pada Leo “jangan lupakan aku kak!” Ucap nya dengan ter isak isak.
Aku tidak tega membiar kan dia menangis seperti itu seperti bukan Luna yang aku kenal yang selalu periang dan bawel.
Semakin Leo pergi menjauh semakin deras pula air mata nya keluar,sampai tidak terlihat lagi batang hidung Leo dan Luna begitu saja tergeletak pingsan di lantai.
Aku membawa nya ke rumah sakit,meminta dokter merawat dia dan dokter berkata jika Luna mengalami gangguan psikosomatis.
Penyebab nya karena dia terlalu stress akibat terus menerus menaruh beban atas kepergian Leo.
Hingga akhir nya 3 tahun berlalu di masa saat ini sebelum aku menikahi mu(Retta) Leo kembali datang pada ku aku senang melihat nya kembali dan ingin mengajak nya menemui Luna,namun saat mendengar cerita ku Luna mengalami gangguan psikosomatis membuat nya tidak ingin menemui Luna karena Leo tak ingin hal yang sama terjadi lagi pada Luna,dia memutuskan untuk tidak memberi tahukan keberadaan nya di Indonesia.
“Loh kok kamu nangis sayang”ucap Rey di akhir cerita yang melihat Retta mata nya sudah sangat sembab.
“Kasian yah gimana kalok kita mempertemuka mereka sekali saja!”kata Retta menghapus air mata nya.
“Hmmm aku juga mau sih tapi...”Rey tampak ragu ragu.
“Coba gak salah Rey!”ucap Retta.
“Yasudah lah,aku hubungin Leo dulu!”kata Rey dan bergegas pergi sedangkan Retta memutuskan untuk tidur karena sudah larut dan akan menghubungi Luna esok siang.
__ADS_1
Flashback off
-
-
-
-
Kini Retta,Rey dan Luna telah sampai di sebuah Restoran mewah itu,Sebelum turun dari mobil,
“Luna? Apapun yang terjadi tahan hati mu ok!” Nasehat Retta pada Luna.
“Emang kenapa kak?”tanya Luna yang bingung.
“Pokok nya kuat kan mental mu Luna!”ucap Retta lalu mengajak Luna masuk.
Saat masuk Rey menutup mata Luna dengan kain “tutup dulu nanti kamu saking kaget nya bisa pingsan kamu hahhaaha!”canda Rey.
“Ihh apaan sih!”Luna terus mengikuti langkah Retta yang memegangi tangan nya dan sampai di restoran out door di sana.
Tampak Rey juga sudah menutup mata Leo yang tadi sudah sampai,hitungan aba aba dari mulut Rey dan Retta 1,2,3 kain penutup mata Leo dan Luna terbuka dheggg!
Luna terkejut begitu juga Leo dan brukk!
Luna terjatuh karena pingsan dan segera di tangkap oleh Leo.
“Cepat bangun Luna Leo menunggumu❣️”
Gangguan psikosomatis adalah penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh, di mana pikiran memengaruhi tubuh hingga penyakit muncul atau menjadi bertambah parah. Istilah gangguan psikosomatis digunakan untuk menyatakan keluhan fisik yang diduga disebabkan atau diperparah oleh faktor psikis atau mental, seperti stres dan rasa cemas.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Hai semua nya makasih buat support kalian yah🥰.
Jangan lupa di like,vote dan Rate,tunggu kelanjutan eps nya yah.
__ADS_1