
Setelah didalam ruangan kami dipersilahkan duduk dan dokter itu pun menatap kami dengan intens dan dan penuh pertanyaan .
Setelah menghirup napas dan melepaskan sedikit kasar kemudian dokter wanita yang bernama Bertha menatap kearah dokter Alamsyah lalu dia pun mengangguk tanda menyetujui sesuatu yang akan dikatakan Dokter Bertha.
"Maaf ibu bapa sebelum nya saya boleh bertanya tentang penyakit yang diderita pasien?" tanya nya sambil menatap kami.
"Iya dok silahkan " jawab Mereka berdua.
"Begini ibu bapak apa benar ibu Yuman ini menderita kanker serviks stadium akhir?" tanya dokter Bertha.
Sambil menunjukan hasil Ronxent dan stcan nya yang tadi didapat oleh mereka dari pihak Lab.
"Maaf Dok gimana maksud nya ya? "tanya Aa Elang.
"Iya Pak... begini setelah kami memeriksa secara seksama bahwa pendarahan itu akibat kanker serviks itu sudah menjalar menuju ke organ sekitar rahim dan ovarium itu menimbulkan penyumbatan di sekitar rahim itu sendiri.
Sudah menjalar semakin ganas juga ditambah radang usus serta maag dan asam lambung yang sangat tinggi sehingga membuat kerja jantung dan paru paru terganggu sehingga membuatnya sesak,
Dan kekurangan oksigen dan pendarahan itu juga disebabkan karena maag yang akut serta dia mengalami susah buang air besar karena pembengkaan yang terjadi.. " secara panjang lebar dokter Bertha menjelaskan.
"Maksudku dokter adik kami mengalami pendarahan karena kanker serviks stadium akhir ? tanya Teh Siti lagi.
" Iya benar ibu bapak " jawab dokter Alamsyah.
Lalu Teh Siti melihat Aa Elang untuk menanyakan kebenaran itu tapi Aa Elang menggelengkan kepala.
Dambil berkata :" tidak dok... !tapi saya tidak tau pasti yang jelas memang istri saya memang menderita penyakit itu tapi...
Saya juga tidak tau pasti karena selama ini dia hanya berkonsultasi atau memeriksakan nya pada seseorang Dokter bernama AISYAH yang berkerja di Rumah sakit S jelas Aa Elang.
"Oh begitu ya.... sahut kedua dokter tersebut.
" Ya udah bisa bapak menghubungi dokter tersebut dan beri tahu kalo ibu Yuman sedang ditangani disini! " ucap Dokter Bertha.
"Baik dok saya izin menghubunginya "jawab Aa Elang.
" Assalamualaikum, selamat malam dok, ini saya suaminya Yuman " ucap Aa Elang.
"Waalaikumsalam salam oh iya Aa , ada apa? ada yang bisa saya bantu? " jawab nya di seberang sana.
"Iya maaf sekali mengganggu waktu nya dok, tapi ini dok istri saya dilarikan ke rumah sakit A... yang ada di cijerah karena mengalami pendarahan hebat dan sampai sekarang belum sadarkan diri! " jelas Aa Elang.
"Oh... Innalillahi kok bisa ?kalo begitu saya langsung kesana ya Aa?" jawab nya panik.
"Iya dok kami tunggu karena dokter yang menangani disini juga ingin berbicara dengan dokter "jawab Aa Elang lagi.
" Oh baik Aa sekarang juga saya kesana assalamualaikum! "jawab dokter Aisyah yang langsung menutup telponnya.
"Baiklah Pak Bu sebaik nya kita tunggu Ibu Yuman sadar sambil kita menunggu Dokter Aisyah guna mendengar penjelasan nya! "ucap dokter Bertha.
" Dan mohon maaf sekali kami harus memberitahukan ini bahwa ibu Yuman dinyatakan kritis jadi kami tidak bisa memindahkan keruangan perawatan serta melarang semua orang guna menjenguknya terlebih dahulu sampai kondisinya stabil? " ucap dokter Alamsyah.
"Astaghfirullahalazim., jadi dok adik kami kritis?" ucap Teh Siti.
"Iya... maaf kan kami bapak ibu kami sudah berusaha sebaik mungkin tapi pendarahan itu membuat ibu Yuman banyak kehilangan darah.
Sehingga kerja jantung serta paru paru kurang baik
semua itu sudah menggangu fungsi syarat otak beliau.
Sehingga kesadaran nya menurun drastis untung saja tadi tidak terlambat dibawa kesini jadi nyawanya masih bisa tertolong kalo terlambat kami tidak bisa menjamin itu" jelas dokter Alamsyah dan dokter Bertha secara bergantian.
Aa Elang hanya tertunduk mendengar penjelasan dokter dan Teh Siti mulai menangis dan terus ber istighfar lalu mereka berpamitan pada kedua dokter itu.
__ADS_1
Dengan langkah gontai kedua orang itu keluar dari ruangan menuju UGD yang tadi Yuman ditangani.
Baru saja sampai mereka sudah di serang berbagai pertanyaan oleh Aini sambil terisak
"Pa apa kata dokter? kenapa Mama tidak boleh dilihat? kenapa ama tidak boleh di pindahkan? kenapa Mama belum sadar juga Pa? "ucap nya sambil menggoyang goyangkan tangan sang Papa.
Dan air mata yg tak berhenti memebasahi pipi.
Aa elang hanya menatap anak bungsunya sambil membawanya kedalam peluk kan nya dan menciumi kepala anak nya sambil berkata :
"Tenang de, kalo bertanya satu satu papa bingung harus jawab yang mana dulu! " ucap nya tenang dan menahan air mata nya agar tak jatuh.
Dia tak mau anak anak nya tau kesedihan nya tangan nya terus mengusap punggung anak nya dengan sayang.
"Sini, de kita duduk dulu disisi! "sambil membawa anak nya melangkah mendekati kursi yg tak jauh dari mereka berdiri dia mendudukan Aini.
Lalu ditatap anak nya serta tangan nya menghapus air mata yang ada di pipi nya .
"Dengar ya de, umur, rezeki hidup dan mati itu milik Allah kita hanya menjalaninya saja jadi saat ini Mama sedang diuji dengan Allah karena Mama orang baik nak!," ucap Elang .
"Mama sekarang belum bisa kita lihat karena kondisi Mama belum stabil, dan saat diketemukan oleh Ateu sama kakek ,mama dalam keadaan pingsan serta pendarahan hebat jadi mama banyak kehilangan darah ! " jelas Elang pada Aini
"Sekarang sedang di transfusi darah jadi Mama belum bisa dilihat oleh kita!" lanjutnya lagi.
"Tapi mama baik baik saja nak, jangan khawatir sekarang kita berdoa Semoga Mama cepat sadar dan pulih lagi seperti sedia kali..
"Udah jangan nangis yach! malu diliat orang... "ucap nya santai memberi pengertian pada anak bungsunya .
kemudian dia berdiri dan meminta tolong Teh siti untuk menemani Aini .
Dia pun berdiri karena dari kejauhan dia melihat Dokter Aisyah dan asistennya masuk mendekati mereka.
Dia berniat menghampiri dan menanyakan langsung tentang penyakit istri nya serta bersamaan itu kakak dan adik nya datang beriringan dengan dokter Aisyah.
"Assalamualaikum, malam dok? "sapa nya pada Dokter Aisyah.
"Oh iya dimana Yuman sekarang? dan ditangani dokter siapa Aa? " tanya nya lagi.
"Oh itu dok, masih di ruang UGD, dan yang menanganinya Dokter Bertha dan Dokter Alamsyah" jawabnya.
"Oh mereka boleh antar saya menemuinya? "ucapnya lagi.
"Iya Dok baik karena mereka pun tadi menanyakan dokter? " jawab A elang.
"Baik lah mari! "ucap dokter Aisyah dengan asistennya.
Sebelum dia mengantarkan, ia berbalik melihat adik dan kakaknya.
"Teh, Res, dan kamu dav... tolong temani anak anak dan tunggu disini! takut ada apa apa dengan yuman aku dan Teh Siti mau menemui dokter dulu ada yang harus kami bicarakan! "pintanya pada kakak dan adik nya.
" Ngga lang aku ikut biar Resti dan Dava disini yang menemani mereka kan ada Maryam juga disini serta Bapak tolak Teh Eva.
"Oh iya maaf Bapak dan Bapak Ibu maaf sekali saya baru menyapa kalian Terima kasih telah membantu istri saya " ucap Elang.
"Terutama Bapak Terima kasih Pak sudah membawa Yuman tepat waktu kalo tidak entah apa yang akan terjadi dengan istri saya! " ucapnya panjang lebar pada orang orang yang mengantar istri dan adik iparnya kerumah sakit.
"Ah tidak apa apa Aa itu kewajiban kita sebagai sesama manusia harus tolong menolong apalagi ini Yuman kakak dari Hendra.. jadi sudah kewajiban Bapak, nak membantunya! " ucap mertua adik iparku.
"Iya betul Aa jangan seperti itu ini kewajiban kita menolong sesama masa ada tetangga kita kesusahan kita diam aja! " ucap salah seorang bapa yang mewakili yang lain nya.
"Oh iya nak ini ada makanan dan minuman untuk kalian semua pasti kalian nanti membutuhkan nya saat menunggu disini ini ambillah !" ucap salah satu ibu yang ikut mengantar sambil menyodorkan dua kantong plastik berisi beberapa bungkus nasi goreng roti, cemilan juga minuman didalam nya.
"Maaf bu jangan bawa saja pulang kalo ngga untuk bapakibu saja! jangan merepotkan seperti itu bu! jawab elang menolak secara halus pemberian ibu itu
__ADS_1
"Ngga nak tidak merepotkan ambil saja ibu ikhlas kok kalian pasti belum makan dan ini sudah malam juga tidak baik mengosongkan perut !nak kasian juga anaknya pasti lapar nak!! "ucap Ibu itu dan di iya kan oleh yang lain setelah drama tolak menolak makanan dan yang mengantar tadi pulang termasuk mertu adik ipar ku.
Akhirnya Elang mengantar dokter Aisyah menemui dokter yang tadi menangani Yuman ya setelah menunggu sebentar karena ada pasien yang harus mereka tanggani baru mereka menemui nya.
"Perkenalkan dok ini dokter Bertha dan dokter Alamsyah dan dok ini dokter Aisyah dokter yang menangani istri saya selama ini" ucap elang pada ketiga dokter itu.
"Iya Aisyah... " ucapnya sambil mengulurkan tangan nya bertha dan Alamsyah ucap mereka saling berjabat tangan.
kemudian : "Silahkan duduk dok! " ucap dokter Bertha pada pada dokter AISYAH.
" Maaf dok, sebelumnya saya ada yang mau saya tanya kan dengan dokter..! apakah benar ibu Yuman menderita kanker serviks stadium akhir? " tanya dokter Bertha yang beliau spesialis kandungan serta spesialis kanker.
Sebelum menjawab dokter Aisyah menatap kami semua terutama Elang dan membuang napasnya kasar.
"baik lah sebelumnya saya mau maaf pada pihak keluarga besar Ibu Yuman terutama pada A Elang selaku suami nya.
"Bukan maksud saya untuk menyembunyikan fakta atau keadaan sebenarnya dari semua ini tapi ini .
Saya lakukan dengan pertimbangan serta pikirkan masak masak terutama ini atas desakkan dan permintaan Ibu Yuman sendiri" ucap nya sambil melihat kami semua dengan penuh rasa bersalah.
"Maksud nya dok gimana? " sela Teh Siti.
"Maksud nya apa ini dok"ut Teh Eva.
"Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar besar nya jadi begini bapak ibu... sebenarnya memang benar Yuman itu sudah mengidap kanker serviks stadium akhir itu sejak dua bulan terakhir sebelum beliau kemarin sakit,
"Itu sebenarnya saya sudah meminta Yuman untuk melakukan biopsi guna melihat perkembangan kanker itu karena sudah beberapa kali dia mengalami pendarahan.
" Baru pada saat sakit 2 minggu yang lalu itu saya dan tim melakukan general cek terhadap nya dan ternyata semuanya terlambat kanker itu sudah menyebar dan merusak beberapa fungsi organ yang lain yang ada di sekitarnya... dan saya sudah membujuk beliau untuk mengatakan ini pada keluarga besar"
"Tapi dia bersikukuh menolak semua saran saya dan dia kekeuh mau berjuang melawan semua dengan caranya sendiri dan melarang saya mengatakan yang sebenarnya pada keluarga nya terutama A elang dan anak anak nya serta karena akhir akhir ini sepertinya dia sedang banyak pikiran atau stress jadi perkembangan sel kanker terus berkembang pesat.
"Dan juga dia itu sangat keras kepala dia jarang menebus resep obatnya serta menolak untuk kemoterapi. begitulah sebenar nya dok dan bapa ibu" jelasnya.
"Sekali lagi saya mohon maaf atas ketidak berdayaan saya menyembunyikan semua atas permintaan Yuman sendiri " ucap nya smbil menelungkupkan tangan nya di dada nya dengan raut muka yang penuh penyesalan dan kesedihan.
kami semua kaget dan tercengang atas penjelasan yang di berikan Dokter Aisyah
"Astagfirullah... YA Allah ya ROBB JADI dok istri saya benar sudah stadium akhir kankernya ?tanya Elang yang sangat shok dan tidak percaya
"Ya Allah kenapa dia berbuat seperti ini bahkan dikala dia merasakan kesakitan kami tidak mengetahui nya.. "sambung Teh Siti.
"Dia bilang tidak mau membuat semua orang khawatir, sedih dan dia tidak mau menyusahkan kan keluarga nya dan dia tidak mau aktivitas nya dibatasi serta dia ingin melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dia rencanakan makanya dia berpura pura baik dan sehat sehat saja di depan semua " lanjut Dokter Aisyah.
iya benar dan karena itu sel kankernya sudah merusak organ yang lain seperti fungsi ginjal, paru paru serta jantung bahkan syaraf yang menuju ke fungsi otak
yang lebih lagi imun beliau sangat menurun drastis nafsu makan nya hilang indra pengecap pun berkurang ditambah lagi penyakit maag, asam lambung dan radang usus ya pun sama sama dalam kondisi akut
jadi terjadilah seperti saat dia mengalami kehilangan kesadaran ya belum dikatakan koma tapi cukup sangat membahayakan bila terus dibiarkan jadi kita harus langsung mengambil tindakan secepat nya
Mudah mudahan itu akan membantu pasien bisa bertahan " sambung Dokter Bertha dan Dokter Alamsyah bergantian menjelaskan pada kami.
"Dok lakukan yang terbaik untuk istri saya! "ucap Elang.
"Iya a dok lakukan apa saja asal adik kami sembuh" ucap Teh Siti.
"Iya lakukan apa saja asal adik kami bisa berkumpul lagi dengan kami dalam keadaan sehat" sambung Teh Eva.
"Iya kami tau itu kami pasti akan lakukan yang terbaik untuk ibu Yuman sesuai kemampuan kami tapi sayang dirumah sakit ini peralatan nya kurang lengkap jadi kami meminta Dokter aisyah untuk melakukan nya dan kami akan merujuk Ibu Yuman kerumah sakit S karena disana peralatan lebih lengkap " ucap Dokter Alamsyah dan di iyakan oleh dokter Bertha.
"Gimana dok? " tanya kedua Dokter muda itu bertanya kepada Dokter Aisyah.
"Iya baik lah karena pasien dari awal saya yang menangani maka saya akan ambil alih dan akan saya selesaikan tanggung jawab saya ini " jawab Dokter Aisyah.
__ADS_1
Kami dalam hati hanya menagis meratapai keadaan adik kami ternyata selama ini dia mampu menyembunyikan semuanya dengan rapi tanpa kami curiga kami menyesal sekali mengetahui terlambat.
Kini dia terbaring dan tertidur tanpa tau kapan dia akan terbangun dan kami bisa melihat senyum nya lagi RAHASIA BESAR YANG DIA SIMPAN KINI TERKUAK SEIRING DENGAN TERBARING NYA DIA DISINI