Kan Ku Kejar Cintamu

Kan Ku Kejar Cintamu
21


__ADS_3

Ibra turun dari mobil di ikuti Indah..


Rumah besar dan sangat rapi.


Bercat putih dengan desain modern.


Banyak tanaman bunga menghiasi halaman rumah, menandakan pemiliknya menyukai dan hobi menanam bunga.


"Hai Broo... Waaahhhh ada kemajuan ne.


Nggak biasanya Lo ajak bini Lo main kesini?" Sapa Arif yang kebetulan duduk di teras rumah.


"Diem Lo... "Terus berjalan masuk keruang tamu


Ibra sudah sangat terbiasa keluar masuk dengan bebas dirumah sahabatnya itu.


"Ada apa sebenarnya bro... Gue sampe harus membatalkan janji sama istri gue karna Lo yang tiba-tiba chat mau Dateng?" Tanya Arif ikut duduk diruang tamu.


Sedangkan Indah belum masuk karena masih melihat-lihat tananam bunga di halaman tadi.


"CK.... Lo kan udah tiap hari sama-sama dengan bini Lo.


Kasih gue jatah juga donk, buat main kesini" berdecak heran dengan pasangan pengantin baru itu.


Pasalnya Arif selalu pergi di hari libur untuk menyenangkan sang istri.


"Lah kita kan juga tiap hari ketemu di kantor?.


Lagian nggak asik lagi ngumpul sama Lo.


Yang ada ngeluh Mulu..!" Jelas Arif sambil tertawa


"Sialan Lo,,, bukannya bantuin malah ngeledek terus. Mentang-mentang udah punya yang enak-enak" melempar Arif dengan bantal sofa

__ADS_1


"Hahahaha...hahahaha...." Tawa Arif pecah, karena memang apa yang di sampaikan Ibra benar adanya.


Semenjak menikah dan merasakan yang enak-enak dua bulan yang lalu,Arif memang lebih memberikan waktunya untuk sang istri tercinta. Maklum pasangan baru halal, lagi seneng-senengnya berduaan.


"Silahkan diminum den, dan dimakan cemilannya" ucap sang asisten rumah tangga menyodorkan jus dan makanan ringan.


"Makasih ya mbok" balas Ibra sopan kepada wanita paruh baya itu.


Tak berselang lama Lisa istri Arif turun dan menemui mereka, namun pamit keluar untuk menemani Indah yang masih asik melihat-lihat bunga dihalaman rumah.


Merekapun melanjutkan obrolan dan membahas banyak hal.


Juga membahas bagaimana agar Ibra bisa mencari Amel tanpa bundanya tau.


.......


"Hai.... Indah..." Sapa Lisa


"Oh.. haaii Lis.." sahut Indah.


"Bagaimana hubunganmu dengan suamimu?" Tanya Lisa tanpa basa basi


Dahi Indah berkerut, bagaimana Lisa bisa bertanya hal itu sedangkan mereka sebenarnya tak sedekat itu.


Indah dan Lisa hanya beberapa kali bertemu.


Saat acara lamaran Lisa dan Arif, pernikahan, dan juga saat ini.


"Aku tau semua Indah,, tentu saja suamiku yang bercerita. Aku pikir kita bisa menjadi teman dekat, yah... Untuk saling menguatkan dan berbagi cerita mungkin" jelas Lisa


Sekarang Indah paham. Ternyata Arif yang sudah mengatakan semua kisah rumah tangganya pada Lisa.


"Hanya sedikit kemajuan kecil Lis. Contohnya sekarang,, dia mau mengajakku berkunjung kesini, itupun karena aku yang memaksa" Indah memulai cerita.

__ADS_1


Mungkin punya teman berkeluh kesah bisa sedikit meringankan beban dihatinya.


"Bersabarlah Indah, semoga suatu saat rumah tangga kalian bisa berjalan dengan normal"


"Iya...terima kasih"


Mereka pun melanjutkan obrolan tentang bunga, tentang kehidupan mereka sebelum menikah,tentang hobi dan banyak hal lainnya.


.........


"Oklah kalo gitu. Gue akan coba sebisa gue buat bantu Lo cari mantan tunangan lo yang ilang itu". Akhirnya Arif menyerah.


Mendengar ocehan dan keluhan sahabatnya itu yang katanya benar-benar sudah sangat merindukan sang kekasih.


"Nahh... Gitu donk....itu baru sahabat gue.."


Ibra tersenyum senang


Meskipun sudah di nasehati untuk mencoba menerima kehidupannya yang sekarang dan melupakan sang mantan.


Tapi Ibra tetap bersikeras ingin menemukan Amel.


Sungguh Ibra sangat penasaran dengan sebab kepergian Amel yang tiba-tiba dan tanpa kabar.


Ibra meyakini bahwa ini semua bukanlah murni kemauan Amel seutuhnya.


Firasat Ibra mengatakan bahwa ada dalang dibalik menghilangnya sang kekasih.


Sebab selama ini,hubungan mereka selalu baik-baik saja.


Tidak ada cek-cok ataupun perkelahian apapun.


Setelah puas bercerita kesana kemari.

__ADS_1


Pasangan itu pun pamit pulang.


*********


__ADS_2