
"makasih ya mas.." Indah memulai percakapan dalam perjalanan pulang.
"Untuk..?" Tanya Ibra
"Karena sudah mau mengajak aku main kerumah Arif. Mas tau nggak, ternyata istrinya Arif itu enak banget di ajak ngobrol.
Dan ternyata hobi aku sama dia tu sama mas, sama-sama suka bikin kue.
Kapan-kapan kita bakalan janjian buat bikin kue bareng dan mencoba berbagai resep nanti" cerocos Indah antusias
Saking senangnya dapat teman curhat dan hobi yang sama
Ibra tak menanggapi , baginya celotehan Indah seperti angin lewat.
Tak perlu dihiraukan. Namun Indah tidak sakit hati. Mungkin karena sudah terbiasa.
Mereka pun sampai rumah di jam makan siang. Kali ini Indah tidak memesan makanan lagi.
Melainkan ia akan memasak untuk suami tercinta.
Ibra melangkah ke halaman belakang, disana terdapat taman bunga kecil dan juga kolam renang.
Ibra duduk di bangku taman sambil melamun karena rindu dengan sang kekasih.
Sedangkan Indah memulai aksi memasaknya. Tangannya cekatan menyiapkan bahan dan juga mengolahnya.
Setelah beberapa waktu makanan pun telah siap. Indah menyajikan dimeja makan dan bergegas mencari suaminya.
"Sayang.... Aku sangat merindukanmu.." lirih Ibra saat mengingat setiap momen bersama Amel.
"Aku juga merindukanmu sayangg...." Balas Indah dari belakang tubuh Ibra dan berbisik tepat ditelinga Ibra.
__ADS_1
Ibra terkejut dan reflek menoleh.
Tapi karena jarak mereka yang terlalu dekat justru malah membuat bibir keduanya bertemu.
Keduanya sama-sama mematung sejenak, saling merasakan benda kenyal yang menempel dimulut mereka. Meski hanya menempel,namun cukup untuk membuat jantung keduanya berlarian.
Indah yang belum berpengalaman dan Ibra yang sudah lama merindukan sentuhan.
Indah memejamkan matanya berharap Ibra melakukan lebih dari sekedar menempelkan bibir.
Namun sayang,, Ibra justru menyudahi kecupan singkat itu dan berlalu pergi masuk kedalam rumah.
Indah mematung sambil memegang bibirnya..
Meski tanpa sengaja, rasanya begitu berbunga-bunga.
Indah reflek melompat dan berjingkrak bahagia namun tanpa mengeluarkan suara.
Saat di Bali waktu itu dia dalam keadaan setengah mabuk.
Rasanya tak bisa di ungkapkan .
Ibra mencoba menetralkan jantungnya saat ketukan pintu kamar terdengar.
Ternyata Indah yang datang dan mengajak makan siang bersama.
Suasana begitu canggung, baik Ibra maupun Indah sama-sama fokus menunduk ingin cepat-cepat menghabiskan makanan dan cepat pergi.
Indah mencoba mencari topik pembicaraan.
"Mas, yang tadi ituuu...
__ADS_1
"Diamlah,!!" Potong Ibra ketus. Antara gugup, dan bersalah karena merasa penasaran dengan ciuman itu.
"Kita kan sudah sah mas, seharusnya nggak papa kan ..
"Tolong.... Jangan berharap lebih.
Aku minta maaf,, tadi itu benar-benar tidak sengaja" tegas Ibra
Indah cemberut kecewa,, entahlah.... Sampai kapan dia harus berusaha merobohkan dinding pembatas Ibra yang kokoh itu.
Ibra selesai makan dan langsung bergegas pergi ke kamar.
Sedangkan Indah membereskan meja makan dan dapur agar rapi kembali.
......
Ditempat lain Arya sedang merayu gadis kecilnya yang merajuk karena tidak dituruti kemauannya.
Raisa ingin bertemu mamanya, tapi ayahnya beralasan ibunya sedang keluar negeri dan tidak mungkin menyusul nya.
Gadis kecil yang malang....
Arya hanya bisa memandang sedih putrinya itu. Seandainya gadis kecil itu tau bahwa mamanya sengaja tak ingin merawatnya karena mengejar karir, pasti hatinya akan sangat hancur.
"Maafkan papa sayang, papa terpaksa berbohong karena menjaga perasaan mu.
Semoga suatu saat mamamu bisa menyadari betapa berharganya dirimu.
Dan kembali mau merawat dan membesarkanmu" doanya dalam hati sambil memeluk putrinya.
********
__ADS_1