
Besoknya Vika sekolah seperti biasanya. Ia berusaha untuk tetap kuat dengan mencoba melupakan semua hal yang terjadi.
Saat sampai disekolah Vika berkumpul bersama teman"nya diparkiran. Saat hendak menuju ke kelas tiba" Putra datang dengan membonceng Mely, Vika yang melihatnya hanya diam saja.
Mereka berempat menyaksikan Putra dan Mely.
"Udah" yuk kita kelas aja kata Santi mengajak teman" yang masih melihat Putra dan Mely. Santi tak mau Vika sedih karna melihat hal itu.
Mereka pun bergegas pergi ke kelasnya.
Saat sampai di kelasnya mereka langsung duduk di bangku masing".
Vika berusaha menenangkan dirinya yang sebenarnya tak kuat melihat Putra dan Mely tadi.
"Kamu kenapa diem aja Ka kata Santi yang melihat Vika hanya diam saja.
"Nggak kok aku gak papa kata Vika tersenyum dengan senyum palsu.
"Kita ngerti kok gimana perasaan kamu sekarang Ka, kita sebenarnya gak mau bahas itu supaya kamu gak keinget lagi tapi kalau kamu diem trus kaya gini itu akan buat kamu inget terus Ka kata Nanda.
__ADS_1
"Iya Ka kamu harus semangat dong jangan diem aja tunjukin ke mereka kalau kamu masih bahagia kata Ana menyemangati Vika.
"Makasih ya kalian udah selalu ada buat aku kata Vika yang seketika menangis terharu karna teman"nya.
"Kok kamu nangis sih ka kata Santi dan langsung memeluk Vika,
"Kamu jangan sedih dong kan ada kita, kata Santi lagi
"Aku nangis karna aku terharu liat kalian yang selalu ada buat aku, makasi ya kata Vika.
"Kita akan selalu ada buat kamu dan buat kita juga ka, karna itu gunanya kita sebagai sahabat. Kamu gak usah mikiran Putra lagi anggap aja dia hanya teman biasa, karna kalau kamu membencinya itu sama dengan kamu balas dendam kata Ana.
"Udah mending jangan jatuh cinta dulu, kita semangat belajar sama" aja dulu kita nikmatin masa muda kita kata Ana
"Iya gue juga maunya gitu kata Vika semangat
"Gitu dong semangat, kalau semangat gini baru namanya Vika kata Nanda.
Mereka pun lanjut berbincang-bincang, setelah bel berbunyi mereka bergegas kelapangan untuk sembahyang seperti biasa. Selesai sembahyang mereka seluruh siswa pun bergegas ke kelas untuk belajar seperti biasa, begitu juga Vika dan teman"nya.
__ADS_1
Bel istirahat pun berbunyi, Vika dan teman" bergegas pergi ke kantin.
Seperti biasa mereka makan sambil bercanda. Dan mendengarkan Ana yang sedang menceritakan hal lucu.
Saat mereka sedang asik tertawa, Putra dan Mely lewat di dekat mereka dengan bergandengan tangan menuju ke meja teman" Mely.
"Ini baru namanya pasangan sempurna kata Dina salah satu teman Mely, ia sengaja bicara keras agar Vika dan teman"nya mendengarnya.
"Iya dong, gue sama Putra kan emang cocok kata Mely sambil melirik ke arah Vika dan teman"nya.
"Udah" biarin aja mereka mau apa, mending lanjut kita bercanda lagi biar mereka jadi salting sendiri karna omongannya, Na lanjutin dong ceritanya kata Santi.
"Iya", eh cerita gue tadi sampai mana ya kata Ana bingung
Mereka berempat pun sontak tertawa.
Mereka berempat bencanda dan tertawa tiada habis"nya. Mely yang melihat Vika ceria merasa kesal, krna ia pikir Vika bakal cemburu atau iri pada dirinya.
Bel masuk pun berbunyi, Vika dan teman" pun bergegas masuk kelas.
__ADS_1