
Rey Pov
Sudah berjam jam istri ku berjuang antara hidup dan mati nya,membawa kedua malaikat kecil yang selalu ku damba damba kan,lama juga ia mencoba mengembalikan dan meyakin kan diri ku yang sempat putus asa bahwa kedua malaikat kecil ku telah pergi hilang.
Dia yang berjuang mati matian kini berhasil menggendong kedua bayi itu sampai di rumah,bermain dengan kedua nya merawat dan menjaga ke dua nya.
Aku tahu jika dia merasa kan sakit yang amat sulit di jelas kan bagi seorang laki laki,dia wanita yang kuat dan pantang menyerah dia menutup dan menyembunyi kan rasa sakit dengan senyuman indah nya.
Sungguh aku merasa bersalah pernah meninggal kan diri nya menyakiti hati nya ber kali kali,namun dia tetap teguh dengan diri nya,berusaha menutup rasa sakit tersebut.
Tanpa terasa aku menetes kan air mata bahagia dan khawatir,aku bahagia melihat kami dapat berkumpul dan membangun keluarga kecil yang indah ini,aku khawatir akan kehilangan mereka semua.
“Sayang...kok nangis sih? Ayo sini temanin anak anak,lihat tuh minum susu nya belepotan kan”dia memanggil ku,mengelap tumpahan susu dari kedua anak ku,sungguh pemandangan yang indah dan menyejukan hati.
Rasa sakit nya dia tahan selagi bisa,aku sendiri dapat merasa kan bagaimana dis berjuang mati matian menutup rapat rasa sakit tersebut.
****
“Sayang...kenapa sih kok ngelamun terus,bantuin dong susah tau pegangin dua botol susu”dengus Retta sebal saat si kembar bergerak sembarang arah,sehingga membuat Retta kewalahan memegang botol susu.
__ADS_1
“Iya iya...i’m coming”kata Rey lalu segera membantu Retta memegang botol susu dan menggendong tubuh mungil Dilan yang aktiv dan nakal ini.
Beda hal nya dengan Della,yang manis,diam dan ceria sama seperti Retta,Dilan yang mengikuti Rey yang tidak bisa diam,menurun dari Rey wajah tampan nya,dan hidung mancung nya.
“Astaga sayang...itu susu nya kok di biarin tumpah sih”Retta mengaget kan Rey yang sedang melamun melihati Dilan yang senang bermain dengan dagu nya sehingga dia lupa jika botol susu nya masih tertancap di mulut mungil Dilan.
“Astaga.....ya ampun....maaf”kata Rey lalu segera mengangkat tubuh kecil Dilan menjauh dari kasur yang tertumpah susu.
“Ihhh kamu nih...kotor kan jadi nya”dengus Retta sebal lalu memindah kan Della yang sudah tertidur lelap di dekapan nya “shhh...mimpi indah sayang nya mama”Retta mengecup kening Della lalu menaruh nya di kereta bayi.
“Sini”kata Retta lalu dia menggendong Dilan,yang sebentar lagi mata nya akan tertutup dapat di lihat dari diri nya jika dia sudah lelah “shhh shhhh....”Retta berhasil membuat kedua anak kembar nya tertidur lelap kini sekarang urusan nya dengan suami nya.
Retta memilih keluar kamar setelah Rey sedang membersih kan kasur yang kotor tersebut,setengah jam kemudian Retta kembali ke kamar dan mengecek Rey yang sudah menyelesai kan tugas nya dan sedang tertidur di samping kereta bayi yang terhubung dengan kasur mereka.
Retta tertaw kecil lalu menyelimuti tubuh Rey “jadi papa yang baik buat anak anak kita yah sayang”lalu Retta mencium pipi Rey yang kini sudah tertidur pulas.
Sinar matahari menusuk mata Retta yang masih tertidur,merasa tidak nyaman Retta terbangun,tubuh nya sangat lemah karena tadi malam dia terus terbangun akibat si kembar yang menangis tak henti henti nya.
“Ughhh”Retta menerjap kan mata nya lebar lebar agar penglihatan nya lebih jelas lagi,lalu betapa terkejut nya dia saat melihat di kamar hanya diri nya seorang diri di kamar “di mana mereka?”Retta yang panik segera mencari di seluruh sisi kamar,tinggal lah bagian kamar mandi, “huhh kirain kenapa...sayang aku bantu yah” ya si kembar sedang terbaring di kursi mandi milik ke dua nya bersama dengan Rey “istrihat saja...aku tahu kau lelah semalaman”Kata Rey lalu melanjut kan menyirami tubuh si kembar perlahan lahan.
__ADS_1
“Tidak apa..aku melihat saja”kata Retta lalu tersenyum,begitu senang nya hati nya melihat sang suami mau bersama sama menjaga si kembar dengan diri nya “sayang....kau tidak ke kantor?”tanya Retta seketika,Rey yang sedang menggelitik perut kedua anak nya yang tertawa tawa pun menghentikan aksi nya “tidak...aku akan kerja dari rumah”terang Rey lalu menyelesai kan kegiatan nya,dia tidak mau kedua nya sakit karena kelamaaan bermain air.
Bahkan kamu rela tidak ke kantor demi aku sayang
Retta segera duduk di tepi ranjang dan membantu memakai kan baju pada Della sementara Rey memakai kan baju pada Dilan “nahh ganteng sama cantik deh dua dua nya anak papah”kata Rey sambil menggendong kedua nya di lengan nya.
Kedua nya menangis dalam bersamaan “loh kok nangis sih”Rey mencoba menenang kan kedua nya “mereka lapar sayang” lalu Retta mengambil kedua bayi tersebut dan membuka kancing baju nya satu persatu ya Retta sedang menyusui ke dua buah hati nya bersamaan “sayang....aku juga mau yahh”lirih Rey saat melihat dua bukit kembar Retta yang sedang menyusui kedua nya “heran yah masa cemburu sama anak sendiri sih”kata Retta lalu tertawa kecil,sedang kan Rey hanya mencibikan bibir nya kesal.
Sudah sangat lama Rey menahan hasrat nya jika di hitung hitung sudah hampir 5 bulan lebih Rey tidak menjamah Retta,tentu itu pasti membuat nya sangat frustasi sehingga hanya bisa melampias kan kekesalan nya pada diri sendiri.
“Mereka tidur”kata Retta lalu meletak kan ke dua nya di kasur “mau kemana?”tanya Rey saat melihat Retta beranjak pergi setelah menaruh kedua nya di kasur “mau mandi”kata Retta singkat,Rey segera berlari memeluk tubuh Retta dari belakang “bareng yah!” Kata Rey lalu membawa istri nya ke dalam kamar mandi.
Kini desahan mereka saling bercampur aduk di satu ruangan tersebut,Rey yang ganas dalam permainan ini karena sudah berbulan bulan dia merindu kan tubuh indah istri nya,sungguh sebuah perjuangan untuk Rey,sesaat setelah Rey hampir mencapai ******* ke 3 nya suara tangisan bayi kembar mereka terdengar nyaring hingga ke kamar mandi “aishhh....bentar lagi sayang”lirih Rey,namun Retta segera pergi meninggal kan Rey sendiri “urus sendiri dulu yah sayang”teriak Retta dari luar yang sudah terbalut dengan jubah mandi yang menutup tubuh molek nya.
“Nasib punya anak gini yah”kesal Rey lalu menyelesai kan permainan nya sendiri di kamar mandi,sedang kan Retta yang dari luar mendengar ocehan suami nya dari dalam kamar mandi hanya tertawa tawa.
****
our little angles💞
__ADS_1