Kan Ku Kejar Cintamu

Kan Ku Kejar Cintamu
10 +


__ADS_3

Jangan menangisi suatu hal sampai berlarut-larut, bersabarlah.


Tuhan sedang menyediakan bahagia untukmu.


Nasehat dari diri sendiri , sebagai penguat hati.


Sejak kepergian suaminya beberapa jam yang lalu, kini Indah sudah mulai tenang.


Tak baik berlarut-larut dalam kesedihan, misinya bersama sang bunda belum menemukan titik terang.


Penolakan dari Ibra yang masih begitu terlihat jelas adalah tanda bahwa perjuangan Indah masih sangatlah jauh dari kata berhasil.


"Maaf bunda, karena sejauh ini hubunganku dengan mas Ibra belum ada kemajuan" ucapnya di sambungan telepon bersama mertuanya


"Tidak apa-apa sayang.... Bunda berharap kamu masih mau bersabar untuk meluluhkan hati suamimu."mencoba memberi semangat untuk menantunya


"Oh iya,, coba kamu buka tas merah kecil yang bunda bawakan . Cobalah pakai itu sayang,, bunda berharap itu bisa menggetarkan sedikit naluri suamimu". Sambung bunda lagi


Indah mengernyit, namun sedikit paham arah pembicaraan mertuanya itu


"Baik bunda" jawab Indah


Merekapun melanjutkan obrolan sebagai mertua dan menantu yang saling menyayangi.


"Ya sudah Indah,, bunda tutup dulu telepon nya ya,, jangan lupa saran dari bunda ya, dan jangan menyerah" lagi-lagi mertuanya menyemangati, membuat Indah tersenyum senang


.....


Ibra melangkah dengan sempoyongan.


Kepalanya semakin terasa berat, rasanya ingin cepat-cepat tidur dan melupakan hari yang berat ini.


"Klik" membuka pintu perlahan


Gelap


Hanya ada dua lampu kecil di dinding tepat dihadapan Ibra.

__ADS_1


Di tengah dua lampu tersebut ada tulisan "MAAF"


Ibra mengernyit.


Dia yakin tulisan itu ditujukan untuknya, tapi Ibra tak peduli dan tak ingin menanggapi.


Ibra melanjutkan langkahnya yang sempoyongan hendak menuju kamar,


Namun baru dua langkah,dua lampu tersebutpun ikut padam tiba-tiba.


Ruangan seketika menjadi gelap gulita.


Ibra menghentikan langkahnya.


"Jangan bercanda, aku sama sekali tidak menyukainya!" Serunya


Tak ada jawaban,


"Aku bilang...!"


Merasakan seseorang tengah memeluknya dari belakang,.


Ada getar aneh saat bagian kenyal itu menyentuh punggung nya.


Fikirannya seketika melanglang buana, membayangkan bagian tubuh wanita seksi yang tadi sempat ditemuinya di club.


Mulai menegang dan berontak ingin keluar,, Ibra mencoba menahan hasratnya sekuat tenaga.


Tak ingin tergoda, demi setianya pada sang kekasih yang sampai sekarang belum tau kabarnya.


Sungguh, Ibra sangat merindukan kekasihnya itu.


Rindu memeluk dan mencumbunya dengan penuh cinta.


"Lepas !" Dingin Ibra setelah bisa mengatur nafasnya


"Kasih aku waktu mas,,, kasih aku kesempatan untuk mencoba masuk ke hatimu mas,,," Indah masih memeluk erat suaminya

__ADS_1


Mencoba merobohkan dinding pembatas yang selama ini dibangun Ibra suaminya.


"Jangan berharap lebih Indah, kita menikah bukan karena saling suka! Kita menikah hanya karena keadaan yang memaksa!" masih dengan suara tegasnya


"Tapi aku nggak terpaksa mas,,, aku ikhlas jadi istri kamu karena memang aku sayang sama kamu mas" ungkap Indah


Entah mendapat keberanian darimana Indah mengungkapkan rasa sayangnya pada suaminya.


Bahkan ini adalah pertama kalinya Indah menyentuh dengan intim suaminya itu.


Mungkin karena sudah lelah menunggu,atau karena tak ingin pulang tanpa membawa hasil yang maksimal akan hubungan pernikahan ini.


"Aku sayang sama kamu mas,, kasih aku kesempatan jadi istri yang baik buat kamu" ungkap Indah lagi


Ibra membeku, ini kedua kalinya Indah berkata menyayanginya dalam satu waktu.


Apakah benar? Atau hanya karena bunda?


Banyak pertanyaan di hati Ibra membuat kepalanya semakin berdenyut memikirkan nya, juga karena alkohol.


"Klik" lampu menyala


Ruangan seketika menjadi terang.


Perlahan Indah melepaskan pelukannya dan berjalan kedepan untuk menghadap sang suami.


Suami yang sangat dia sayangi.


"Cobalah menerima aku sebagai istrimu mas" menatap mata sayu suaminya yang setengah mabuk itu.


"Sial!!" Umpat Ibra dalam hati saat melihat tubuh seksi Indah.


Bagaimana tidak, Indah benar-benar menuruti nasehat sang bunda untuk mengenakan lingerie yang disiapkan oleh sang bunda.


***


tolong tutup mata buat yang masih dibawah umur ya cinta

__ADS_1


__ADS_2