
Hari berganti hari,,
Minggu berganti Minggu,,
Selama kurang lebih 2minggu ini Indah tak pernah berhenti berusaha mengejar cinta suaminya.
Dan selama itu pula Ibra tak pernah berhenti membentengi hatinya.
Belum menyerah, tidak menyerah, dan tidak akan menyerah. Mungkin itu adalah kata penyemangat Indah untuk dirinya sendiri.
Setiap pagi aktivitas baru yang Indah lakukan adalah mengajak sang suami sarapan bersama.
Meski awalnya ditolak , tapi dengan sedikit paksaan dan ancaman akhirnya Ibra pun menurut.
"Kamu sudah setuju untuk membiarkan aku melakukan apapun mas,, atau kalau tidak....
"Baiklah!! Ayo kita sarapan bersama!" Berlalu mendahului Indah menuju meja makan
Indahpun tersenyum senang.
Disiang hari Indah akan melakukan panggilan video dengan suaminya itu.
Meski kadang tidak ditanggapi dengan baik.
Bukannya melihat wajah tampan suaminya, Indah lebih sering melihat tumpukan buku.
Karena Ibra sengaja menghadapkan handphone nya kearah buku atau yang lainnya.
"Mas ,, kenapa dihadapkan ke buku.
Aku mau liat kamu mas" keluh Indah dividio call
"Maaf Indah, aku masih banyak berkas yang harus dikerjakan, dan aku tidak akan bisa fokus jika ada yang memperhatikan" mencoba membuat alasan
"Ya ampun mas,, ini kan jam istirahat.....
__ADS_1
Aku tau pasti kamu hanya membuat alasan kan?"tuduhnya
"Sebenarnya kamu wanita yang cukup pintar," cueknya tetap membiarkan kamera handphone nya menghadap buku
Indah merengut, suaminya ini benar-benar sulit di sentuh. Entah karena memang tidak tertarik pada Indah atau karena rasa setianya yang tinggi untuk kekasih nya yang entah dimana.
Sebenarnya, sikap Ibra itu adalah salah satu bentuk penolakan Ibra terhadap upaya sang Istri untuk mendekati dan meluluhkan hatinya.
Ibra sungguh tak ingin memberi celah untuk gadis itu memasuki hatinya.
Malam hari , mereka jarang bertemu.
Karena Indah yang berkeliling berjualan, terkadang saat pulang suaminya itu telah tidur.
Atau terkadang Ibra yang tidak pulang karena menginap di kantor.
Namun ada jurus baru ketika malam.
Indah selalu mengenakan pakaian dinas malam yang aduhai.
Tapi sayangnya belum ada respon yang menunjukkan bahwa suaminya itu tertarik ataupun melirik. Sungguh miris.
...........
Di tempat lain,, Arya tetap giat bekerja demi sang anak kesayangan..
Meski kadang Arya masih suka melamun karena sering memikirkan sahabatnya yang dia cinta.
Hubungan Arya dan Indah juga semakin dekat, terlebih tidak ada lagi Jessi yang sering membatasi hubungan mereka.
Arya sering mengunjungi sahabatnya itu saat sedang keliling, baik sendiri maupun mengajak Raisa.
Indah memang sudah menceritakan semua yang terjadi padanya tanpa ada yang ditutupi.
Dari kecil, Indah sudah sangat terbiasa barbagi cerita dengan sahabatnya itu.
__ADS_1
Namun saat ini, Arya sedang dilanda kebimbangan.
Haruskah mendukung dan membantu sahabat nya itu mengejar cinta yang selama ini diharapkan?
Atau dia sendiri yang harus berjuang dan berusaha untuk mengejar dan mendapatkan cinta pertamanya yaitu Indah?
Disatu sisi dia ingin melihat Indah bahagia dengan cintanya yaitu Ibra.
Namun disisi lain,saat mengetahui tentang hubungan mereka yang kurang harmonis, membuat hatinya sedih dan ingin segera membawa Indah pergi dan membahagiakan nya.
Tapi......,
Apakah indah akan bahagia jika bersama dengan dirinya?
Begitu banyak hal yang harus di pertimbangkan. Arya tak ingin salah dalam mengambil keputusan.
Biarlah, dia akan menjadi sahabat yang mencintai sahabat nya.
Menjaga hatinya sebisa dan semampunya.
Saat nanti, Indah sendiri yang berkata ingin menyerah, maka saat itu dia akan bertindak.
..........
Di suatu tempat
"Kau semakin cantik sayang......" Ucap sang pria pada wanita di depannya
"Seandainya dulu kamu tidak melakukan kebodohan, pasti sebentar lagi kita akan bersatu dan juga memiliki harta yang melimpah." Mengelus pipi sang wanita dengan tersenyum sadis
Wanita itu duduk di depan meja rias, melihat pantulan dirinya dan sang pria yang dulu pernah sangat dicintainya.
Dulu..... Ya ,,, cinta buta yang dulu membuatnya salah langkah..
*******
__ADS_1