Kau Membuatku Yakin Untuk Jatuh Cinta Lagi

Kau Membuatku Yakin Untuk Jatuh Cinta Lagi
Bab 31 Perlindungan dari Johan


__ADS_3

Pagi" Vika bersiap untuk extra Dan bergegas berangkat ke sekolah.


Sesampainya di parkiran sekolah, Vika bergabung bersama teman"nya Dan bergegas menuju lapangan karna extra akan dimulai.


Extra kali ini mereka di bagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok Terdiri dari 14 orang 7 laki" Dan 7 Perempuan. Vika pisah dengan semua teman" Ia Satu kelompok dengan Johan yang menjadi pemimpin dari kelompoknya. Terdapat 10 kelompok Dengan anggota yang sama rata dan adil.


Vika mereka sangat tidak nyaman dengan kelompoknya karna tak ataupun yang ia kenal, teman"nya juga merasa tidak nyaman tapi mereka harus trima karna pemilihan itu sudah dilakukan acara adil oleh guru pembimbing.


Johan merasa sangat senang bisa satu kelompok Dengan Vika, lain hal dengan Risa yang merasa sangat kesal karna tumben ia tak satu kelompok dengan Johan karna biasanya di tahun" sebelumnya ia satu kelompok dengan Johan.


Praktek extra pun dimulai seperti minggu lalu. Setelah praktek selesai mereka berkumpul mendengarkan pengumuman mengenai kemah.


Mereka akan kemah hari sabtu Minggu depan.


Setelah selesai extra, Vika dan teman" berkumpul lagi. Dan bergegas pergi kekantin untuk membeli minuman sebentar. Setelah itu mereka bergegas untuk pulang.


"Wah kak Johan hebat ya bisa ikut dua extra sekaligus kata Ana saat melintas di sisi lapangan dan melihat anak" basket sedang extra.


"Ya Iya lah dia kan siswa kebanggaan sekolah kita, liat tuh mereka aja extra hanya dipimpin kak Johan itu pasti guru pembimbing basket udah percaya sama kak Johan kata Santi.


Vika yang melihat teman"nya diam melihat extra basket berniat jalan duluan, tapi tiba".

__ADS_1


"Eh Vika... Vika Awas kena bola kata salah satu anak basket.


Sontak semua kaget melihat ke arah Vika termasuk teman"nya. Johan yang melihat pun langsung berlari ke arah Vika karna ia berada tak jauh dari posisi Vika.


Vika yang mendengar seseorang berteriak menyebut namanya langsung menoleh kearah suara itu, Blum sempat dia menoleh sepenuhnya tiba" Johan datang membekapnya dari belakang dan membuat mereka berdua jongkok.


Untung saja bola basket itu tak mengenai Vika ataupun orang lain.


"Kamu gak papa Kak Kata Johan sambil melepas bekapanya pada Vika saat ia mendengar bola itu sudah mendarat.


Vika merasa sangat bingung karna tiba" Johan datang membekapnya.


"Itu liat tadi kamu hampir kena bola kata Johan sambil menunjuk bola basket itu.


Vika melihat bola itu merasa sangat malu karna ia malah bersikap dingin pada Johan.


"Eh maaf kalau aku jutek kak Makasi ya kak udah lindungin aku kalau nggak, mungkin aku udah kena bola itu kata Vika.


"Iya sama" lain kali hati" Ya kata Johan sambil mengedipkan sebelah matanya dan bergegas kembali ke tengah lapangan.


Vika hanya tersenyum canggung melihat Johan.

__ADS_1


Disisi lain teman" Vika melongo melihat anak" basket berteriak padanya.


"Eh Vika... kenapa dia tiba" Udah sampai Sana sih kata Santi menoleh kearah Vika.


Santi, Ana Dan Nanda bergegas lari secepat mungkin ke arah Vika tapi langkah mereka terhenti saat Johan sampai pada Vika lebih dulu dan membekap Vika hingga ia tidak jadi terkena bola basket itu.


"Gue lagi gak mnghayal kan kata Ana yang melihat Vika dibekap Johan.


"Ini beneran kata Santi sambil melongo melihat Vika dan Johan.


"Udah" mending kita nyusul Vika kata Nanda.


Mereka bertiga pun bergegas ke arah Vika.


"Kamu kenapa tiba" udah sampai disini" kata Santi saat sudah berada di samping Vika.


"Ya Abisnya Kalian bengongnya kelamaan sih" kata Vika.


"Yaudah mending kita pulang aja yuk, udah siang nih kata Nanda.


Mereka berempat pun bergegas untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2