Kan Ku Kejar Cintamu

Kan Ku Kejar Cintamu
7


__ADS_3

Suasana di dalam mobil Ibra terasa sepi.


Bagaimana tidak,, gadis yang biasanya ceria karena senang bisa berada dalam satu mobil dengan suaminya itu kini nampak melamun sedari tadi.


Tidak ada ucapan atau candaan yang keluar dari mulut imutnya.


Begitupun Ibra,, pria tampan itu pun sepertinya enggan jika harus memulai percakapan.


Pasangan tak harmonis itu benar-benar larut dalam fikirannya masing-masing.


"Semoga bunda nggak membahas atau meminta yang aneh-aneh" batin Ibra


"Maafin aku Arya,, aku bener-bener nggak nyangka hidupmu ternyata serumit itu. Aku bener-bener sahabat nggak berguna, aku nggak pernah peka dengan perasaanmu selama ini." Batin Indah nelangsa,


Tanpa disadari setetes air mata jatuh dengan sendirinya


"Kamu berkorban begitu besar demi menjaga perasaan dan persahabatan kita Arya, entah itu bahagia entah duka, kamu tetap menjalani dengan ikhlas.


Sedangkan aku? Apa yang aku dapat dari pernikahan ini? Sudah 6 bulan ini aku berjuang untuk mendapatkan cinta mas Arya, tapi sedikitpun belum ada terlihat celahnya keberhasilanku"


Batinnya lagi semakin menyesakkan dada


Flashback on


"Indah... Sebenarnya,,, " dengan ragu Arya pun akhirnya bicara,

__ADS_1


"Banyak hal yang tidak aku bagi cerita denganmu selama ini. Maaf Ind, bukannya aku tidak menghargai kamu sebagai sahabatku.


Tapi justru aku ingin persahabatan kita tetap utuh selamanya seperti ini." Menarik napas dalam, saat melihat wajah bingung Indah


"Hubunganku dengan Jessi sudah tidak baik-baik saja sejak terakhir kami menghadiri acara pernikahan mu dengan Ibra Ind".


Arya terlihat lemah saat mulai bercerita, dan Indah pun reflek menggenggam tangan Ibra sebagai bentuk empati


"Tapi kenapa Ar? Pasti ada sebabnya bukan?"tanya Indah pelan


Arya mengangguk


"Karena aku tak bisa menyembunyikan rasa sedih dan sakitku ketika kamu telah resmi jadi milik orang lain Ind,. Jessi akhirnya tau jika kamu bukan sekedar sahabatku, tapi juga cinta pertamaku". Indah melepas genggaman tangannya untuk menutup mulut yang terbuka akibat terkejut.


"Ind,,, maafin aku Ind,,, aku benar-benar sudah menyimpan perasaan ini dalam-dalam. Bahkan aku rela menikahi Jessi agar aku tidak merusak persahabatan kita. Walau tanpa cinta , aku menerima Jessi dengan tulus.


Dan aku tau, tidak ada harapan untuk merubah status persahabatan kita,." Ungkapnya cepat karena takut Indah salah paham.


Air mata pria penyabar itu mulai meluncur perlahan.


Indah diam membisu, tidak tahu harus berkata apa.


"Sebenarnya aku menikah untuk membantu Jessi menutup aibnya Ind,, waktu itu Jessi tengah hamil dengan pacarnya yang tiba-tiba kabur tidak mau bertanggung jawab.


Selain berniat menolong , aku juga berharap bisa melupakan perasaan ku buat kamu Ind.

__ADS_1


Aku berharap kamu bisa bahagia dengan pilihanmu" ungkap Arya jujur


Flashback off


"Apakah ini karma karena aku mengacuhkan perasaanmu Arya, sehingga sekarang aku pun merasakan sakitnya di acuhkan suamiku sendiri". Jeritnya dalam hati di sertai air mata yang semakin meleleh


Sudah 4 tahun Indah diam-diam mengagumi Ibra., saat itu Indah tidak sengaja melihat Ibra yang menolong seorang pemulung yang kelaparan dengan memberinya kue.


Indah yang bekerja menjadi pelayan kafe tepat di depan toko kue Bu Martha pun jadi sering memperhatikan Ibra yang sering datang berkunjung ke toko kue bundanya.


sudah puluhan kali Indah mencoba mendaftar menjadi pelayan di toko kue Bu Martha tapi selalu ditolak dengan alasan belum memerlukan karyawan baru,


sampai suatu saat ada karyawan yang berhenti karena akan menikah, dan saat itu Indah diterima bekerja.


"Ehhemm..."


Deheman Ibra membuat Indah tersadar dan cepat-cepat menghapus air matanya.


Takut berdosa karena sudah menangisi pria lain selain suaminya .


"U..udah sampe ya mas" gagapnya menoleh keluar kaca sambil mengedip ngedipkan mata agar air matanya tidak jatuh lagi.


"Udah dari 10 menit yang lalu" cueknya sambil membuka pintu hendak turun dari mobil


"Ya ampun ,, selama itukah mas Ibra menunggu aku melamun?" Batinnya sambil menepuk keningnya

__ADS_1


Indah turun dari mobil dan menyusul suaminya masuk setelah sebelumnya sempat merapikan riasan wajahnya.


***


__ADS_2