
Hari ini Vika sekolah seperti biasanya. Ia sekarang sudah bisa membawa motor sendiri karna ia merasa kakinya sudah membaik.
Di parkiran sekolah Vika berkumpul bersama teman"nya. Setelah lama berbincang mereka memutuskan untuk pergi ke kelas karna pagi ini sangat mendung.
Di perjalanan ke kelas banyak yang melirik kagum pada Vika, sesekali ada yang memanggilnya dan menggodanya tapi Vika hanya membalas dengan tersenyum .
Semenjak Vika Putus dengan Putra banyak siswa yang mulai mendekatinya tapi Vika hanya bersikap dingin kepada mereka. Ia tak mau jatuh cinta lagi, ia masih trauma untuk jatuh cinta.
Sesampainya di kelas, Vika dan teman"nya duduk di Bangku mereka. Tak lama kemudian turun hujan.
Bel pun berbunyi Dan pengumuman untuk sembahyang di kelas masing" berkumandang setelah bel berbunyi.
Vika pun memimpin teman"nya untuk sembahyang. Setelah selesai sembahyang mereka duduk kembali Dan bersiap diri untuk memakai pelajaran.
Pelajaran jam pertama pun berlangsung. Setelah jam pelajaran berakhir Vika dan teman"nya pun pergi ke kantin untuk istirahat. Tak lama terdengar pengumuman untuk anggota osis agar berkumpul di ruangan osis.
"Tuh kan gini susahnya jadi osis, aku gak jadi makan deh. Yaudah aku mau kumpul dulu ya kata Vika.
"Mau dianterin Kata Santi.
"Gak usah kakiku udah baikan kok kata Vika dan is langsung bergegas menuju ke ruang osis.
Diruang osis anggota osis rapat membahas agenda kegiatan sekolah kedepanya dan memilih osis yang bertugas mengawasi dan membantu kegiatan tersebut. Setelah selesai rapat mereka pun merapikan ruangan tersebut, setelah selesai mereka pun bergegas pergi ke kelasnya maaing".
__ADS_1
Di perjlanan ke kelas tiba" tali sepatu di kaki Vika yang terluka lepas, Vika berniat mengikat tali sepatu itu. Karna kakinya masih agak kaku ia pun mengakatnya sambil duduk. Vika terlihat sangat susah untuk mengikatnya, tak lama ada seseorang datang.
"Aku bantu aja ya, katanya saat menghampiri Vika dia adalah Johan.
Vika yang kaget langsung menoleh ke arah suara itu.
"Eh kak Johan, gak usah kak aku bisa sendiri kok kata Vika tersenyum lalu kembali berusaha mengikat tali sepatunya.
Aduhhh kenapa susah banget sih gumam Vika.
"Tanpa aba" Johan langsung jongkok dan membantu Vika karna ia melihat Vika kesusahan memasangnya.
"Eh kak jangan kata Vika mencegah.
"Nah udah selesai nih kata Johan seraya berdiri.
"Hmm makasi ya kak, Kakak baik banget sama aku kata Vika malu.
"Ia sama", kakimu masih sakit kata Johan.
"Udah mendingan kok kak, tinggal nunggu lukanya kering aja kata Vika.
"Soal waktu itu skali lagi kakak minta maaf ya kata Johan.
__ADS_1
"Iya gak papa Kak, yaudah aku mau kekelas dulu ya kak kata Vika dan langsung bergegas pergi karna ia tak nyaman berlama - lama berada dekat dengan laki"
Johan melihat Vika pergi sambil tersenyum. Tak lama bel masuk pun berbunyi.
Vika yang sudah sampai di kelasnya langsung duduk.
"Kumpul dalam rangka apa ka kata Santi.
"Oh gak ada rangka apapun kok, cuma rapat pembagian tugas aja kata Vika.
"Kamu gak laper ka, Kan tadi kamu gak makan kata Ana.
"Nggak kok biasa aja kata Vika.
"Pantensan kamu tetep kurus aja ka, kalau aku jadi kamu mangkin udah pingsan karna kelaparan kata Ana.
"Ya itu kan kamu lain sama Vika kamu mana bisa gak makan, orang kerjaan kamu makan doang kata Nanda.
Mereka bertiga sontak tertawa tapi Ana malah cemberut.
"Aku cuma bercanda jangan serius gitu dong Kata Nanda sambil mencubit pipi Ana yang cemberut.
Mereka berempat pun asik tertawa sampai guru datang.
__ADS_1