
Malam hari dirumahnya Vika mengabari Johan bahwa dirinya diberi ijin untuk pergi menemani Johan extra besok.
Johan pun sepakat akan menjemput Vika esok hari untuk pergi extra bersama.
*****
Keesokan harinya Vika sedang sarapan bersama keluarganya.
"Nanti jadi pergi jam berapa nak kata Bu Kadek.
"Jam 7:30 bu soalnya extranya jam 8 kata Vika.
Setelah selesai sarapan Vika pun bersiap-siap karena sudah jam 7. Setelah Vika selesai bersiap-siap dia pun menuju kedepan rumah untuk menunggu Johan.
Tak berapa lama Johan pun datang. Johan yang melihat Vika sedang menunggunya pun langsung menghampiri Vika.
"Mau langsung berangkat kak kata Vika.
"Iya boleh kata Johan.
"Yaudah aku pamit ke Ibu dulu ya kak kata Vika.
"Iya kata Johan.
Saat Vika hendak masuk kedalam rumah tiba" Bu Kadek keluar dari pintu rumah.
"Eh Ibu baru aja mau disusulin kata Vika.
"Iya Ibu mau jemur cucian, kalian udah mau berangkat kata Bu Kadek.
"Iya Bu aku pamit ya kata Vika dan langsung menyalami tangan Bu Kadek.
"Aku juga pamit ya tante, aku ajak Vika sebentar kata Johan dan juga langsung menyalami tangan Bu Kadek.
"Iya kalian hati-hati ya kata Bu Kadek.
"Iya kata Vika dan Johan serempak.
Vika dan Johan pun melaju kesekolah meninggalkan rumah Vika.
Johan dan Vika pun sampai disekolah. Dari parkiran mereka langsung masuk menuju lapangan sekolah yang terletak tepat ditengah lingkungan sekolah.
Di lapangan sudah datang beberapa anak-anak basket.
"Duduk disini aja kata Johan.
"Nggak langsung mulai aja kak kata Vika.
"Masih belum jam kata Johan.
__ADS_1
Semua anak basket melihat Vika dan Johan. Mereka merasa heran dengan Johan yang sudah akrab dengan Vika.
"Woi... Han mentang-mentang udah deket kemana-mana lo ajak dia kata Bayu berteriak menggoda Johan.
"Iya biar nanti gak keburu dijambret sama lo kata Johan sambil tertawa.
Semua anak basket tertawa begitu juga Johan dan Vika ikut tertawa.
"Ah lo bisa aja, apa sih yang lo lakuin supaya bisa deket sama cewek" cantik kata Bayu.
"Ya tampang lo harus tampan kayak gue kata Johan dan kembali tertawa.
"Udah kak bercandanya, lima menit lagi udah mau jam 8 mulai aja extranya kata Vika.
"Iya-iya kata Johan.
Johan pun mengumpulkan anak-anak basket untuk mulai extra. Mereka mengawali dengan berdoa setelah itu mereka melakukan pemanasan.
Mereka extra tanpa diikuti guru pembimbing basket karna guru pemimbing hanya mengawasi dan sedikit memberi mereka saran. Itu supaya mereka bisa mandiri dan semakin kompak dalam kelompok.
Setelah pemanasan extra pun dumulai. Vika melihat semua anak extra sambil senyum-senyum sendiri karna terlalu menikmati permainan basket mereka.
Setelah 2 jam berlalu extra pun usai, setelah selesai berdoa penutup extra mereka pun duduk untuk istirahat dan mengatur pernapasan.
Johan langsung menghampiri Vika.
"Iya soalnya sepertinya kalian asik banget main basketnya aku jadi kepengen main basket kata Vika.
"Yasudah ayo main aja sama kakak kata Johan.
"Emang kakak nggak capek apa kata Vika.
"Nggak ayo nggak papa kok kata Johan.
Vika dan Johan pun memasuki lapangan dan mulai bermain basket.
"Mau ngapain Han, apa lo nggak capek kata Bayu.
"Iya han kata anak-anak yang lain menimpali.
"Nggak lah kata Johan.
Johan dan Vika pun bermain basket dengan lincah dan lihai. Anak-anak yang lain yang menonton sangat kagum melihat kepandaian bermain basket Vika yang hampir menyamai Johan.
Bayu pun berjalan kearah Johan dan Vika sesuai arahan anak-anak yang lain. Dan Bayu langsung merebut bola basket yang sedang dimainkan oleh Johan.
"Loh kenapa lo ambil bolanya yu kata Johan.
"Gini-gini, kayaknya kalau kalian cuma main berdua nggak bakal seru deh gimana kalau kita main barengan kita bagi 2 tim kata Bayu.
__ADS_1
"Boleh, tapi gue satu tim bareng Vika kata Johan.
"Nggak boleh gitu dong, lo harus jadi lawan dengan Vika itu baru seru, iya kan anak-anak kata Bayu pada anak basket yang lain.
"Iya" seluruh anak basket kompak menjawab.
"Yaudah ayo sini kita main kata Bayu.
Semua anak basket pun masuk kelapangan.
"Apa kalian yakin mau main lagi, kalian nggak capek apa kata Johan.
"Nggak kok, ayo kita main aja kata salah satu anak basket.
"Alah kita nggak bakal rebut Vika dari lo ini cuma permainan aja kok kata Bayu pada Johan. "Iya kan Vika kata Bayu pada Vika.
Vila tersenyum senang dan menganggukan kepalanya mendengar perkataan Bayu sambil menatap Johan.
Mereka pun terbagi menjadi 2 tim yang masing" diketuai oleh Johan dan Vika. Setelah selesai melempar koin tim Vika menang dan mereka memulai perminan.
Permainan berlangsung sangat seru, Terkadang Johan cemburu melihat kekompakan Vika dengan anak yang lain. Vika pun semakin lincah dan tersenyum tipis melihat wajah kesal Johan. Bayu yang satu tim dengan Vika sepakat ingin membuat Johan merasa cemburu.
Permainan pun berakhir dengan kemenangan pada tim Vika. Wajah cemberut Johan sangat jelas terlihat. Mereka duduk bersama disisi lapangan.
"Tumben lo tim basket kapten kalah kata Bayu menggoda Johan.
"Diam lo kata Johan dengan wajah kesal.
"Dia marah kata Bayu sambil tertawa.
Johan hanya diam dengan wajah kesal mendengar perkataan Bayu.
"Kak jangan diem gitu, ini kan cuma permainan kata Vika.
"Iyak kata Johan lalu tersenyum pada Vika.
"Sama Vika aja senyum, giliran liat kita cemberut kata Bayu.
"Lo mau cari masalah kata Johan sambil memeluk leher Bayu dengan satu tanganya sambil tersenyum.
"Nggak gue cuma bercanda, santai dong bro kata Bayu sambil memegang tangan Johan yang mencekik lehernya.
Sontak mereka semua langsung tertawa.
"Ah lo emang sahabat gue yang paling baik, yang paling busa bikit gue seneng kata Johan.
"Ya iya lah Bayu gitu lo kata Bayu.
Dan mereka semua kembali tertawa. Setelah asik istirahat sambil tertawa mereka pun sepakat untuk kembali kerumah masing".
__ADS_1