Kan Ku Kejar Cintamu

Kan Ku Kejar Cintamu
23+


__ADS_3

"Kau sudah benar-benar sembuh sayang...


Luka di wajah dan di badanmu juga sudah tak terlihat" kata seorang pria


"Sudah waktunya kamu kembali dan bermain cantik lagi" imbuhnya


"Ar,, haruskah kita meneruskan semua ini?


Ku mohon Ar,," pinta wanita itu


"Kita bisa kembali bersama Ar, hidup bahagia tanpa harus mengganggu orang lain.


Kita mulai semuanya dari awal ya,," bujuknya


Sudah berulang kali bujukan itu dilontarkan namun sama sekali tak membuahkan hasil.


Pria itu tetap bersikeras ingin terus menjalankan misinya.


"Aku bukan laki-laki bodoh bedeb*h...


Aku tidak mau bekas sentuhan orang lain..


Aku tidak akan terpedaya olehmu." Bentaknya


"Aku merawatmu sampai sembuh karena kamu masih punya tanggung jawab menyelesaikan tugas mu"imbuhnya


Wanita itu menangis ,, sungguh hatinya dilema. Ia tak ingin menyakiti orang yang dia sayang.


Namun keadaan ini ,sungguh membuatnya tak berdaya


"Cepatlah persiapkan dirimu kita akan kembali ke kota A besok pagi.


Aku harap tidak ada lagi bantahan yang keluar dari mulutmu, menurut lah... Itu akan lebih baik untuk hidupmu!" pria itu berlalu, tak ingin melihat lebih lama wanita yang sedang menangis itu.


Bagaimanapun,wanita itu pernah menjadi bagian dari hidupnya meski hubungan mereka kandas ditengah jalan.


Rasa sayang memang tak mungkin hilang begitu saja, tapi dia tak ingin memberi kesempatan.


..........


Indah memandangi wajah suaminya yang terlelap.

__ADS_1


"Sangat tampan.." lirihnya


Biasanya setelah memandang wajah tampan itu, Indah akan mulai mengantuk dan tidur.


Tapi tidak dengan malam ini, Indah pun tak tau mengapa.


Indah terus memandangi Ibra,matanya, hidungnya, bibirnya ... Sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna.


Indah teringat dengan kecupan tak sengaja tadi siang. Indah menyentuh bibirnya dan tersenyum..


Perlahan Indah membuang guling pembatas ditengah mereka, menggeser tubuhnya sedikit lebih dekat dengan sang suami, dan menunduk mengecup sayang kening Ibra.


Setelah itu ia berbaring disisi suaminya tanpa pembatas . Dan mulai memejamkan mata.


Ibra merasa tangannya menyentuh sesuatu.


Hangat dan kenyal, benda setengah lingkaran itu sangat pas ditangannya.


Ibra mengira ia sedang bermimpi, diremasnya benda kenyal itu dengan penuh penghayatan.


Matanya masih terpejam, antara sadar dan tidur, otaknya sudah menuntut berfikir hal yang mesum.


Indah merasakan ada yang mengusik tidurnya, matanya mulai mengerjap perlahan.


Indah terbelalak ketika menyadari tangan Ibra sedang asik meremas buah dadanya


Indah tak menolak dia hanya diam membiarkan sang suami melakukan aktivitas nya. Kebetulan malam ini Indah tak memakai bra nya.


Dalam hati merasa senang karena usahanya memakai baju **** dimalam hari membuahkan hasil.


Meskipun Indah sendiri tidak yakin Ibra melakukan itu secara sadar,. Karena Indah melihat mata Ibra yang masih terpejam dan hanya satu tangan Ibra yang bekerja.


Sedangkan yang satunya menopang kepala Ibra yang tidur miring menghadap Indah.


Indah menutup mulutnya yang hampir mengeluarkan suara.


Jika Ibra bermimpi,Indah tak ingin membangunkan nya.


Karena Indah masih ingin merasakan sentuhan Ibra lebih lama.


Indah sangat menyukainya.

__ADS_1


Tentu saja,, bukankah Indah adalah gadis dewasa yang sudah menjadi hal wajar jika untuk urusan ranjang.


Namun makin lama Ibra mulai menyentuh nya dengan asal dan berlebihan.


Membuat Indah meremang dan tanpa sadar mendesah.


"Aahhh...."


Ibra terlonjak kaget, mimpi dan rasa kantuknya menguap begitu saja.


Sungguh Ibra tak menyangka bahwa ini bukanlah mimpi, tapi kenyataan.


"Astaga...


Maaf ,, maaf,, Indah.. maafkan aku" Ibra segera melepas tangan nya dan menjauh ..


"Mas kita suami istri,, kenapa harus meminta maaf.. Tidak ada yang salah mas" Indah merutuki kebodohannya yang tak bisa menahan suaranya sendiri .


"Tidak Indah ini salah...


Sangat salah... Sudah ku katakan aku tidak ingin menyentuhmu.


Dimana guling pembatas kita,kenapa tidak ada?!" Tanya Ibra frustasi


"Mungkin kamu buang mas.." jawab Indah santai


"Ya udahlah, ayo tidur lagi. Ini masih jam 3 malam." Ajak Indah


"Kamu tidurlah,, aku akan pergi keruang kerja". Ibra hendak turun dari ranjang namun Indah segera mencekal lengannya


"Mas,,, tetaplah disini,. Ini masih tengah malam. Aku tau kamu tidak mungkin bekerja di jam begini." Bujuk Indah


Ibra terdiam, dia memang hanya ingin menghindar dari Indah dan tidur di ruang kerjanya.


"Tidurlah mas,,, jangan takut. Aku tidak akan macam-macam". Indah meletakkan kembali guling pembatas mereka.


Ibra menurut dan kembali berbaring.


Ibra juga sebenarnya tidak bisa tidur di ruang kerja karena memang tidak tersedia tempat tidur disana.


*******

__ADS_1


__ADS_2