Kan Ku Kejar Cintamu

Kan Ku Kejar Cintamu
13


__ADS_3

*Di suatu tempat*


"Lapar..... Lapar.....haus......" Rintihnya


"Tolong..... Tolong... Beri aku minum..... Aku sangat haus"


Wanita itu sungguh terlihat tak berdaya.


Tubuhnya semakin kurus dan tak terurus.


Luka dan lebam di tubuhnya bahkan sudah tak terhitung.


Tangan dan kakinya saling terikat dibangku.


"Tolong beri aku minuummm...... Aku sungguh sangat haus." Rintihnya sekali lagi.


Wanita itu akhirnya tertidur kelelahan karena tak kunjung ada yang mengantarkan makanan ataupun minuman.


Sudah sekitar enam bulan wanita ini terkurung di tempat ini..


Tempat, yang diapun tidak tau dimana letak dan namanya..


Saat itu dia dibawa dalam keadaan pingsan karena dibius.


Dia tau siapa yang melakukan penculikan itu, namun dia juga tidak bisa berbuat banyak.


Karena sang penculik begitu berkuasa saat ini.


Apalah daya,, hanya tinggal menjalani dengan pasrah, dan menunggu takdir berharap suatu saat mau berpihak padanya.


Sebenarnya sang penculik tidak sejahat itu .


Dia tetap memberikan kehidupan yang layak bagi wanita itu.


Makan , minum , pakaian tetap ia berikan , bahkan juga perhatian.


Hanya saja, dia sedikit tempramen dan tak ingin dibantah.

__ADS_1


Oleh sebab itu, dikamar inilah wanita ini harus menanggung hukuman ketika dia membantah keinginan sang penculik.


"Apa kabar sayang....." Sapa seorang pria pada wanita itu.


Wanita itu perlahan mengerjap dengan lemah.


"Ayo minumlah, aku tau Kamu sangat haus" sambil menyodorkan segelas air putih yang langsung diminum oleh wanita itu sampai tandas


"Kamu sungguh menyedihkan sayang.... Sampai kapan kamu akan terus keras kepala seperti ini!" Berkata sambil mencengkram pelan dagu si wanita


"Tolong,,, sudahi semua ini Ar. Semua ini tidak benar. Kita bersalah jika terus melanjutkan rencana buruk ini" mohon wanita itu


'pyaarrrr'.... Kaca gelas itu berhamburan karena dilempar oleh sang pria


Matanya nyalang menatap tajam ke arah wanita malang itu.


"Harus berapa lama lagi aku menghukummu??! Dan harus dengan cara bagaimana lagi??!" Amuknya


"Kamu benar-benar keras kepala!


Padahal hanya tinggal selangkah lagi,


" Maafkan aku Ar, aku salah.


maaf karena aku telah mengkhianati perasaanmu.


tapi ini sungguh diluar kendaliku, perasaan ini tiba-tiba muncul begitu saja.


Aku benar-benar menyesal ."


"Aku tidak perduli dengan penyesalan mu.


Aku sudah membuang jauh-jauh perasaanku untuk mu.


Aku hanya ingin memiliki semua hartanya.


Sudah cukup aku bersabar selama ini.

__ADS_1


Sudah terlalu lama aku menunggu!" pria itu tersenyum misterius


"Dan kamu harus membantuku.


Kembalilah ke posisi mu semula.


perempuan itu terlalu lambat dalam bertindak".


imbuh sang pria lagi


"Tapi Ar,, aku.... aku sungguh tidak bisa" lirih wanita itu


"Kenapa?? Karena sekarang kamu menyukai nya?!." bentaknya dengan sorot mata tajam.


"Baiklah jika itu maumu.


Mungkin sedikit kekerasan akan membuatmu berubah fikiran."


Pria itu mengambil cambuk yang memang tersedia untuk menghukum sang wanita.


"Aku mohon jangan Ar,,, jangan,,, " mohon wanita itu nelangsa. Air mata pun sudah jatuh terlebih dahulu membayangkan perihnya luka cambuk yang akan dia rasakan.


Luka yang kemarin-kemarin saja belum sembuh. Raganya benar-benar tak berdaya.


"Kalau begitu,, mari bernegosiasi sekali lagi.


Aku yakin kamu sudah bosan dan lelah tinggal disini kan sayang.." mendekat dan mengelus wajah memar sang wanita akibat tamparannya dua hari yang lalu.


"Kamu hanya perlu meneruskan rencana kita yang dulu tinggal selangkah lagi berhasil.


Tapi karena kebodohanmu, semua menjadi kacau seperti ini" jelas sang pria


Tangannya masih setia mengelus pipi sang wanita dan tangan satunya memegang cambuk, berjaga jikalau sang wanita menolak keinginannya.


Wanita itu menangis sesenggukan...


Jalan mana yang harus dia pilih.

__ADS_1


Kembali menjadi orang jahat, atau mencoba berubah dengan siksaan yang datang setiap saat?.


*****


__ADS_2