
Lengan yang kekar, dada bidang, kulit putih bersih, perut rata yang sempurna membentuk roti sobek, benar benar menggoda iman Indah, dan di bawah itu... Itu...
Itu .. . Adalah suatu kebanggaan bagi laki laki yang saat ini hanya tertutupi selembar handuk.
"Kau menginginkannya??
Kemarilah,, semua ini milikmu seutuhnya, semua ini milikmu, istriku" suara Ibra begitu seksi bagi Indah.
Dan tanpa harus berkata dua kali, Indah pun berjalan mendekati suaminya,
Pelan namun pasti diangkatnya tangan gadis itu mengarah ke dada bidang suaminya,
Dirabanya sambil menatap suaminya, rambut lurus, mata yang indah, hidung mancung, rahang yg kokoh dan terlihat tegas, dan bibir ,,,,, bibir tipis yang begitu menggoda.
"Aku....aku ingin mengecupnya,, bolehkah??"
Mengarahkan jari telunjuk ke bibir suaminya yang menggoda itu.
Jantung Indah berdetak tak karuan ketika Ibralah yang justru mendekatkan wajahnya pada Indah,, dengan nafas yang makin terasa mendekat Indah pun menutup matanya.
Kecupan lembut itu, perlahan menjadi ciuman yang indah. Suara-suara indah yang dihasilkan penyatuan dua bibir mulai terdengar dikamar pasangan itu.
Suasana kian memanas malam itu,namun tiba tiba...
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa mandi jika kamu menghalangi aku di depan pintu!"
Suara tegas Ibra membuyarkan khayalan Indah.
"Ah,, iya .. maaf maaf,, aku akan ke dapur sebentar, tenggorokan ku kering"
Gagapnya menjawab sambil lari menunduk karna malu dengan khayalannya sendiri.
"Kamu benar benar memalukan Indah....
Bagaimana bisa kamu bermimpi dengan mata terbuka" Indah menuruni anak tangga sambil mengetuk ngetuk dahinya dengan tangannya sendiri, benar benar malu pada suaminya dan diri sendiri.
"Aku sungguh sangat malu, semoga saja mas Ibra tidak menyadari aku yang sedang menghayal tadi,." gumamnya
"Sampai kapan ya hubunganku dengan mas Ibra harus seperti ini terus?? Aku benar benar ingin punya rumah tangga yg harmonis seperti keluarga mereka diluar sana" batinnya
"Menjalani rumah tangga dengan penuh cinta, setiap hari bisa saling berpelukan memberi semangat satu sama lain, merawat dan mendidik anak-anak yang menggemaskan bersama-sama". harapnya
"Aaaaaa......... Aku benar-benar ingin.. ingin.. ingin ......"
Teriaknya pelan sambil menempelkan dahinya pada meja makan dengan mata terpejam.
Indah diam sesaat,mengumpulkan tenaga serta membuang rasa canggungnya bersiap kembali ke kamar.
__ADS_1
Setelah tenang, Indah pun mengangkat kepalanya dan meminum air yang sempat diambilnya tadi sampai tandas.
Setelah itu iapun naik lagi untuk mandi dan bersiap tidur, sambil berharap suaminya telah tidur terlebih dahulu.
Betapa leganya Indah ketika masuk ke kamar dan dilihatnya suaminya telah tidur, mungkin karena lelah atau berpura pura Indah pun tak ambil pusing, yang penting baginya dia tidak terlalu malu.
"Syukurlah,dia sudah tidur.. Aku akan segera mandi terus ikut tidur, aku juga sangat lelah".
Berjalan ke kamar mandi.
Tak butuh waktu lama Indah pun selesai mandi, kini Indah sudah menyusul suaminya di atas tempat tidur dan seperti biasa Indah akan memandangi wajah suaminya sebentar untuk mengobati rindunya sebelum ia terlelap.
Rindu yang hanya Indah sendiri yang merasakan.
Rindu kasih sayang, perhatian, dan kasih sayang seorang suami yang telah lama Indah idamkan.
***
hai salam kenal...
aku masih baru banget belajar nulis, tolong jangan dibully ya...
semoga aku bisa memberi yang terbaik.
__ADS_1