Kau Membuatku Yakin Untuk Jatuh Cinta Lagi

Kau Membuatku Yakin Untuk Jatuh Cinta Lagi
Bab 65 Ulang tahun Vika part 2


__ADS_3

Bu kadek masuk ke dalam kamar Vika dan mendapati putrinya masih tertidur lelap dengan mata sembab seperti habis menangis.


"Nak ayo bangun ada tamu yang datang mencarimu" kata Bu kadek sambil menggoyangkan badan Vika dan menepuk pipi Vika agar dia segera bangun.


Vika pun membuka matanya dan mengeliat sambil mengucek matanya dengan kedua tanganya.


"Kenapa bu, tumben ibu bangunin aku kalau aku tidur siang" kata Vika.


"Ada tamu yang datang mencarimu nak" kata Bu Kadek.


Bu kadek tidak ingin mengatakan jika yang datang itu adalah Johan dan sahabatnya.


"Siapa yang datang Bu" kata Vika sambil beranjak duduk dari tidurnya.


Vika berharap yang datang adalah teman"nya ataupun Johan.


Ah sepertinya mustahil mereka datang kemari, kak Johan mungkin dia nggak tahu kalau hari ini aku ulang tahun dan sahabatku mereka kan lagi marah kan sama aku. gumam Vika sembari mengingat perlakuan sahabatnya kepadanya.


"Kamu lihat saja sendiri, mereka nungguin kamu di ruang tamu" kata Bu kadek.


Vika pun segera beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan dari kamarnya meninggalkan ibunya.


Sesampainya di ruang tamu Vika di sambut dengan lagu selamat ulang tahun dari para sahabatnya dan juga dari Johan.


Vika benar" merasa terkejut pasalnya yang datang ialah Johan dan ketiga sahabatnya. Setelah lagu ulang tahun selesai di nyanyikan Vika dibuly oleh Johan dan sahabatnya.


"Ciee kayaknya ada yang habis nangis nih" kata Santi meledek karena melihat mata Vika sembab.


Vika hanya tersenyum dan tersipu malu mendengar ucapan santi.


"Udah gih jangan senyum-senyum tiup lilinya nih nanti keburu meleleh semua" kata Ana.


"Ingat doa dulu sayang" kata Johan.

__ADS_1


Vika pun memejamkan matanya sambil berdoa, setelah itu dia meniup lilin dari atas keempat kue itu secara bergantian mulai dari santi dan berakhir di Johan.


"Panjang umur ya Ka jangan nangis lagi kamu udah gede lo" kata Nanda sambil tertawa meringis.


"Maaf'in aku ya hari ini gak nyamperin kamu d sekolah karena aku mau kasi kejutan buat kamu" kata Johan.


"Jadi kalian semua diemin aku karna mau kasi aku kejutan, bukan karna marah atau lupa" kata Vika.


Johan, Santi, Nanda dan Ana hanya tersenyum sambip menganggukan kepalanya.


"Iiihh kalian ada-ada saja aku pikir kalian lagi marah sama aku dan lupa sama hari ulang tahun aku" kata Vika.


"Ya enggak dong ya masak kita lupa sama ultah temen kita sendiri" kata Santi.


"Yaudah yuk kita duduk" kata Vika.


Mereka berlima pun duduk di sofa ruang tamu Vika, kue mereka masing-masing di taruh dia atas meja tepat bersebelahan dengan hadiah mereka masing-masing yang akan diberikan untuk Vika.


Dan tak lama Bu kadek datang menyuguhkan minuman dan makanan ringan untuk mereka


"Kalian pakai repot-repot bawa hadiah sigala, udah bawa kue banyak-banyak" kata Vika sambil menerima hadiah pemberian temanya.


"Iya kita kan sahabat sejati" kata Ana.


Vika pun meletakan hadiah itu kembali di atas meja lalu mereka berempat pun pelukan.


"Maaf'in kita yah karna udah diemin kamu sehari ini di sekolah" kata Nanda.


"Iya nggak papa kok" kata Vika.


"Aku di kacangin nih" kata Johan sambil melihat mereka berempat pelukan.


Mereka berempat pun melepas pelukan mereka dan sontak tertawa melihat ekspresi wajah Johan.

__ADS_1


"Ya enggak dong kak kamu kan pacar aku ya masak aku kacangin" kata Vika sambil mendekatkan tubuhnya kearah duduk Johan karna Johan duduk di kursi untuk satu orang di sebelah kursi panjang tempat Vika dan sabatnya duduk.


"Happy birthday ya sayang" kata Johan sambil mengacang rambut ujung kepala Vika "Ini hadiah dari aku semoga kamu suka ya" kata Johan.


"Aa makasi sayang" kata Vika.


"Dibuka dong hadiahnya" kata Johan.


"Hmm iya" kata Vika sambil tersenyum dan menganggukan kepalanya.


Vika pun membuka hadiah dari Johan yang isinya ialah jam keluaran baru bulan ini.


"Aa makasi sayang hadiahnya, aku emang kepingin beli jam ini eh ternyata udah dapet dari kamu" kata Vika.


"Iya sama-sama awalnya aku mau beli jam yang sama dengan yang kamu kasi ke aku waktu ultah aku tapi jam yang seri itu sudah sold, ini aja aku kasian pakai jam nya soalnya biar nggak cepet rusak kan ini pemberian dari kamu" kata Johan.


Vika pun melihat pergelangan tangan Johan dan melihat Johan memakai jam pemberianya sewaktu Johan uktah dulu.


ha ternyata kak johan mau pakai jam itu aku kira dia nggak suka. gumam Vika.


"Udah deh senyumnya, jangan hadiah kak Johan doang dong yang dibuka hadiah dari kita buka juga dong sekarang" kata Ana.


"Iya aku buka sekarang ya" kata Vika sambil memalingkan wajahnya yang awalnya menatap Johan kini menatap kearah ketiga temanya.


Vika pun membuka hadiah dari teman-temanya dan tampaklah bingkai dengan foto mereka berempat, Vika merasa sangat senang melihat foto dirinya dengan sahabatnya dalam sebuah bingkai yang sangat indah. Tapi Vika juga bingung karena bingkai foto itu ada empat buah dengan foto yang sama.


"Fotonya kenapa ada empat buah, dan kenapa fotonya semua sama" kata Vika


"Iya, jadi foto ini kita bagi satu-satu untuk kita jadikan kenang-kenangan pas kita udah tamat sekolah nanti" kata Nanda.


"Mmm kalian emang sahabat terbaik aku, paling bisa buat aku bahagia walau kadang ngeselin kayak hari ini di sekolah" kata Vika.


"Iya dong kita kan best friend forever" kata Ana.

__ADS_1


Mereka berempat pun saling tertawa karena bahagia , sedangkan johan sibuk memastikan kalau hadiah selanjutnya untuk Vika sampai dengan aman dan sesuai rencana. Johan terus menatapi jam tanganya menunggu sambil waktu yang sudah ia janjikan dengan pegawai toko boneka.


__ADS_2