Kan Ku Kejar Cintamu

Kan Ku Kejar Cintamu
24


__ADS_3

Ibra dan Indah masih sama-sama terjaga.


Meski masih tengah malam namun rasa kantuk mereka sepertinya sudah melarikan diri entah kemana.


Indah menutupi rasa kecewanya dengan selalu berfikir positif namun tetap selalu berusaha.


Tak ingin menyerah begitu saja.


Sedangkan Ibra sedang meredam gejolak dalam dirinya yang tadi sempat timbul .


Rasanya sungguh tidak nyaman jika tidak dituntaskan.


Ibra sempat berfikir untuk melakukannya dengan Indah, toh mereka pasangan halal yang boleh kapan saja melepas hasrat.


Namun ditepisnya pemikiran tersebut.


Bagaimana ia bisa berfikiran tak senonoh seperti itu sedangkan dihatinya ada wanita lain.


Ibra tidak ingin menjadi pria b***Ngan yang memanfaatkan kesempatan dan keadaan.


Ibra menggeleng cepat, mengusir setan yang baru saja membujuknya.


Indah yang menyadari gerakan kepala Ibra lantas menoleh.


"Kenapa mas??"


"Tidak ada apa-apa.. memangnya kenapa?" Ibra justru balik bertanya .


"Tadi kamu geleng-geleng kepala. Apa kamu pusing karena terbangun tengah malam?" Tanya Indah


"Tidak..


Tidurlah aku mengantuk." Mulai berbicara ketus.


"Aku tidak bisa tidur,, mungkin peri tidurnya mengambil rasa kantukku." Gurau Indah


"Kalau begitu diamlah, biarkan aku yang tidur!" Tegasnya


Indah merengut..tapi tidak marah.

__ADS_1


Sudah sangat terbiasa dengan cara bicara suaminya yang super cuek itu.


Indah menyadari bahwa sepertinya suaminya itu pun tidak bisa tidur,terlihat dari gerakan-gerakan kecil yg Ibra lakukan.


Timbullah niat jahil Indah.


Indah berpura pura tidur dan tanpa sengaja memeluk Ibra,. Walau masih ada guling pembatas, tapi tangan Indah masih sampai untuk diletakkan pada dada suaminya .


Indah bisa merasakan dada bidang suaminya yang naik turun menahan nafas.


Indah tersenyum kecil sambil terus memejamkan mata seolah sedang tidur.


"Sial!" Umpat Ibra dalam hati


"Gadis ini, benar-benar menguji kesabaran ku". Batinnya lagi


Ibra mengatur nafasnya, Mencoba menghilangkan segala pemikiran yang seharusnya tidak ia pikirkan.


"Tahan Ibra,,,, tahan..... Bersabarlah demi kekasih mu". Membatin sambil mencoba memindahkan tangan Indah dari atas dadanya.


"Kenapa dipindahin mas??"


"Risih..!" Jawabnya ketus sambil berbalik badan memunggungi Indah.


Indah tersenyum miring.


"Risih apa risih mas?.. jangan ditahan-tahan mas. Aku ini halal kok buat kamu"


"Jangan ngimpi kamu!! "Ketus Ibra


"Yaelah mas .. mimpi kayak gitu sama suami sendiri nggak apa kali mas" bela Indah


"Udahlah ,,, capek ngomong sama kamu!


Aku mau keluar!" Ibra hendak turun dari ranjang tapi buru-buru Indah mencegahnya.


"Eeee... Mas mas...." Mencekal lengan Ibra


" Jangan marah donk... Maaf-maaf kalo aku ada salah, namanya juga usaha mas".

__ADS_1


Entah mengapa Ibra pun menurut kembali berbaring.


"Kamu nggak capek mas, nyuekin istri sendiri kayak gitu terus??" Mencoba bertanya perlahan


"Kamu juga apa nggak capek bersikap murahan kayak gitu?!" Bertanya dengan menunjukkan kebencian


Hati indah ngilu, seperti tersayat pisau tak kasat mata. Tentu saja Indah lelah dengan semua ini. Dengan sikapnya sendiri.


Mau bagaimana lagi , bersabar dan menjaga sikap pun tak bisa memajukan hubungan mereka. Mungkin dengan sedikit lebih agresif bisa membuat suaminya menoleh padanya. Tapi nyatanya,, masih sama saja.


Amel benar-benar menguasai hati dan fikiran suaminya.


"Ya capek mas.... Makanya di respon donk.." lagi dan lagi Indah menguatkan dirinya sendiri dan membuang rasa sakit hatinya jauh-jauh.


Ibra tak menjawab, hanya memandang rendah pada Indah.


"jangan seperti itu mas,,, paling tidak hargai status kita saat ini. Kamu suamiku dan aku ini istrimu". Indah berkata dengan nada lembut.


"fiuuuhhh....."Ibra membuang kasar nafasnya.


memandang langit-langit kamar.


pernikahan ini bukanlah kesalahan Indah.


seandainya dulu Amel tidak pergi mendadak seperti ini.


Pastinya pernikahan tanpa cinta ini tak akan pernah terjadi.


"Entahlah,,, aku benar-benar tidak bisa menerima semua keadaan ini"lirihnya.


"Seandainya Amel tidak pergi , mungkin saat ini aku adalah laki-laki paling bahagia saat ini". ungkapnya sesuai isi hatinya


Indah terenyuh mendengar penuturan suaminya......


Mungkinkah ia harus menyudahi perjuangan ini?


Melihat cinta Ibra yang begitu besar untuk Amel .


*****

__ADS_1


__ADS_2