Kan Ku Kejar Cintamu

Kan Ku Kejar Cintamu
4


__ADS_3

Pagi menyapa,, hari ini cerah tak seperti hari kemarin yang turun hujan .


Indah menjalankan aktivitasnya seperti biasa, membersihkan rumah,mencuci, dan memasak sarapan.


Sarapan yang hanya dimakan Indah sendiri di meja makan.


Sedangkan suaminya, Indah akan membawakan bekal untuk dimakan di kantor.


Ibra memang seperti menghindar untuk makan bersama jika hanya berdua dengan istrinya, kecuali ketika benar-benar sama-sama libur. Itupun dengan terpaksa.


Indah juga tidak tau pasti apakah bekal itu akan dimakan atau dibuang, Indah cukup senang karena Ibra tak pernah menolak untuk menerima bekal pemberiannya.


"Mas Ibra, ini bekalnya. Aku masak dengan cinta Lo mas, dimakan ya mas". Indah menyerahkan kotak bekal pada Ibra sambil tersenyum manis, berharap dilirik sang suami.


"Hmm.." jawabnya sambil menerima kotak bekal itu dan berlalu pergi tanpa menatap sang istri.


Indah kecewa , namun itu sudah biasa.


Hatinya sudah tak serapuh dulu lagi.

__ADS_1


"Yah .... Di anggurin lagi..nasibmu ind,,Ind....." Batinnya sambil berjalan ke dapur untuk menyantap sarapannya sendiri.


Di perjalanan Ibra tiba tiba menghentikan laju mobilnya. Ternyata teleponnya berbunyi panggilan dari sang bunda .


"Halo bund..." Ibra


"Ibra malam ini kamu datang ke rumah ya,,, ajak istri kamu" suara di seberang telepon.


"Maaf Bun,,tapi sepertinya Ibra belum bisa berkunjung malam ini, karena bunda kan tau Indah pasti pergi keliling nanti malam, Ibra sendiri juga masih sibuk banget bund di kantor" jawab Ibra lembut, tak ingin membuat bundanya kecewa.


"Kamu itu,, selalu saja punya alasan buat nolak perintah bunda. Biasanya juga Indah bisa ijin dulu buat nggak keliling,makanya bunda telfon awal awal supaya Indah bisa memberi kabar sama Pak Ujang , supaya Pak Ujang GX bikin siomay banyak banyak!" Sungut bunda Ibra, yang Ibra sudah tau pasti bundanya bakalan menjawab seperti itu.


"Lagian tugas di kantor juga bunda tahu nggak padet padet amat karena bunda sudah telfon Arif tadi" sambungnya lagi, berbicara dengan nada tak mau ada kata penolakan.


"Baiklah bund,nanti Ibra usahakan". Pasrah nya


Setelah telepon dari sang bunda terputus Ibra pun melanjutkan perjalanannya menuju kantor.


Sedangkan sang bunda langsung menelepon menantunya Indah untuk ijin tidak berjualan dan pergi mengunjunginya.

__ADS_1


Dan dengan senang hati Indah menyetujuinya, bagi Indah bunda Marta tidak hanya sekedar mertua yang sangat baik, tapi beliau sudah dianggapnya sebagai ibunya sendiri.


Karena Indah bisa merasakan kehangatan seorang ibu yang tak pernah Indah rasakan selama ini.


Sebelum menikah dengan Ibra, Indah adalah karyawan toko kue milik Bu Marta.


Itulah sebabnya Indah bisa mengenal dan jatuh cinta pada anak bosnya itu.


Namun tentu saja itu hanya cinta dalam diam,karena tidak mungkin Indah mengungkapkannya sedangkan derajat mereka yang begitu jauh berbeda, terlebih Ibra sudah memiliki tunangan kala itu.


Ibra juga tidak pernah menganggap Indah, karena bagi Ibra Indah sama seperti karyawan bundanya yang lain, tidak ada yang spesial.


Sampai suatu ketika, tunangan Ibra tiba-tiba pergi di saat hari pernikahan tinggal 1 hari, membuat Ibra dan seluruh keluarga panik karena semua persiapan pernikahan sudah benar-benar rampung..


Alhasil, jadilah Bunda Marta meminta dan membujuk Indah untuk mau menikah dengan putranya.


Dengan memberitahu tentang sebuah rahasia akhirnya Indahpun menyetujui untuk menikah dengan Ibra,


"Indah kan memang cinta pada mas Ibra.

__ADS_1


Indah hanya perlu mengobati sakit hati mas Ibra dan mengejar cintanya" yakinnya kala itu


***


__ADS_2