
"Maaf Indah....
Tidak seharusnya kita melakukan hal ini.
Pernikahan ini bukanlah pernikahan yang aku inginkan".. Ibra menghentikan adegan panas ini secara sepihak dan berlalu ke kamar mandi.
Meninggalkan Indah yang terbengong bingung dan kecewa setengah mati.
Indah menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos , hampir polos .
Lagi-lagi air mata itu meleleh tanpa permisi.
"Aku salah, aku salah, sangat salah."ratapnya
"Aku pikir , mas Ibra sudah mau membuka hatinya sedikit untukku". Isaknya nelangsa
Indah menarik nafas dalam.
Lagi-lagi harus menguatkan diri sendiri, bahwa perjuangan memang penuh dengan pengorbanan.
Termasuk korban perasaan.
Indah bertanya pada diri sendiri.
"Masihkah aku kuat?"
"Masihkah aku akan bertahan?"
"Ya ,, aku masih kuat!..
Harus kuat!!" Menghapus air mata
Menatap langit-langit kamar sambil berharap jiwa dan raganya akan selalu kuat.
Di kamar mandi Ibra harus menuntaskan apa yg seharusnya dituntaskan.
__ADS_1
Karena itu adalah kebutuhan bagi seorang pria.
Setelah selesai , Ibra pun membersihkan diri.
Mandi tengah malam.
Ibra membiarkan air shower terus mengalir untuk mendinginkan kepalanya .
Ibra begitu menyesali dengan perbuatannya pada Indah.
Menyesali telah menyentuh Indah.
Dan menyesali telah meninggalkan Indah begitu saja , setelah apa yang tadi dia lakukan.
Ibra terkesan memberi harapan, namun membuang harapan itu begitu saja.
Benar-benar kejam.
Tapi Ibra pasti akan lebih menyesal kalau sampai terjadi hal yang lebih jauh dari itu.
Bahkan Ibra berharap kekasihnya itu dapat di temukan dan mereka bisa bersatu kembali.
Dengan begitu Ibra bisa berpisah dengan Indah dan kembali pada cinta pertamanya, yaitu Amel.
Wanita yang begitu dicintainya.
Saat tinggal selangkah lagi Ibra dan Indah melakukan penyatuan tadi.
Tiba-tiba saja Ibra terbayang wajah kekasihnya Amel yang menangis tersedu.
Saat itu Ibra dan Amel telah selesai melakukan penyatuan panas.
Namun Ibra protes dan begitu kecewa karena ternyata kekasihnya itu sudah tidak suci lagi.
Amel pun menangis tersedu-sedu sambil menceritakan siapa yang telah merenggut mahkotanya.
__ADS_1
Amel mengatakan bahwa dulu sebelum mengenal Ibra, Amel pernah diperkosa oleh perampok yang sempat menyambangi rumahnya.
Untungnya tragedi itu tidak sampai membuat Amel hamil. Karena saat itu Amel masih duduk di bangku sekolah.
Pasti akan lebih menyakitkan jika Amel sampai hamil.
Ibra pun memaklumi dan mencoba meredam kecewanya.
Ibra tak mungkin marah pada kekasihnya itu, karena Ibra sudah sangat menyayangi Indah.
Ibra pun berjanji akan menerima Amel apa adanya dan tidak ingin mengungkit hal itu lagi.
Itulah yang membuat Ibra tiba-tiba menghentikan hasratnya tadi pada Indah.
Ibra merasa kasihan jika suatu saat nanti saat Ibra dan Indah bercerai, dan Indah mendapatkan suami lagi, maka masih ada yang bisa Indah berikan untuk suaminya kelak.
Saat ini, Ibra memang belum bisa berbuat banyak untuk mencari kekasihnya itu.
Karena statusnya yang masih menjadi asisten Arif.
Gerak gerik Ibra pun terbatas karena orang tuanya yang masih selalu mengontrol.
Entah kapan orang tuanya itu akan mengangkatnya menjadi CEO seperti yang di janjikan dulu.
Setidaknya dengan jabatannya itu, Ibra bisa dengan leluasa mencari informasi tentang Amel sang kekasih.
Arif adalah sahabat sekaligus orang kepercayaan ayah Ibra.
Umurnya yang lebih tua dari Ibra membuat Arif lebih dewasa dalam menentukan sikap.
Terlebih Arif adalah anak dari sahabat Ayah Ibra yang menemani dan membantu dalam membangun dan membesarkan nama perusahaan Anton, ayah Ibra
Dan Arif sudah terlatih sejak kecil dalam urusan bisnis.
Maka Ariflah yang saat ini memegang kendali perusahaan sambil menunggu matangnya Ibra untuk siap melanjutkan perusahaan.
__ADS_1
***