Kan Ku Kejar Cintamu

Kan Ku Kejar Cintamu
20


__ADS_3

"Kamu ganteng mas.." puji Indah


Mereka sedang menyantap makanan yang dipesan oleh Indah via online.


Di hari Minggu Indah selalu memesan makanan , karena alasan tak ingin sibuk di dapur sehingga tak ada waktu memandangi sang suami tampannya.


"Basi !!" Balas Ibra cuek, sambil terus memasukkan makanan ke mulutnya


Indah hanya tersenyum garing....


"Ya udah deh ,,, aku ganti jadi 'kamu ganteng banget mas' " rayunya lagi


"Tho the points aja lah! Ada apa? Pasti ada yang mau kamu minta kan?" Sergah Ibra malas berbasa basi


"Hehehehe....." Indah nyengir kuda


"Tau aja kamu ini mas.." sambungnya


" Karena udah jadi kebiasaan kamu kayak gitu!!,, Udah nggak heran". Ketus Ibra sambil mengambil air minum.


"Kita nyari Amel yok mas?" Spontan Indah


"Uhuk..uhuk...uhukk..." Kaget dan tersedak air minumnya


"Apa kamu bilang?" Memastikan pendengaran nya salah atau tidak.


Sebab Ibra juga tengah memikirkan bagaimana caranya bisa menemukan Amel.


"Hahaha.... hahaha.... Hahahaha...." Indah tertawa terbahak-bahak


"Aku hanya bercanda mas....


Kenapa responmu sangat cepat jika menyangkut nama Amel??


Apa kamu sengaja membuat istrimu ini cemburu.. hemm?"tanya Indah sambil menaik turunkan alisnya.


"Mana mungkin aku akan mencari Amel.


Dia akan jadi sainganku nanti.

__ADS_1


Itu berbahaya" ucap Indah lagi


"Jangan bercanda!!, dia tidak akan pernah menjadi sainganmu.


Bahkan saat dia tidak ada saja kau tidak sanggup masuk ke dalam hatiku!" Tegasnya


.. Ibra menyelesaikan sarapannya dan hendak pergi


"Mas,,,, mau kemana??.


Aku ikut.."mencekal lengan Ibra


"Bukan urusanmu!" Melepas paksa pegangan tangan Indah , dan berlalu untuk menaiki tangga hendak mengambil handphone dan kunci mobil.


Indah mengikuti dari belakang..


"Ini kan hari Minggu,, bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan bersama" ajak Indah


"Tidak mau" ketusnya sambil terus melangkah


"Kenapa tidak mau,, kita harus saling mendekatkan diri mas, jangan seperti ini terus.." terus mengikuti hingga masuk kamar


"Jangan mimpi,,!! aku tidak akan tertarik!"sahutnya singkat sambil mengambil apa yang dia butuhkan dan berbalik menuju pintu untuk keluar kamar.


"Tapi aku tertarik.." indah ikut mengambil tas lengkap dengan keperluannya sebagai wanita. Dan terus mengikuti sang suami


Langkah panjang Ibra membuat Indah harus sedikit berlari agar tidak tertinggal sang suami.


Dengan cepat Indah menutup dan mengunci pintu rumah dan bergegas menyusul suaminya menuju mobil.


Tanpa hambatan yang berarti Indah langsung masuk dan duduk disamping kemudi...


"Apa yang kamu lakukan??!!!" Bentak Ibra seketika


"Yaa ikut suami aku lah." Jawabnya enteng sambil memakai seat belt


"Aku nggak merasa mengajak kamu!.


Silahkan keluar!" Usir Ibra

__ADS_1


"Aku juga nggak merasa diajak...


Aku hanya inisiatif ingin menemani suami tampanku."tersenyum semanis mungkin


Ibra menarik nafas dalam.


Percuma berdebat dengan wanita bar-bar ini.


Hanya akan membuang waktu dan menghabiskan tenaga.


"Jangan mengajak pulang jika urusanku belum selesai.! Jika kamu bosan , kamu bisa pulang sendiri menggunakan taxi." Akhirnya Ibralah yang menyerah.


"Ok.." Indah memberikan jempolnya sambil tersenyum senang.


Perjalanan di hiasi dengan gelak tawa Indah yang bercerita kesana kemari tanpa bosan.


Sedangkan Ibra hanya fokus mengendarai sambil terus memikirkan sang kekasih.


Ibra berencana akan mengunjungi sahabatnya Arif untuk mencari solusi, bagaimana agar mereka bisa mencari Amel tanpa harus bunda Martha tau.


Dia tidak bisa seperti ini terus, berada serumah dengan Indah lama kelamaan dia takut juga akan berbuat khilaf.


Terlebih Indah yang tiap malam memakai baju yang menggoda dan di pagi hari Ibra rutin mendapat cium pagi.


Sebagai pria normal, wajar bukan jika Ibra menginginkan hal lebih.


Terlebih Ibra sudah pernah menyentuh Indah meskipun tidak sampai merenggut masa depan Indah.


Tapi sejujurnya, Ibra sangat penasaran dengan milik Indah.


Mungkin karena Ibra belum pernah merasakan yang asli.


Atau karena naluri kelelakiannya yang menginginkan.


Untung saja , Ibra selalu bisa mengendalikan dan menutupi hasratnya itu.


Jika saja yang ada bersamanya selama ini adalah Amel, sudah pasti Ibra akan menerkamnya berkali-kali.


******

__ADS_1


__ADS_2