KEAJAIBAN PATUNG

KEAJAIBAN PATUNG
Kecurigaan Sisil


__ADS_3

Sejam terlewati, Sisil masih menunggu di teras rumah Devina. berharap saat itu Robi keluar menemuinya, namun tak ada tanda-tanda keberadaan Robi di dalam rumah. Sisil mencari celah lewat pentilasi mengintip ke dalam rumah Devina ia tidak mengetahui bahwa Robi telah menjadi patung.


" Kak Robby ke mana sih, mungkin tidur kali ya, " Sisil bertanya-tanya seorang diri.


Sisil dia tetap bertekad untuk menunggu Robi. namun 2 jam kemudian Sisil merasa lelah, ia menelpon bodyguard-nya untuk memantau rumah Devina. Sesaat ingin pulang istirahat di rumahnya.


"Kalian jaga rumah ini ada pria di dalam, pria yang sangat tampan, jika kalian melihatnya keluar, buntuti dia, Aku ingin tahu di mana tempat tinggalnya selama ini, " Sisil berpesan kepada bodyguard-nya.


Para Bodyguard itu menunggu di luar rumah Devina. sesekali melirik ke dalam rumah mencari pria yang dimaksud oleh bosnya. Tetapi mereka tidak yakin ada seseorang di dalam rumah itu.


" Tapi kok kayak nggak ada pergerakan iya," kata salah satu dari mereka.


" Mungkin aja tidur kita patuhi saja perintah Bos, kita nanti dimarah-marahin loh,'' Timpa salah satu dari mereka juga.


Sementara di belahan kota lainnya, Mbah Gus masoh memantau rumah sakit, dia melihat dokter dokter vampir itu keluar dari salah satu ruangan. bagus mengikutinya dari belakang, berusaha agar langkah kakinya tak dapat didengar oleh dokter Vampir itu.


" Kayaknya dia penguasa di rumah sakit ini,'' gumam Mbah Gus.


Dokter Vampir itu ke lantai paling atas rumah sakit. Ada dua wanita yang menyambutnya, mereka memberikan hasil pemeriksaan salah satu pasien. Namun Mbah Gus saat itu tak dapat masuk ke ruangan karena pintu itu terkunci dari dalam. alhasil Mbah Agus menunggu di luar sembari menyamar sebagai cleaning service.


" Benarkan kecurigaanku, perempuan itu sedang mengandung anak vampir,'' ujar dokter Vampir itu.


Kedua perawat manusia itu hanya mengangguk-angguk, mereka takut jika salah ucap akan menjadi bahan eksperimen oleh dokter itu selanjutnya, walaupun mereka tahu apa yang dilakukan dokter itu adalah adalah kejahatan.


" Wanita ini akan kubawa ke rumahku tapi tidak menggunakan mobil, Karena aku tahu ada yang sedang memantauku saat ini, bawa dia ke loteng rumah sakit, akan ada helikopter yang akan akan ada helikopter yang akan membawanya ke rumahku."


Demi kelancaran rencananya, dokter Vampir itu rela menyewa helikopter untuk mengangkut pasiennya, yang tak lain adalah Devina. dokter Vampir itu mencurigai bahwa ayah dari anak yang dikandung Devina akan mencari keberadaan perempuan itu.


" Aku ingin tahu siapa yang menghamili wanita ini, hanya vampir yang luar biasa yang dapat diberi kesempatan untuk menikahi seorang manusia," ujarnya.


" Baik dokter tapi bagaimana jika keluarganya? apa yang harus kami katakan?''

__ADS_1


" Bilang saja pasien itu kabur entah ke mana, tidak tahu begitu saja, Jika ada yang memaksa kalian usir saja," sahut dokter itu. tak ada rasa bersalah kepada keluarga pasien, hanya memikirkan keuntungan dirinya sendiri.


" Lakukan segera aku akan menunggu di Loteng," titah dokter itu lalu keluar dari ruangan.


Mbah Gua bersembunyi dibalik tembok, ada banyak perawat pria yang lalu lalang, tak ada kesempatan Mbah Gus untuk mengecek ke ruangan.


"Bagaimana caranya menerobos," gumamnya.


Devina dibawa keluar, melihat melihatnya bergegas menjagat kedua perawat itu.


"Ini dia adik saya, kalian mau bawa kemana?! Berhenti!" Mbah Gua mencegat mereka.


" Tolong ada penyusup, tolong!"


Kedua perawat itu meminta tolong, tanpa berpikir panjang, Mbah Gus memukul pundak kedua wanita itu secara bergiliran hingga pingsan.


"Maaf ya, kalian memang pantas dapatkan ini," ujar Manh Gus pada kedua perawat yang sudah pingsan itu.


"Devina, bangun Devina." Mbah Gus menepuk-nepuk pipi Devina agar segera sadar. Namun saat itu obat bius masih berfungsi ditubuh Devina.


"Bagaimana aku harus ke mobil, sial! Mereka semua telah berpencar mencariku," gerutunya.


Mbah Gus melihat ada tong sampah kosongyang cukup besar, segera ia memindahkan Devina masuk ke dalam tong sampah.


"Kamu disini dulu, kita akan keluar dari sini Devina," kata Mbah Gus pada Devina yang belum sadarkan diri.


Mbah Gus ke ruangan khusus cleaning servis, dia mengambil baju-baju Cleaning servis tanpa izin. Mbah Gus mengganti pakaiannya agar menyamar sebagai petugas kebersihan.


Alarm rumah sakit berbunyi, menandakan rumah sakit dengan keadaan darurat, dokter Vampir yang menunggu di loteng terkejut dengan alarm yang dibunyikan oleh perawatnya.


"Ada apa ini?!" Tanyanya.

__ADS_1


"Sepertinya terjadi sesuatu dokter," sahut perawat lainnya.


Dokter Vampir itu bergegas mengecek, perawat wanita yang pingsan telah dikelilingi teman-temannya.


"Ada apa ini?! Mereka kenapa?!" Dokter Vampir itu melotot tajam.


"Kami tidak tahu, Dok. Kami mendapati mereka sudah pingsan seperti ini."


Dokter Vampir itu mengecek ruangan Devina, tak ada lagi sosok wanita hamil itu.


"Brengsek! Ada yang mengambil wanita itu, cari ke disekitar rumah sakit ini, aku yakin mereka belum keluar," kata dokter Vampir itu.


Semua pekerja yang ada di rumah sakit itu mencari keberadaan Devina. Mereka berpencar je setiap titik keluar, tetapi tidak mudah melakukan pencarian sebab rumah sakit itu berlantai lima dan sangat luas.


Mbah Gus tahu pihak rumah sakit telah mencarinya, ia berusaha mendalami peran sebagai petugas kebersihan. Tangannya menentang sapu, tapi tangan sebelahnya menarik tong sampah yang berisikan Devina. Mbah Gus dikejutkan oleh kedua perawat pria yang melewatinya saat itu. Mbah Gus berpura-pura sedang menyapu, seolah tak menggubris mereka.


"Pintu telah di tutup, berarti mereka tidak bisa keluar," terdengar suara perawat itu saling mengobrol.


Mbah Gus mengecam dalam hati, dia membatalkan niatnya untuk menuju ke pintu keluar. Mbah Gus tak ingin kedapatan sehingga Devina di culik lagi oleh dokter Vampir itu. Mbah Gus kembali ke ruangan cleaning service, dia mencari cara agar dapat keluar segera bersama Devina.


"Devina, bangun, Devina.." Mbah Gus mengguncangkan tubuh Devina, namun tetap saja istri Robby itu tak kunjung sadar.


"Kau harus bangun Devina, kita bisa lari sama-sama keluar dari rumah sakit ini," kata Mbah Gus.


Dokter Vampir itu menunggu di pintu keluar utama, dia menantikan seseorang yang membebaskan Devina dari cengkramannya.


"Dokter yakinmerekaaish ada di dalam?" tanya perawat pria.


Dokter Vampir itu tersenyum miring, "Dia iya sedang panik karena terkepung. Hanya ada dua jalannya, keluar dari pintu ini, atau tetap bersembunyi di dalam rumah sakit sampai dia menyerah sendiri," jelasnya.


Dokter Vampir itu mengira yang membebaskan Devina adalah seorang Vampir pula. Donter itu sengaja menunggu di pintu gerbang, dia akan menghalau jika Devina di bawa lari cepat oleh Vampir lain.

__ADS_1


__ADS_2