
Pagi hari Vika membuka matanya entah mengapa dia masih merasa sangat mengantuk hari ini dan badanya terasa sedikit sakit ingin rasanya dia menyambung tidurnya, tapi apa daya dia harus pergi ke sekolah. Vika pun tak sempat membantu ibunya memasak sebabn dia bangun agak kesiangan.
Vika pun menyiapkan diri untuk pergi kesekolah. Lalu sarapan bersama keluarganya. Setelah selesai sarapan Vika berangkat kesekolah seperti biasanya.
Di parkiran sekolah teman-teman Vika sudah menunggunya. Vika dan temanya pun langsung menuju ke kelas mereka karena waktu menunjukan sebentar lagi akan bel masuk.
Setelah bel masuk berbunyi seluruh siswa pun sembahyang terlebih dahulu. Setelah sembahyang pelajaran jam pertama pun dimulai.
Hari ini Vika merasa tidak enak badan, dirinya merasa sangat lemas. Saat istirahat pun Vika taak ikut untuk pergi kekantin. Awalnya teman-temanya ingin menemaninya tapi Vika menolak karena kasihan jika temanya tidak makan hanya karenanya.
Vika duduk di bangkunya sambil menyandarkan kepalanya di meja bersandarkan tangan yang ditekuknya. Vika berniat untuk tidur sejenak memulihkan tenaganya.
Di kantin Johan menghampiri teman-temanya Vika. dia tidak melihat kekasih barunya diantara teman-temanya.
"Hy... Vika mana kok gak sama kalian kata Johan menghampiri teman-teman Vika.
"Vika nggak mau ke kantin kak katanya dia lagi nggak enak badan kata Santi.
"Trus sekarang dia dimana Kata Johan.
"Dia dikelas kak tadinya kita mau nemenin dia tapi dia ngelarang katanya kasihan kalau kita nggak makan yaudah kita tinggal makan bentar kata Nanda.
"Yasudah aku nyusul dia dulu kata Johan
Mereka bertiga menganggukan kepalanya pada Johan.
Johan langsung bergegas pergi kekelas Vika untuk menghampiri kekasih barunya itu.
Saat Johan sampai di kelas Vika dia melihat Vika yang sedang merebahkan kepalanya di meja.
Johan segera menghampiri Vika.
"Sayang kamu kenapa kata Johan dan duduk di bangku di samping tempat duduk Vika.
__ADS_1
Tak ada jawaban dari Vika Johan pun berkata lagi "Sayang kamu kenapa kok diem aja kata Johan.
Karena tak kunjung ada jawaban dari Vika Johan pun memegang pundak Vika langkah terkejutnya dia saat memegang pundak Vika karena suhu tubuh Vika yang panas sampai tembus.
"Sayang...sayang Kata Johan sambil menepuk pundak Vika karena tak kunjung juga Vika menjawab akhirnya Johan mengangkat kepala Vika langkah terkejutnya dia saat mendapati Vika yang lemas dan sepertinya dia pingsan.
"Vika... sayang...vikaa kata Johan sambil menepuk pipi Vika pelan.
Karena Vika tak ada respon apapun Johan langsung mengangkat tubuh Vika dan bergegas akan membawanya keruang UKS.
Johan membopong tubuh Vika keluar kelas Vika menuju UKS dengan perasaan yang sangat cemas. Di perjalanan Johan bertemu dengan ketiga teman Vika.
"Eh kak kak Vika kenapa kata Santi yang melihat Johan membopong Vika dan langsung berlari ke arah Johan.
"Sepertinya dia pingsan soalnya badan dia panas banget kata Johan.
Johan pun mempercepat langkahnya dan teman-teman Vika juga mengikutinya. Banyak siswa yang bertanya-tanya melihat Johan dan Vika.
Saat sampai di UKS Johan langsung membaringkan tubuh Vika dan setelah itu dia langsung berlari mengambil kontak P3K untuk mencari minyak angin.
"Sayang bangun ya, jangan seperti ini aku jadi sedih liat kamu bangun dong kata Johan.
Tak lama Vika pun membuka matanya Johan dan teman-teman Vika menghembuskan nafas lega setelah akhirnya Vika sadar.
"Akhirnya Kamu sadar juga, kamu kenapa kalau sakit ijin pulang saja ya kata Johan.
"Nggak usah kak aku nggak papa kok cuma pusing aja kata Vika.
"Aku pijitin ya kata Johan.
Vika menganggukan kepalanya.
Sebelum memijit Johan meminta tolong pada teman Vika untuk membelikan Vika teh tawar dan nasi karena Vika belum makan siang. Ana dan Nanda pun berangkat membeli yang dipesan Johan. Santi tetap diam di UKS.
__ADS_1
Johan pun mulai memijit kepala Vika. Vika sepertinya sangat menikmati pijitan Johan karena Johan memang sedikit ahli dalam memijit.
"Mau enakan kan kata Johan sambil tetap melihat kepala Vika.
"Iya kak, pijitanya enak banget kata Vika sambil tetap memejamkan matanya.
Johan pun tetap memijit Vika sampai Nanda dan Ana datang Johan pun menghentingakan pijatanya.
"Sekarang Kamu makan dulu ya kata Johan.
Vika menganggukan kepalanya.
Johanpun menerima bingkusan pesananya dari Nanda.
"Aku yang suapi saja ya kata Johan.
Vika menganggukan kepalanya. Johan pun mulai menyuapi Vika.
Tak berapa lama bel pun berbunyi, Nanda dan Santi kembali kekelas mereka sedangkan Ana dan Johan tetap menemani Vika.
Johan masih tetap menyuapi Vika. Setelah selesai menyuapi Vika Johan pun membuang bekas bungkusan Nasi dan teh hangat lalu duduk kembali di samping Vika.
"Kakak kenapa masih diam disini, nggak kekelas ini kan udah bel kata Vika.
"Aku mau nemenin kamu saja disini kata Johan.
"Aku nggak papa kok kak kan udah ada Ana, nanti kakak bisa ketinggalan pelajaran kata Vika.
"Yasudah aku kekelas dulu, nanti kalau ada apa-apa kamu bisa suruh Ana untuk nyari aku kata Johan.
Vika pun menganggukan kepalanya. Johan bangkit dari duduknya dan langsung mengecup kening Vika. Vika dibuat terkejut oleh sikap Johan padanya begitu juga Santi sangat terkejut melihat kejadian didepan matanya itu.
"Kamu baik-baik ya kata Johan setelah mengecup kening Vika.
__ADS_1
"Iya kak jawab Vika sambil tersenyum.
Johan pun pergi berlalu meninggalkan ruang UKS dan menuju ke kelasnya.