Kan Ku Kejar Cintamu

Kan Ku Kejar Cintamu
8


__ADS_3

" Indah,, apa... Kamu sudah ada tanda-tanda kehamilan?" Tanya bunda tiba-tiba ketika mereka sedang asik menyantap makanan .


Setelah anak dan menantunya datang, bunda Martha langsung mengajak mereka untuk makan malam bersama.


Mereka makan malam hanya bertiga, karena ayah Ibra sedang ada di luar negeri untuk urusan bisnis.


Bunda Martha juga menerima salad buah buatan menantunya itu dengan suka cita.


Sejak Indah menjadi pegawainya dulu, Bunda Martha memang sudah menyukai indah yang sederhana dan sangat baik menurut nya.


"Be,, belum Bund.." jawab Indah sambil melirik ekspresi suaminya


Yang dilirik masih tetap makan dengan cuek tanpa niat merespon


"Huhh.... Gimana mau hamil,, segelnya aja belum pernah di buka Bund" celetuk Indah lagi memancing ekspresi Ibra


"Uhuk,, uhuuk,,, uhuk.... " Ibra terbatuk dan cepat-cepat menengguk minumnya sampai tandas


" Bagaimana bisa perempuan gila ini bisa begitu terbuka dengan hal sensitif seperti itu"..


Ibra membatin sambil memijit pelipisnya, benar-benar tidak menyangka dengan ucapan frontal Indah


" Ya ampun Ibra.... Bagaimana bisa kamu anggurin apem enak di depan mata?.


Kamu masih normal kan Ibra?" Bunda nampak syok dengan penjelasan Indah.


Padahal Bunda tau , jika sudah pasti Ibra belum mau menyentuh Indah karena dihatinya masih ada wanita lain.

__ADS_1


"Maaf bund,, bunda pasti sudah tau jawabannya bukan?.." mengelap mulutnya


"Dari awal,Ibra sudah menolak menikah dengan Indah, tidak ada cinta diantara kami bund.


Dan Ibra tidak mungkin bisa menyentuh wanita yang tidak Ibra cintai, terlebih masih ada Amel dihati Ibra. " Sergah Ibra tak mau berbasa basi, Ibra pun menyelesaikan makan malamnya karena sudah mulai tidak berselera


Indah tertegun dengan kejujuran Ibra.


Tak bisa dipungkiri, hatinya sakit mendapat penolakan secara langsung dihadapan mertuanya.


Indah merasa usahanya selama ini telah gagal.


Tapi bukan Indah namanya kalo sakit hati dan menyerah..


Belum.. belum saatnya untuk menyerah,


"Ibra,, sudah saatnya kamu melupakan masa lalu kamu,. Hiduplah dengan damai bersama istrimu,. Hidup harus terus melangkah nak,cobalah untuk menerima Indah ." Nasehat bunda membuat Indah terharu, mertuanya ini benar-benar sangat baik dan selalu mendukung Indah.


"Lagi pula,, bunda sudah sangat kepengen menggendong cucu,, teman-teman bunda semuanya sudah mempunyai cucu.


Kalian harus berusaha saling menerima dan menjalani rumah tangga ini dengan normal".


Bunda mengelap mulutnya tanda sudah menyelesaikan makan malamnya,begitupun Indah


"Kami akan berusaha bund.." jawab Indah sepihak,baginya ini adalah bentuk dukungan nyata mertuanya yang tidak boleh disia-siakan.


"Silahkan kamu usaha sendiri,, aku tidak mau" ketus Ibra

__ADS_1


"Maaf bunda, Ibra akan keruang tamu duluan, ada email yang masuk dari kantor" pamit Ibra langsung melangkah pergi


Rasanya benar-benar membosankan jika harus membahas tentang hubungannya dengan Indah, lebih baik mengerjakan tugas kantor yang menumpuk hingga lembur.


"Maafin anak Bunda ya Indah..." Sambil memegang tangan Indah.


"Sebenarnya Ibra itu laki-laki yang sangat penyayang dan penuh tanggung jawab.


Tapi sejak kepergian Amel,dia jadi dingin dan cuek begini." Bunda menarik nafas berat


"Padahal,, semua itu bunda lalukan demi kebaikan nya sendiri.


Tapi sepertinya Ibra masih belum bisa menerima semuanya, Ibra pasti sering menyakiti perasaan kamu ya?" Tanya bunda merasa bersalah.


"Tidak apa-apa bund, Indah sudah terbiasa menghadapi sikap mas Ibra yang seperti itu." Jawab Indah santai, tidak mau membebani mertuanya itu dengan keadaan rumah tangga nya dengan Ibra


" Lagi pula , bunda tidak perlu khawatir, karena Indah akan sabar menunggu mas Ibra membuka hati buat Indah.


Semoga saja suatu saat nanti ada jalannya buat Indah mengejar cintanya mas Ibra". Mencoba meyakinkan mertuanya, walau Indah sendiri masih ragu melihat perkembangan hubungan mereka selama ini yang masih saja jalan di tempat.


Ibu dan menantu itupun melangkah bersama meninggalkan meja makan untuk melanjutkan obrolan di ruang tamu.


*****


Maaf jika masih banyak kekurangan.


Semoga dapat di maklumi

__ADS_1


__ADS_2