Kan Ku Kejar Cintamu

Kan Ku Kejar Cintamu
15


__ADS_3

Masih flashback Bali


Indah melempar tubuhnya diatas tempat tidur empuk itu.


Meluapkan isi hati dengan air mata.


Hingga beberapa waktu, Indah masih setia dengan posisi menelungkup.


Ibra yang menyusul Indah kekamar pun melihat dengan iba pada sang istri tak berdosa itu.


Inilah yang Ibra takutkan..


Hatinya tak sejahat dan tak setega itu menyakiti orang lain, walaupun tidak ada perasaan apa-apa pada Indah.


Tapi Ibra tetap merasa bersalah.


Indah mencoba menata hatinya kembali.


Mencoba berfikir dengan kepala dingin.


Membolak balikkan hati dan fikiran, mencoba mencari solusi terbaik.


Indah bukanlah gadis yang mudah putus asa.


Jika masih bisa bertahan, kenapa harus berhenti dengan harapan.


Masih banyak usaha yang pastinya harus Indah coba.


Indah sekali lagi mencoba memantapkan hati.


Jangan menyerah! Ayo berjuang dan berjuang lagi! Batinnya menyemangati diri sendiri.


Indah bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya yang penuh air mata.


Sedangkan Ibra melangkah masuk dan duduk di ranjang sambil menatap kearah pintu kamar mandi.


"Ceklek" pintu kamar mandi terbuka.


Dua pasang mata itu bertemu, saling menatap.


Ibra dapat melihat kesedihan yang tertutupi ketegaran di wajah sembab Indah.


Dan Indah pun dapat melihat raut penyesalan diwajah Ibra.


Indah melangkah dan duduk didekat suaminya,.


Mereka saling terdiam. Belum ada tanda-tanda siapa yang akan memulai percakapan duluan.


Masih tampak jelas rasa canggung di antara keduanya saat mengingat moment yang terjadi di kamar tersebut.


"Ehhemmm..." Ibra mencoba menghilangkan rasa canggungnya..

__ADS_1


"Indah maaf, aku sama sekali tidak bermaksud melukai mu dengan ucapanku tadi"


"Tidak apa-apa mas" potong Indah


"Aku ngerti kok,, aku akan melupakan kejadian tadi malam , tapi aku ada permintaan mas" sambungnya lagi


"Permintaan? " Tanya Ibra


"Kasih aku kesempatan mendekati kamu mas. Cobalah buka hatimu untuk belajar menerimaku" mohon Indah


"Tidak Indah,, aku tidak bisa."jawab Ibra spontan


"Kenapa mas?..


Aku hanya meminta agar kamu mau berusaha menerima usahaku mendekati kamu.


Bagaimana aku bisa meluluhkan hati kamu kalau kamu menutupnya rapat-rapat." Jelas Indah


"Maaf Indah, tapi aku benar-benar tidak bisa.


Ada baiknya kita memperjelas hubungan kita ini, agar tidak terjadi salah paham.


Aku masih sangat mencintai Amel Indah dan kamu tau itu.


Aku berharap suatu saat nanti kami bisa bersatu kembali" harap Ibra sambil membayangkan senyum manis Amel


"Lalu bagaimana dengan aku mas?


Apa kamu berencana akan me maduku mas?" Sergah Indah ingin ikut memperjelas rumah tangga rumit ini


"Tidak Indah,, aku tidak akan sejahat itu.


Kita bisa bercerai Indah, dan kita bisa memulai kehidupan kita yang baru.


Aku dengan Amel, dan kamu bisa mencari seseorang yang tulus mencintai kamu.


Oleh sebab itu aku tidak ingin menyentuhmu Indah, dan aku sangat menyesali kejadian semalam." jelas Ibra


Indah mencoba membendung butiran air yang mulai menggenang dipelupuk matanya dengan melihat ke langit kamar sambil mengedipkan matanya beberapa kali.


Mencoba membuat pertahanan dihatinya agar jangan sampai rapuh.


"Kalau begitu, biarlah itu menjadi misteri masa depan kita..


Saat ini aku hanya ingin mengejar cintamu mas" pinta Indah


"Maaf Indah, tapi aku tetap tidak bisa.


Biarlah hubungan kita tetap seperti ini sampai aku menemukan titik terang dimana Amel.


Atau sampai kamu yang bosan dan meminta pisah" teguh Ibra

__ADS_1


"Tidak akan!!


Aku tidak akan meminta pisah .


Dan aku tidak akan meninggalkan rumah tangga ini.


Aku akan berusaha terus mengejar cintamu mas" kekeh Indah


"Jangan keras kepala Indah.


Dari awal kamu sudah tau siapa yang aku cintai"Ibra mulai jenuh


"Tolong kamu juga jangan egois mas,, disini akulah istri sahmu. Tidak mau tau dihatimu ada siapa, yang jelas aku juga berhak berusaha.


Setidaknya ijinkan aku berusaha mendekati suamiku sendiri!" Mohon Indah, namun dengan suara tegas dan sedikit memaksa


" Aku tidak mau melukai orang lain Indah, dihatiku sudah terisi penuh oleh Amel.


Aku tidak akan memberi celah untuk orang lain mengusiknya" tegas Ibra


"Kalau begitu jangan harap aku akan melupakan kejadian semalam.


Aku akan selalu mengingatnya, bahkan aku akan selalu mengungkit apa yang sudah kamu lakukan terhadap tubuhku semalam.


Selalu dan akan selalu membahasnya sampai kamu bosan mendengarnya.


Aku akan sampaikan pada ayah dan bunda , bagaimana cara kamu mencumbuku se..


"Cukup!!!!!" Bentak Ibra


Ibra berdiri dari duduknya menuju jendela.


Kepalanya mulai berdenyut memikirkan kebodohannya yang hilang kendali tadi malam.


"Apa pun yang ingin kamu lakukan .


Lakukanlah!!.


Tapi jangan salahkan aku jika kamu yang nantinya akan terluka!" Tegasnya


"Tapi tolong,, jangan melewati batas!" Ancamnya dengan tatapan tajam


Indah tersenyum


"Aku tidak janji"


Jawab Indah enteng


Flashback off


****

__ADS_1


__ADS_2