
"Kapan kamu datang ke kota A Arya? Terus kamu ngapain ketoko buah? Apa kamu datang kesini sendiri? atau sama keluarga kamu juga?" Cerocos Indah yang penasaran dengan kehadiran sahabatnya itu.
Arya tersenyum mendengar pertanyaan sahabatnya itu yang seperti rel kereta. Benar-benar sangat nyaman dan tenang setiap bisa berada di dekat wanita ini.
Seolah beban hidupnya menguap begitu saja
"Satu-satu donk ind kalo tanya,,, jadi bingung yang mau jawab ne" pura-pura bingung padahal hatinya begitu gembira bisa menatap wajah yang sudah lama ia rindukan.
"Aku baru sampe kemaren sore kok, dan aku kesini sama anakku Raisa". Jelasnya
"Aku pindah karena dapet tugas kerja disini" sambung Arya lagi
Indah manggut-manggut tanda mengerti sambil menerima uluran buku menu dari pelayanan kafe.
Saat ini mereka memang sedang ada di kafe sebrang toko buah tadi.
Setelah memilih pesanan masing-masing, mereka pun melanjutkan obrolan.
"Raisa tadi minta belikan buah, kebetulan aku lihat kamu,, aku bersyukur bisa ketemu kamu disini karena semenjak kamu menikah nomor kamu udah nggak bisa dihubungi lagi" Arya memulai obrolan lagi.
"Maafin aku Ar,, aku sempet kehilangan hp setelah menikah. Aku sendiri nggak bisa menghubungi kamu karena memang nggak inget nomor kamu" jelas Indah.
__ADS_1
" Ya udah nggak apa-apa, yang penting kan kita udah ketemu. Sekarang aku minta nomor kamu deh".pinta Arya
Merekapun saling bertukar nomor telepon, dan mulai menyantap hidangan yang telah datang
"Sekarang Raisanya dimana Ar? Kenapa nggak ikut milih buahnya?"kata Indah sambil menikmati nasi goreng seafood kesukaannya
"Raisa lagi tidur Ind,,, aku suruh baby sitter Rena yang jagain, kecapean kayaknya. Perjalanannya lumayan jauh dan menguras tenaga, apalagi anak kecil seperti Raisa" jelas Arya
Indah mengangguk sambil berfikir
"Baby sitter Rena? Kenapa bukan Jessi yang jagain? Apa Jessi masih tetep bekerja menjadi model setelah menikah?kenapa Jessi nggak fokus dulu sama anak dan suaminya? " Batin Indah merasa ada yang janggal
"Udah lama ya Ar, kita nggak makan bareng kayak gini. Semenjak kamu menikah dengan Jessi aku udah nggak bisa lagi deket-deket sama kamu"
Mereka hanya sesekali memberi kabar satu sama lain agar tidak melunturkan persahabatan mereka.
Tapi Indah tidak mau banyak bertanya dulu, Indah ingin Arya lah yang bercerita jika memang ada masalah pada sahabatnya itu.
"Kamu akan bener-bener jadi milik istri kamu seutuhnya tanpa boleh disentuh oleh orang lain" pancingnya lagi sambil melihat reaksi dari Arya.
Jessica memang istri yang posesif dan pencemburu terutama kepada Indah , karena Jessica tahu kalau Arya mempunyai perasaan dengan Indah.
__ADS_1
Firasat seorang istri memang sangatlah kuat.
Dilihatnya Arya yang masih asik menyantap makanan nya tanpa ada tanda-tanda ingin menjawab perkataan Indah.
"Arya,, di mana kamu tinggal selama disini? Aku ingin mengunjungi Raisa dan juga Jessi." Indah bertanya dengan antusias
"Aku tinggal di Perumahan Permai , dekat dengan Taman Kenangan."akhirnya Arya menjawab.
Indah terdiam sejenak.
"Ya ampun Arya,,, ternyata kita akan jadi tetangga.. Aku dan suamiku juga tinggal disana." Indah berseru gembira
"Benarkah???.. kalau begitu aku akan sering-sering mengunjungimu jika suamimu mengijinkan." Sahut Arya tak kalah bahagia
"Dia pasti mengijinkan,, bukankah dia sudah tau kalau kamu adalah sahabatku" Indah mengelap mulutnya tanda sudah selesai dengan makanannya.
"Ajaklah Raisa dan juga Jessi saat berkunjung" sambungnya
Arya terdiam,, bahkan dia menyelesaikan makannya yang belum habis itu. Indah melihat raut wajah Arya yang berubah serius.
"Indah... Sebenarnya,,,,
__ADS_1
******
Haaaiiii....... Salam kenal dari ghemini Love 💝