
Siang sudah semakin berlalu menjadi sore. Vika masih berada di rumah Johan. Mereka berdua duduk di sofa ruang tamu rumah Johan sambil menonton TV. Dengan sama-sama masih memakai pakaian sekolah.
Sangat seru karena acara yang mereka tonton di TV adalah komedi, yang membuat mereka berdua tertawa terpingkal-pingkal.
"Jadi kamu sering nonton komedi jam segini kata Johan pada Vika.
"Nggak terlalu sering sih kak, kalau sempet ya nonton karena biasanya jam segini aku baru bangun dari tidur siang.
"Kenapa kamu nggak bilang, kalau kamu ingin tidur kan bisa tidur di sini sebentar kata Johan.
"Nggak papa kok kak lagian aku juga tidak mengantuk siang ini kata Vika.
"Yasudah kalau begitu kata Johan.
"Hm... kak apa aku boleh menanyakan sesuatu pada kakak kata Vika sambil menatap Johan.
"Boleh kok kamu mau nanya apa sayang kata Johan sambil menatap Vika juga.
"Bukan magsudku gimana aku cuma ingin bertanya saja, apa kakak sudah sering mencium perempuan kata Vika.
"Aku jawab jujur ya, tadi itu pertama kali aku mencium seorang perempuan. Aku memang sering melihat orang ciuman bibir secara langsung tapi itu hanya di drakor jawab Johan jujur.
jadi aku orang pertama yang dicium kak Jogan, aduuhh kenapa jantungku berdetak sekeras ini sih. gumam Vika.
"E... terus E... kenapa tadi kakak menciumku kata Vika ragu karena takit kalau Johan akan marah karena pertanyaanya.
"Kamu jangan marah ya soal aku cium kamu tadi, aku menciumu itu karena aku ingin menjalani hubungan serius denganmu, serius dalam arti kita setia dan tidak saling mengkhianati, tapi kalau kamu tidak suka aku cium aku akan menunggu sampai kamu menerima ciumanku lagi kata Johan sambil lebih lekat memandang wajah Vika.
__ADS_1
"Aku juga serius dalam hubungan ini kak, tapi aku harap kakak bisa menerima sikap kenanak-kanakan ku karena aku masih lebih kecil dari kakak yang pasti jalan pemikiran kita itu berbeda kata Vika.
"Kamu tenang saja sayang, aku akan menerima setiap kekurangan atau kelebihanmu karena aku memilih kamu untuk menjadi pacarku bukan karena fisik mu tapi karena aku memang mencintaimu kata Johan.
aku percaya padamu kak, tapi hal apapun bisa berubah dalam berjalanya waktu, hanya waktu yang akan menjawab kesetiaan hubungan kita ini. gumam Vika.
"Terimakasih kak sudah mencintaiku, aku juga mencintai kakak bukan karena fisik tapi karena kakak itu memang baik. Aku harap kakak bisa menemani dan mengajari aku bagaimana cara bersikap yang lebih dewasa lagi kata Vika.
Johan pun langsung memeluk Vika dan meletakan kepala Vika di dadanya.
"Kamu tenang saja aku akan selalu memberitahu mana hal yang baik dan mana hal yang tidak baik untukmu tapi kamu juga harus menimang hal itu dan jangan langsung percaya perkataan orang lain kata Johan sambil mengelus kepala Vika.
"Iya kak aku mengerti, kata Vika sambil menganggukan kepalanya dan menaikan tanganya membalas pelukan Johan.
"Masalah ciuman tadi apa kamu marah padaku kata Johan.
"Aku tidak marah kak aku cuma ingin bertanya soalnya ini pertama kalinya juga aku dicium seorang laki-laki kata Vika.
"Iya nggak papa kok kak kata Vika sambil tersenyum pada Johan.
"Yasudah kalau begitu kata Vika.
"Kak udah semakin sore aku mau pulang biar nanti aku mandinya nggak terlalu sore-sore banget kata Vika.
"Kamu udah mau pulang yasudah ayo kakak antar kata Johan.
"Nggak usah kak, aku kan bawa motor sendiri kata Vika.
__ADS_1
"Iya kakak akan tetep nganterin kamu, kita bawa motor sendiri-sendiri dan kakak akan mengikuti kamu hingga kamu sampai di rumah untuk memastikan kalau kamu selamat sampai di rumah kata Johan.
"Nggak usah kak, aku pulang sendiri saja nanti kalau aku sudah sampai dirumah aku akan menghubungi kakak kata Vika.
"Tidak kakak nggak mau, pokonya kakak akan tetap mengantarmu pulang kata Johan sambil menatap Vika lekat.
"Iya yasudah kak, kalau kakak tetap bersikeras ingin mengantarku kata Vika sambil tertawa.
"Iya karena aku ingin memastikan kamu selamat sampai dirumah.
"Iya yasudah kak ayo kita berangkat sekarang kata Vika.
Vika pun pulang dari rumah Johan dengan mengendarai sepeda motornya dan diikuti oleh Johan yang juga mengendarai motornya sendiri.
Tak lama mereka berdua pun sampai di depan rumah Vika. Vija menghentikan motornya begitu juga Johan.
"Kakak mampir bentar yuk kata Vika pada Johan.
"Besok-besok ya, sekarang sudah sore kata Johan.
"Yasudah kak kalau begitu, kakak mau langsung pulang kata Vika.
"Iya kata Johan.
"Yasudah kakak hati-hati ya, kata Vika.
"Iya yasudah sana kamu masuk, aku pulang dulu ya kata Johan.
__ADS_1
"Yasudah kak hati-hati kata Vika.
Johan pun menganggukan kepalanya dan melajukan motornya meninggalkan rumah Vika. Begitu juga Vika ia pun melajukan motornya masuk ke dalam rumahnya.