
Retta tengah duduk di balkon rumah nya yang besar,tidak tepat nya di balkon kamar nya menyuguhi pemandangan malam yang indah memanja kan mata kerlap kerlip bintang dan bersinar nya bulan yang terang benderang di langit.
“Sayang tidak kah kau tidur dan istirahat? Besok kita kan mau ke makam”kata Rey yang baru saja masuk ke kamar nya,tepat nya dia baru saja menandatangani berkas berkas yang menumpuk akibat seminggu lama nya dia tidak ke kantor “hmm baik lah”kata Retta lalu berjalan masuk dan menutup kembali pintu balkon itu dan berjalan menuju kasur di mana Rey sudah berada di kasur.
“Maaf jika aku merepot kan mu karena selalu di rumah dan membuat pekerjaan mu menumpuk”kata Retta menyelungkup kan kepala nya di ceruk leher Rey “tidak apa sayang asal kau senang” kata Rey lalu mengecup kening Retta.
“Aku mau sayang” kata Rey,tidak asing lagi kata kata itu bagi Retta hampir beberapa kali Retta mendengar kata kata itu setiap malam,mumpung Dilan tengah tertidur pulas,Retta dan Rey dapat saling melepas kerinduan yah sudah lama mereka tidak melakukan penyatuan menahan hasrat satu sama lain sejak lama.
“Ughh” desahan lolos dari mulut Retta,ia terus meracau tidak jelas saat Rey terus menyentuh tubuh nya dengan jari jemari nya sungguh sebuah kenikmatan untuk kedua nya “malam ini 4 romde yah” kata Rey lalu melanjut kan pemanasan nya,Retta yang sudah terbawa suasana pun hanya bisa mengangguk kan kepala nya pasrah,dia sudah siap jika harus di terkam oleh Rey kembali setelah sekian lama nya.
****
Kini Retta sudah siap dengan balutan dress hitam nya yang menutupi selurun tubuh nya bersama dengan Rey,mereka akan pergi mengucap kan salam kepada buah hati perempuan mereka yang meninggal kan dunia,tidak lupa Retta membawa Dilan ikut dengan nya tentu untuk mengucap kan salam juga pada adik perempuan nya yang hanya berbeda beberapa menit dengan nya.
Dilan yang sedari tadi aktif di mobil kini sudah diam setelah mendapat kan jatah asi nya,mungkin jika dia dapat mengeluar kan kata kata pasti lah aku memiliki asi ini sendiri semua nya milik ku mungkin itu kata kata yang di ucap kan nya jika dia dapat berbicara.
“Mau dong”kata Rey menggoda Dilan hingga membuat anak itu kesal dan mencakar tangan Rey dengan kuku nya “lihat lah anak mu sayang,dia mencakar ku” kesal Rey “anak mu juga”kata Retta langsung membelai kepala Dilan “oh iya kan bareng buat nya”kata Rey mengecup pipi Retta sekilas.
Retta hanya tersipu malu,lalu menutup kembali pakaian nya setelah baby Dilan tertidur di pelukan nya, “kayak kebo yah suka tidur terus anak papa”kata Rey meledek lagi membuat Retta geram,dia mencubit lengan Rey yang sedang menyetir “aduh sakit sayang,gak anak gak mama sama aja” gerutu Rey di mana membuat Retta tertawa.
“Hmm sungguh mama sangat menyayangi mu nak,semoga kau tenang di atas sana,mama akan selalu menyayangi dan merindukan mu,doa doa mama akan selalu ada untuk mu”kata Retta yang kini sedang menatap nisan bertulis kan Della Altezza sungguh malang nasib nya di panggil Tuhan lebih dulu sebelum mengenal kedua orang tua nya betul.
“Sabar sayang,mungkin ini cobaan buat kita”kata Rey mengusap punggung Retta lembut “lihat lah nak adik mu kini sudah tenang di atas sana melihati kita yang datang mengunjungi nya”kata Retta mewakil kan Dilan yang tidak mengerti apa apa.
__ADS_1
****
“Dia sudah tenang di atas sana sayang...jangan di pikir kan lagi memang sudah jalan nya” kata Rey yang masih setia membuka mata nya yang tinggal beberapa watt itu,memang ada apa sih?
Yah dari tadi setelah pulang dari makam Retta masih saja tidak rela akan kepergian Della,mungkin itu satu hal yang salah jika Rey membawa nya pergi tapi hanya itu satu satu nya cara agar Retta mau pergi ke makam anak nya.
“Pergi jangan ganggu aku hikss”Retta memukul tangan Rey dan mengusir nya, ingin rasa nya Rey marah namun di pendam nya dan hanya bisa pasrah,dia berjalan keluar kamar menuju ruang kerja nya dan mencari nama kontak seseorang di HP nya.
“Halo om Ben?”
“Ahh halo nak Rey ada apa? Tumben malam malam telpon?”
“Ini om...istri ku kan om tahu lah Della baru saja meninggal dan dia hahhh....”
“Lalu apa yang harus ku lakukan om,tidak mungkin dia akan mengurung diri terus menerus”
“Banyak cara nya nak salah satu nya Dia butuh dukungan dari keluarga atau pun teman teman dekat nya,pastikan dia selalu melakukan hal hal positif ajak dia melakukan hal hal yang menyenang kan,itu bisa kamu lakukan semua nak tidak sulit kan?”
“Kok aku baru kepikiran yah om,makasih yah saran nya”
“Bayar dulu 200 ribu kamu kan sudah berkonsultasi dengan saya tadi”
“Hah gimana om?”
__ADS_1
“Yah Rey 200 ribu buat kamu mah dikit kok kaget sih hahahaha”
“Bukan om,maksud aku sejak kapan om buka klinik konsultasi?”
“Hahahaha om bercanda,sudah lah cepat bujuk istri mu kembali”
Telepon di matikan,Rey mencari cari cara yang dapat dia lakukan untuk menghibur Retta,dia mencari hal itu di internet “belanja? Ahh apa ini berfungsi tapi tidak salah kan mencoba” kata Rey pada diri nya sendiri,dia keluar dari ruang kerja nya menuju kamar hendak menghampiri Retta,namun dia tidak menemukan sosok perempuan yang di maksud nya.
“Kemana kamu Retta” Rey terpikir akan kamar mandi,namun kamar mandi itu pun sama hal nya kosong,lalu dia pergi ke kamar putra nya yah di sana lah Retta berada sedang menyusui bayi mungil itu yang hampir tertidur.
Rey melangkah masuk perlahan agar tidak membuat kebisingan,dan duduk di samping Retta “sayang...aku kasih hadiah mau?” Tanya Rey pada Retta sambil mengusap kepala Retta “apa?” Tanya Retta lalu meletak kan kembali Dilan di tempat tidur nya “ini” kata Rey mengeluar kan black card nya,kartu yang hanya di miliki orang orang tertentu dan orang orang kaya lain nya termasuk Rey.
Lalu apa yang terjadi dengan Retta sekarang,mata nya sangat berbinar melihat black card itu dia menelan saliva nya tidak percaya “untuk apa ini?” Tanya nya gelagapan “belanja lah,kamu harus cari hal yang menyenang kan istri ku” kata Rey mengecup pipi Retta lembut “benar kah? Terima kasih suami ku” kata Retta mengambil kartu itu dan mencium Pipi Rey sekilas.
“Hanya begini dia senang,dasar kau ini gila uang”gumam Rey lalu mencubit hidung mancung Retta gemas,mungkin besok dia akan bersenang senang,berfoya foya ria membeli barang barang yang banyak dengan black card itu,mungkin bagi nya itu merupakan hal yang menyenang kan yang dapat menghilang kan stress maupun beban pikiran pada seorang wanita.
****
Baca dan mampir ke novel aku yang ini yuk di jamin asik deh kisah percintaan dengan lika liku dari kedua orang ini Daniel x Jessica.
__ADS_1